Islandzandi

Islandzandi
Menerima Lamaran Aufar



Di Apartement Reyandra, pukul 20.00 malam…


Reyandra masuk ke Apartemennya berjalan ke ruang tv dan terkejut ada Islandzandi yang sedang tertidur di sofa…


"Island?" ucapnya lalu melihat Handphonenya dan ternyata ada Message dari Island.


...Islandzandi...


...“Rey... aku ke Apartemen kamu ya... ada yang mau aku omongin...”...


Reyandra hanya tersenyum karena baru melihat pesan dari Islandzandi, Lalu berjalan pelan menghampiri Islandzandi yang sedang tertidur…


"Maaf, karena tadi saya sibuk dan nggak sempat buka handphone... Kamu pasti nunggu lama ya..." ucapnya pelan sambil mengusap rambutnya.


"Mmhhhmm... Aku sayang sama kamu Rey…" gumam Islandzandi dalam tidurnya sambil tidak sadar memeluk lengan Reyandra.


"Saya juga sayang kamu Island…" jawabnya pelan.


Reyandra lalu duduk diatas kepala Islandzandi dan meletakan kepala Islandzandi ke pahanya sebagai alas bantal.


Reyandra menghela napas sambil bersandar ke sandaran sofa dan memijat kedua halisnya. Beberapa menit kemudian, Islandzandi terbangun dari tidurnya dan kaget melihat Reyandra sedang tertidur.


"Maaf ya, aku tiba-tiba kesini… Aku Cuma pengen liat kamu secara personal aja, nggak dengan Eolia… Kalo dikantor kamu pasti selalu bareng sama dia… Makanya aku kesini… (terdiam berfikir) Sebenernya ada hal yang mau aku bilang sama kamu... Tapi kayaknya kamu capek banget ya... Kerjaan kamu juga makin banyak... Karena project-project yang akan kamu luncurkan nanti..."


Islandzandi berjalan ke kamar Reyandra dan kembali lagi mengambil selimut untuk menyelimuti Reyandra. Islandzandi menulis di kertas dan menyimpannya dimeja depan Reyandra.


"Makasih udah nemenin aku tidur… Semoga tidurnya nyenyak... Love you Rey…"


lalu mencium Reyandra yang sedang tertidur dengan lembut.


Pukul 05.00 Pagi…


Erik yang baru pulang berjalan menghampiri Reyandra yang berada di ruang tengah…




"Hyung?! Tumben dia tidur di luar… Hyung... Hyung..."


Reyandra pun terbangun dan terkejut melihat ada Erik dan melihat selimut di badannya juga jam di tangannya ternyata sudah pagi.


"Erik?!" melihat kearah Erik bingung sekaligus kepalanya terasa pusing.


"Tumben tidur disini?" Reyandra melihat sekitar dan tidak terlihat ada tanda-tanda dari Islndzandi.


"Ah... Sepertinya saya ketiduran..." memegang keningnya sambil duduk condong kedepan.


"Dengan selimut?" sindir Erik tersenyum kearah Reyandra.


Sementara Reyandra terdiam melihat note diatas meja dan membacanya.


...“Makasih banyak ya, jangan terlalu capek, istirahat yang banyak, aku pulang... Kamu harus jaga kesehatanmu… Mulai sekarang aku nggak akan ada lagi disisi kamu jadi aku harap kamu jaga diri kamu sebaik mungkin...”...


^^^~Island~^^^


Erik melihat notesnya. "Island? Dia disini? Ngapain? Kalian balikan lagi apa Island sudah menganggap kamu sebagai kakak laki-lakinya?"


"Dia..." terdiam mengingat. "Tunggu... Bukanya dia bilang ada yang mau dibicarakan! Apa maksud kata-kata nggak akan ada disisi saya lagi?" gumamnya melihat ke arah Erik, sementara Erik melihat kearah Reyandra bingung. "Erik, saya kekamar dulu siap-siap..."


Sementara Erik menggelengkan kepalanya melihat kearah Reyandra.


"Hah.. Bener-bener nggak ngerti cara berpikir kalian... Terlalu dipersulit sama terlalu melihat pandangan orang!"


...Reyandra...


...“Island, kamu sampai dirumah dengan selamat kan? kenapa kamu tidak membangunkan saya? Kamu datang kesini pasti ada hal yang mau disampaikan kan? maaf ya… saya malah ketiduran saat kamu ingin bicara…”...


...Islandzandi...


...“nggak papa, bukan hal yang penting… aku Cuma mau liat kamu aja…“...


...Reyandra...


...“benarkah? Baiklah…kalau begitu, tapi apa magsud dari note kamu yang terakhir?”...


Reyandra terdiam melihat Line dari Islandzandi tanpa ada balasan dari Islandzandi. Lalu terdiam berfikir.


Kenapa perasaan saya tidak enak....


**


Di rumah Diandra,


Pukul 07.00 pagi...


Di ruang makan...


Pak Diandra, Bu Audrey dan Islandzandi sedang sarapan.


"Kenapa Reyandra tidak pernah kesini lagi?!"


"Reyandra sibuk sama kerjaannya…" jawab Island dengan datar.


"Benarkah? Baguslah! Apa kamu sudah memberitahu Reyandra tentang niatan keluarga Aufar untuk melamarmu? Dia bagian dari keluarga kita, jadi dia harus datang!"


Islandzandi hanya terdiam melihat kearah Pak Diandra sedih.


"Belum, nanti Island kasih tau! Aku berangkat kerja dulu!"


Islandzandi pergi meninggalkan Pak Diandra dan Bu Audrey yang masih sarapan.


"Pah… Bisakah kamu tidak memaksakan kehendak Pak Jeni? Kasian kan Island, saat ini aku rasa dia sedang merasa tertekan… Karena harus melupakan Reyandra juga harus mencintai Aufar yang jelas-jelas hanya menganggap sahabatnya! Kamu nggak memikirkan perasaan Island!" jelasnya pada suaminya dengan kesal lalu pergi meninggalkan Pak Diandra.


Sementara Pak Diandra hanya terdiam.


"Bukan maksud saya untuk tidak memikirkan perasaan Island, tapi jika tidak dari sekarang hati Island tidak akan tertuju pada Aufar. Dan akan terus menyayangi Reyandra… Saya tidak mau itu berlanjut lebih jauh lagi!" gumam Pak Diandra sambil menghela napas berat.


**


Di atap Svetovska Company…


Pukul 16.00 sore…


Aufar sedang duduk di bangku yang sudah disediakan oleh tempat itu sambil menikmati rokoknya…


"Hah... Malam ini bakalan jadi malam yang sangat special buat gue…" gumamnya tersenyum sambil mengambil box kecil dan membukanya di dalamnya ada cingcin yang akan dia berikan pada Islandzandi.


"Semoga aja Island suka sama model cingcinnya, ya kalo nggak juga gue bisa tuker balik tergantung Island yang pilih…" lanjutnya lagi dengan mengembangkan senyumnya karena apa yang dia inginkan akhirnya terwujud juga, yaitu menikah dengan Islandzandi.


Tak lama Reyandra yang baru keluar dari dalam gedung melihat kearah Aufar, lalu melihat sekitar…


Reyandra pun berjalan kearahnya dengan tenang dan santai sambil menyalakan rokoknya.


"Hah… Baru tau gue ternyata lo perokok juga!" Reyandra pun tersenyum kecut karena ucapan Aufar.


Aufar melihat kearah Reyandra kemudian tersenyum. "Hah… Tenang aja, gue nggak bakalan ngerusak perusahaan lo… Gue emang nggak suka sama lo, tapi disini gue juga punya tanggung jawab sama pekerjaan gue…"


"The answer unexpected…" ucap Reyandra melihat Aufar heran.


"Apa Island udah bisa nerima lo sebagai kakak laki-lakinya?"


"Ya?" melihat Aufar serius.


"Kemaren dia kerumah lo kan?" melihat Reyandra tersenyum penuh arti. "Apa dia udah bilang sama lo kalo dia cintanya sama lo?"


Reyandra terdiam kaget dengan ucapan Aufar masih melihat kearahnya kesal.


"You know she's not in love with you, but you still maintain your relationship with her?"


"Hmh… Gue tau kalo dia udah mantepin hatinya milih lo… Tapi gue juga tau dia nggak akan bisa ngelepasin gue… Kecuali gue yang ngelepasin dia…" tandasnya sambil tersenyum kecut kearah Reyandra.


Reyandra marah sambil menarik baju Aufar.


"I volunteered Island for you because I want her to be happy with you... But if you make him suffer, I will not release Island for you again…"


"You’re late! tonight, I will apply Island and make it to be my wife.." melepaskan cengkraman Reyandra.


"What???" Reyandra terdiam kaget.


"Om Diandra also already know that Island love, so he asked us to quickly become engaged and maybe we'll get married soon."


Reyandra melihat Aufar sedih. "meskipun kau tau kalau Island tidak bahagia?"


"Ya… And I will never let go Island!" ucapnya dengan tegas sambil melihat kearah Reyandra serius.


"ini saat yang gue tunggu-tunggu selama lima belas tahun... Sama penantiannya kayak Island yang nggak akan pernah terwujud..." lanjutnya melihat Reyandra dengan sinis.


Aufar pun berjalan meninggalkan Reyandra yang masih terdiam kaget. Reyandra pun duduk di kursi itu masih tidak percaya. "Apa Island kerumah kemarin itu hendak memberitahu masalah ini? Tapi kenapa dia tidak bilang hal sepenting ini?"


"Hah… Akhirnya ketemu juga… Kau tau aku mencarimu kemana-mana…" teriak Eolia datang kearahnya dan Eolia melihat sikap Reyandra yang berbeda. "Hey, ada apa?"


"Hari ini saya harus pulang cepat… Ada yang harus saya pastikan..."


"Let me guest, it must be Islandzandi, right?"


"Eolia…" melihat kearah Eolia serius.


"Ok, aku akan melepaskanmu kali ini, tapi tidak lain waktu, kau tau kau harus fokus ke pekerjaanmu, PR mu itu disini masih banyak dan ayah ingin kau segera membereskannya…"


"Ok, I got it, thank you Eolia…"sambil memegang tangannya tersenyum.


**


Di depan lobby Svetovska Company…


Pukul 16.30 sore…


Islandzandi, Haura dan Karin sedang berdiri…


Tak lama beberapa pegawai dari Divisi lain datang dan ikut berdiri di dekat mereka.


"Yang bener? Hah, kenapa kamu nggak bilang? Trus kamu photo?" ucap salah satu pegawai.


"Iya, ada nih sebagai bukti kalo aku nggak bohong…" balas temannya pegawai itu.


Karin melihat kearah pegawain itu.


"Ada apaan sih?"


"Itu, dia tadi mergokin Direktur lagi pacaran sama Bu Eolia di atap…"


"Hah? (kaget) Masa sih?"


"Nih buktinya…" ucap pegawai itu yang langsung memperlihatkan photonya.



contoh ya...


Karin, haura dan Islandzandi langsung melihat kearah handphone itu…


Islandzandi hanya tersenyum kecut… Karin pun mengembalikan handphonenya pada pegawai itu.


"Eu… Makasih ya atas informasinya…"


Haura dan Karin terdiam melihat Islandzandi sedih.


"Hah... Dibilang nggak ada hubungan juga tetep aja orang lain menganggap mereka pacaran iya kan?! Kayaknya gue emang nggak ada harapan buat ngejalin hubungan lagi sama dia, hubungan kita udah bener-bener berakhir Ra… d


Dan gue udah nerima lamaran keluarganya Aufar, sesuai keinginan bokap gue dan bokapnya Aufar…"


"Lo serius mau tunangan sama Aufar?" ucap Karin kaget.


Islandzandi hanya mengangguk memaksakan senyumnya pada kedua temannya sedikit berkaca-kaca.


"Malem ini dirumah bakal ada lamaran... Tar malem lo bedua kalo mau dateng silahkan..."


"Lo jangan gila Island! Lo tuh cintanya sama… (melihat kearah pegawai lain) Reyandra!" akhirnya sedikit berbisik.


"Seperti kata bokap gue, masalah cinta bisa nyusul… Nggak penting sekarang gue bahagia atau nggak! Yang jelas gue nggak bisa terus-terusan ngarep dia bakalan balik lagi sama gue, karena kalo iya juga tetep aja selama Aufar nggak ngelepasin gue, gue nggak akan bisa ngelepasin Aufar!"


Karin hanya terdiam melihat Islandzandi begitu juga dengan Haura yang lansung memeluk Islandzandi sedih.


"Hei, Lo yang sabar ya Island…"


ucap Haura melihat Islandzandi hanya terdiam menahan tangisnya yang hendak keluar.


Tak lama mobil Land Cruiser milik Reyandra berhenti di depan mereka.


Reyandra lalu membuka kaca mobilnya.


"Masuklah, saya akan mengantar kalian pulang!" ucap Reyandra sedikit berteriak tidak memperdulikan orang yang ada disekeliling mereka.


"Aku lagi nunggu Aufar…" ucapnya tanpa melihat kearah Reyandra.


"Island…" ucapnya sedikit memerintah sambil melihat serius kearah Islandzandi.


"Ah, iya kita juga ikut sampe perempatan itu ya… Yuk Rin…" melihat Karin lalu memberi kode.


"Ah, i... iya!" tersenyum kecut.


Haura dan Karin pun memaksa Islandzandi masuk ke mobil Reyandra bersama mereka berdua.


Mobil Reyandra langsung pergi dari sana, Aufar yang daritadi melihat dari dalam lobby hanya tersenyum melihat kearah mobil Reyandra yang menjauh…


"Mau kemana pun lo pergi, seberapa cintanya lo sama Reyandra, lo nggak akan pernah ninggalin gue Island! Karena gue nggak akan pernah ninggalin lo, ini adalah penantian gue selama lima belas taun... Nggak mungkin gue sia-siain lo..." gumam Aufar sambil tersenyum.