Islandzandi

Islandzandi
Mempercepat Pernikahan



Beberapa hari kemudian…


Di Sebuah restoran…


Pukul 20.00 malam…


Pak Diandra, Bu Audrey, Islandzandi, Aufar dan Pak Jeni duduk di meja sambil berbincang-bincang.


"Aku senang karena akhirnya kau setuju ingin mempercepat pernikahan… (melihat kearah Pak Diandra) Kessa juga nitip salam buatmu, dia sangat senang sekali tapi sayangnya dia tidak bisa datang kesini karena urusan mendadak..." ucap Pak Jeni tertawa.


Pak Diandra tersenyum kecut. "Saya minta maaf atas apa yang diperbuat Island kemarin… Island juga sangat menyesal sekali padamu juga keluarga besarmu…" melihat kearah Islandzandi masih marah.


"Ah, masalah Photoshoot itu ya?! (melihat Islandzandi yang sedang menunduk) Aku juga kaget mendengar dan melihat langsung, tapi aku sudah mengatasinya dengan menarik lagi majalah itu agar tidak terlalu tersebar lebih luas lagi… Iya kan Far?! Kau juga seharusnya berhenti jadi Photografer dan kerjalah di perusahaan jangan di perusahaan orang lain! Kau juga Island, kau cukup diam saja dirumah dan melayani Aufar… Bukankah perempuan ditakdirkan seperti itu?!"


Bu Audrey melihat Pak Jeni kesal, Pak Diandra pun sedikit tersinggung dengan perkataan Pak Jeni tapi dia tahan.


Sementara Islandzandi hanya terdiam menunduk.


Aufar kesal melihat kearah Pak Jeni.


Tak lama Reyandra datang di hadapan mereka bersama dengan Eolia.


"Selamat malam Om… Maaf saya terlambat..."


"Ah kau sudah datang?! Duduklah… (melihat Eolia) Apa dia pacarmu?"


"Benar saya pacarnya…" ucap Eolia tersenyum penuh arti kearah Islandzandi.


Reyandra membungkuk memberi hormat pada Pak Jeni.


Islandzandi dan Aufar terdiam kaget, begitu pun dengan Eolia yang sangat ramah pada kedua orang tua Islandzandi.


Islandzandi melihat Pak Diandra dan Bu Audrey kecewa. "Pah…"


"Lo?"


"Pah, kenapa Reyandra disini?" ucap Islandzandi pelan.


"Kenapa? Reyandra itu sudah seperti kakak bagimu jadi sudah seharusnya dia datang karena dia keluarga kita juga, benar kan Mam?" jawab Pak Diandra sambil tersenyum kearah Bu Audrey.


Sementara bu Audrey hanya terdiam. Islandzandi terdiam kesal kearah Pak Diandra.


"Baiklah kita langsung saja ke intinya, kita semua berkumpul disini karena kita akan membicarakan masalah pernikahan Island dan Aufar..."


"Pokoknya secepat mungkin Island dan Aufar harus segera menikah..." Pak Diandra melihat kearah Reyandra.


Islandzandi hanya terdiam melihat kearah Reyandra yang sedang tersenyum sambil mengobrol kearah pak Diandra dan pak Jeni begitupun dengan Eolia.


Kenapa dia mau sih diundang kesini?!


**


Di ruang kreatif…


Pukul 22.00 malam…


Islandzandi baru menyelesaikan pekerjaannya dengan Aufar.


"Thanks ya, hari ini udah nemenin gue…"


"Gue nemenin lo kan ada janji juga sama Karin dan Haura… Lo nggak lupa kan?!"


"Aaaahhh iya hari ini kan ulang tahunnya Karin…"


"Ayo, kita havefun…" ajaknya sambil tersenyum kearah Islandzandi.


Islandzandi pun tersenyum mengangguk lalu mereka pun berjalan ke luar ruangan dan bertemu dengan Karin dan Haura, mereka memang janjian akan mampir pergi ke Club sebelum pulang…


Saat mereka berjalan di lobby mereka berpapasan dengan Tama, Reyandra dan Eolia yang sedang menggandeng tangan Reyandra mesra. Mereka pun berhenti.


Islandzandi melihat kearah Reyandra, sementara Reyandra hanya melihat kearah teman-temannya Islandzandi. Aufar, Karin dan Haura membungkuk memberi hormat pada Eolia dan Reyandra.


"Oh, kalian juga baru mau pulang?" Eolia tersenyum.


Haura melihat sinis kearah Eolia. "Sebenarnya kami belum mau pulang kami akan ke Club dulu… Mau merayakan ulang tahu Karin…"


"O ya? Selamat ya… Boleh kami ikut? Aku yang akan mentraktir kalian…"


"Eu… Tidak usah bu… Saya yang akan mentraktir…"


"Tidak apa-apa anggap saja sebagai hadiah dari kami… (tersenyum melihat Islandzandi) Aah, dan selamat untuk kalian berdua yang akan melangsungkan pernikahan…"


"Ya, sebentar lagi kami akan menikah…"


"Selamat untuk kalian ya…"


Sementara Reyandra masih terdiam begitu juga dengan Islandzandi…


Tama pun melihat kearah Reyandra dan Islandzandi heran, selama dia tidak ada disini banyak sekali kejadian yang tidak dia ketahui.


**


Di Club malam…


Pukul 23.00 malam…


Reyandra, Eolia, Islandzandi, Aufar, Haura Karin dan Tama berjalan masuk.


Mereka pun berjalan diantara orang-orang yang sedang menari suara yang bising karena full music, mereka pun berjalan diantara orang-orang yang sedang minum alkohol! Mereka berjalan ke meja yang biasa Aufar pake bersama teman-temannya! Dan ternyata disana ada teman-teman Aufar dan juga Tania…


"Tania!"


Tania kaget melihat Islandzandi ada ditempat ini. "Oh, Aufar… Hah, ngapain si anak mamih ini disini?!" melihat teman-teman yang dibawa Aufar sinis.


"Kenapa emangnya? Nggak boleh gue kesini?"


"Udahlah... Kalian bisa nggak kalo ketemu nggak berantem?"


Aufar merangkul pundak Islandzandi. "Dan satu lagi, gue sama Island bentar lagi mau kawin... So gue harap lo nggak ganggu Island lagi..."


"Apa? (melihat kearah Aufar kaget) Lo serius kan?"


"Yup, gue serius... (melihat kearah Reyandra dan Eolia) Hari ini boz gue yang traktir, jadi kalian puas-puasin minum dan senang-senang…"


"I... Ini serius Far?" ucap teman-teman Aufar.


"Tanya aja sama mereka..."


Eolia tersenyum. "Iya, hari ini kalian puas-puasin minum pesan apa yang kalian mau kami yang traktir karena pegawai kami (melihat Karin) Sedang berulang tahun..."


Tania pun berjalan meninggalkan Islandzandi kesal.


"See..."


"Gue balik!" ucap Tania bersiap-siap mengambil tas kesal.


Aufar memegang tangannya Tania. "Hei... Please stay here..."


"You know i can’t!" tandasnya dengan tegas.


Tania pun menarik tangannya dari genggaman Aufar lalu pergi dari hadapan mereka. Islandzandi hanya terdiam melihat kearah Aufar marah.


Haura dan Karin mengajak Islandzandi untuk duduk di meja teman-teman Aufar.


Begitu pun dengan Eolia dan Reyandra yang risih untuk bergabung bersama teman-temannya Aufar.


"Gue pengen balik!" bisiknya pada Haura.


"Udah tenang aja... (melihat kearah Eolia dan Reyandra yang sedang berbincang sambil berbisik) Gue juga risih sih kalo jadi lo... "


Reyandra dan Tama memperhatikan semua teman-teman Aufar satu persatu.


Apa ini teman-teman nakalnya Aufar yang diceritakan Island dulu?


Eolia melihat reaksi Reyandra. "Apa kalian satu SMA dengan Islandzandi dan Aufar?"


"Oh.. (tertawa) Kita nggak sekolah! Kita temenannya sama Aufar, kita datang saat Aufar butuhin kita, misalnya berantem sama genk lain... Saat Aufar lagi BT sama Island... (melihat kearah Islandzandi tersenyum) Kita nggak nyangka kalo lo beneran mau nikah sama Aufar... Gue pikir lo bakalan milih cowok bule lo... (melihat kearah Islandzandi)


Islandzandi hanya tersenyum kecut.


Reyandra terdiam serius melihat kearah teman-temannya.


"Dia bukan bule lagi, dan orangnya ada disini..." melihat kearah Reyandra sambil tersenyum sinis


Teman-temannya pun melihat kearah Reyandra tidak mengerti.


Suasana pun jadi hening saat Musik terdengar nyaring di Club.


"Dasar!! (tersenyum) Guys..." memberi isyarat pada teman-teman Aufar yang laki-laki.


Lalu mereka pun pergi mengikuti Karin dan menjaganya dari pria hidung belang.


"Ok, gue mau pesen minuman… Gue tau minuman yang bagus..."


"gue juga ikut!"


Islandzandi dan Haura pun pergi dari hadapan Aufar.


Eolia langsung merangkul lengan Reyandra. Aufar melihat kearah Reyandra.


"Gue sih malah seneng lo balik lagi sama mantan lo!"


"Kamu hanya harus menjaganya dengan baik!"


"Gue bukan lo yang harus menjaganya kayak anak kecil… Island udah gede dia tau mana yang baik dan mana yang buruk, dan gue nggak bisa ngelarang apa yang dia mau, itu cara gue menyayanginya!"


Reyandra hanya terdiam. Tak lama Islandzandi, Haura datang menghampiri meja Aufar dan membawa beberapa botol minuman sambil merokok.


Islandzandi hanya tersenyum kearah Aufar lalu duduk disamping Aufar.


"Nggak akan panas kalo kita Cuma duduk-duduk disini aja! Okay let’s the party… Wwooowww." teriaknya sambil minum dan berjalan ke kerumunan orang yang sedang menari.


Aufar membuka botol dan menuangkannya untuk mereka…


"This is for you honey..."


Islandzandi melihat kearah Reyandra lalu menerima minuman dari Aufar. "Ok!"


Aufar terdiam melihat kearah Islandzandi yang langsung meminum dengan sekali tegukan.


"Aaaakkkhh... Lagi!' menyerahkan gelas pada Aufar.


"Lo nggak papa kan?'


Islandzandi tersenyum kearah Aufar. "I'm okay..."


Eolia tersenyum kecut melihat kelakuan Islandzandi yang seperti anak kecil!


"She is so childish... Aku ke toilet dulu…" bisiknya pada Reyandra lalu beranjak meninggalkan Reyandra


Islandzandi pun sudah minum tiga gelas, Islandzandi pun mulai panas karena minum alkohol…


Islandzandi beranjak dari sofa dan berjalan sedikit oleng, saat Reyandra hendak menahan Islandzandi Aufar sudah sigap memegang tubuh Islandzandi dari belakang…


"Hei... Lo… Nggak apa-apa kan?"


Islandzandi melihat Aufar tersenyum kearahnya. "Thank you…" melihat Reyandra serius.


Reyandra terdiam melihat Islandzandi yang sudah mulai mabuk…


Reyandra berdiri menghampiri Islandzandi. "Kita bicara diluar…"


"Nggak ada yang perlu dibicarain lagi Rey… It’s over!"


"Island, saya mohon!" melihat Islandzandi serius.


Reyandra pun menarik tangan Islandzandi Saat mereka hendak berjalan pergi Aufar menghalangi jalan Reyandra!


"Lo nggak denger? Dia bilang dia nggak mau!" melihat Islandzandi serius.


"Saya bicara dengan Island bukan denganmu…" melihat Aufar mulai sedikit kesal. lalu menarik Islandzandi pergi dari hadapan Aufar.


***


Di depan pintu masuk club…


Reyandra berdiri di depan Islandzandi saling terdiam. Lalu Islandzandi pun menghela nafas.


"Apa kamu bisa seenaknya seperti ini?!"


"Emangnya kenapa? Ini hidup gue, gue berhak ngelakuin apa yang gue mau!"


Reyandra terdiam kesal melihat kelakuan Islandzandi. "Tapi nggak begini caranya Island..."


"Emang siapa lo? Lo nggak berhak ngatur hidup gue termasuk bokap nyokap gue, kalian ini merasa sok dewasa dan sok bisa ngatur kehidupan gue, yang jelas-jelas itu semua buat gue sakit... (terdiam menahan tangisnya sambil melihat serius kearah Reyandra) Dan lo... Kenapa lo bilang kalo hati lo selalu tertuju sama gue, kenapa lo bilang ingin terus berada disisi gue? Kenapa lo bilang kalo lo cinta sama gue? (teriaknya kesal meneteskan air matanya) apa itu hanya candaan seorang pria dewasa pada anak kecil kayak gue? Iya... Gue emang masih anak kecil... Cengeng... Gue emang nggak sebanding sama Eolia yang dewasa dan elegan, dan Lo nggak pernah mikir gimana sakitnya kalo dimainin kayak gini! Gue tau gue masih kayak anak kecil yang manja dan butuh banget arahan dari orang dewasa kayak lo dan bokap nyokap gue, tapi lo nggak harus memperlakukan gue kayak gini Rey…."


"Island… Saya…"


"Ok gue terima keputusan lo, tapi Gimana gue mau ngelupain lo kalo lo terus ada di hadapan gue?"


Reyandra melihat Islandzandi serius mengerutkan halisnya. "Maaf! Maafkan saya Island…"


Islandzandi menangis keras sambil jongkok. Reyandra ikut jongkok dan berusaha menenangkan Islandzandi.


Beberapa menit kemudian setelah tangis Islandzandi mereda.


Islandzandi menghabiskan air matanya dan melihat Reyandra. "Mulai sekarang lo nggak usah berurusan sama anak kecil kayak gue lagi, lo sekarang bebas... Semoga lo bahagia sama Eolia cewek dewasa yang lo cintai!"


Islandzandi pun beranjak dan pergi meninggalkan Reyandra yang masih terdiam karena kesal pada dirinya karena membuat Islandzandi jadi seperti itu.


Islandzandi berjalan ke bartender dan minta minuman, Islandzandi pun terus minum di meja Bartender itu.


Beberapa menit kemudian...


Erik dan teman-temannya duduk di bartender sebelah Islandzandi tanpa sadar kalau yang disebelahnya adalah Islandzandi.


"Wuiiihh.. Boleh juga itu cewek sebelah lo, sexy, kayaknya lagi mabuk berat tuh..."


Erik melihat kearah Islandzandi yang sedang membenamkan wajahnya ke meja, lalu melihat punggung Islandzandi yang terbuka.


"Cuma sexy... Pacar gue lebih cantik..." memalingkan muka dari Islandzandi yang masih menunduk.


Temen tersenyum. "Iya deh yang sekarang dah dapet pacar... Ya, mudah-mudahan awet ya sama yang sekarang!"


Tak lama saat Islandzandi mengangkat mukanya karena mendengar suara Erik melihat kearah Erik yang sedang berbicara pada teman-temannya.


"Erik?! (menepuk pundaknya dan menarik kerah jasnya) Haahhh… Gue seneng ketemu lo disini…"


"Island? (kaget) Jadi... (melihat teman-temannya)


"Lo kenal Rik?"


"Eu, dia..." melihat Islandzandi heran.


"Lo udah punya pacar? Siapa? Kok gue nggak tau?" ucap Island merajuk.


Tak lama Aufar dan Reyandra pun berjalan kearah mereka.


"Island, lo nggak apa-apa kan? (melihat Erik) lo?"


"Erik?!" kaget melihat pakaian Islandzandi yang terbuka.


"Hyung?! (kaget melihat Reyandra berada disana) Tumben kau masuk kesini! (melihat Islandzandi yang sedang memeluknya canggung) Apa dia mabuk?"


"Erik, ayo kita minum lagi!"


"Eu… Island kayaknya gue…"


"Ooohhh ayolaaahh… Gue kan mu kawin sama Aufar dan gue mau ngerayain semuanya… Lo harusnya seneng juga gue mau kawin..."


"Hyung..." melihat Reyandra marah.


Aufar dan Reyandra hanya terdiam.


"Hei, Aufar… Kau urus dulu Island…" memberikan Islandzandi yang sudah mabuk ke pelukan Aufar.


Aufar pun membawa Islandzandi pergi dari Erik dan Reyandra. Islandzandi masih tertawa sambil berjalan dipelukan Aufar karena pengaruh alkohol.


Erik dan Reyandra hanya terdiam.


"Maaf, Island sudah menyusahkanmu..."


"Kamu tau yang kumagsud bukan itu..." melihat Reyandra yang sedang terdiam berfikir.


"Rik… Big bos udah ada ditempat, dia pengen ketemu sama lo…"


"Aah, iya, bentar lagi kesana! (melihat Reyandra) Hyung aku…"


"Hm... Pergilah! Nanti kita bicara lagi!"


Erik pergi meninggalkan Reyandra. Saat Reyandra berjalan ke kursi Reyandra melihat Aufar dan Islandzandi berciuman. Reyandra memejamkan matanya berfikir sambil mengepalkan tangannya kesal.


Eolia yang baru datang langsung ditarik oleh Reyandra berjalan keluar dari Club itu dengan kesal!