
"Rey... Emang nggak apa-apa kamu ninggalin acara gitu aja?!" ucap Island yang sedang memeluk Reyandra di tempat tidur.
"Hm... Nggak apa-apa ada Park Jae Joon dan Eolia juga..." jawab Reyandra sambil tiduran juga memeluk Islandzandi.
"Trus.. Aslinya kamu mau ngerombak staf?"
"Hm... Saya lihat selama saya disana banyak sekali pegawai dan staf yang tidak kompeten, saya sudah bicara dengan para pemegang saham dan juga Om Ferdinan dan Eolia, dan mereka setuju dengan ide saya."
"Wuaahhhh... Keren banget sih kamu Rey.. Tau nggak pas kami lagi di depan panggung dan berbicara... Aku kayak jatuh cinta sekali lagi sama kamu... Dan aku liat para tamu juga kebanyakan muji kamu..."
"Oh ya... Baguslah saya mengumumkan pernikahan saya sama kamu.. Jadi saya nggak harus meladeni klien yang hanya ingin dekat dengan saya ataupun ingin mendekati saya... Karena saya sudah punya kamu..." ucapnya lalu mencium bibir Islandzandi.
Islandzandi pun terdiam dan menikmati ciuman dari Reyandra dan berakhir lagi dengan malam panas.
karena Reyandra sekarang sudah terbiasa dengan sentuhan Islandzandi.
***
Di Svetovska Company...
Pukul 09.00 pagi...
Di ruang rapat...
Para pemegang saham sedang menunggu Reyandra dan Eolia untuk hadir diacara rapat besar, kenapa disebut rapt besar? Karena ini demi Svetovska company kedepannya, jadi para pemegang saham juga petinggi-petinggi lainnya hadir untuk merombak lagi karyawan yang tidak kompeten yang selama ini Reyandra nilai.
"Pak Ferdinan, Pak Reyandra dan Bu Eolia dalam perjalanan kesini." ucap Tama yang baru saja datang ke ruang rapat, lalu para petinggi dan Pemegang saham di Svetovska Company berdiri dari tempat duduk mereka. tak lama mereka bertiga masuk ke ruangan itu dan semua orang pun memberi bow pada mereka bertiga.
"Duduklah..." ucap Pak Ferdinan kemudian semua orang pun duduk di tempatnya masing-masing, begitu juga Reyandra dan Eolia.
***
Di sebuah cafe...
Pukul 20.00 malam...
Aufar sedang duduk di depan Reyandra yang sedang menghadap kearah Aufar.
"Aufar, saya ingin meminta bantuanmu... Saya yakin kamu tau kejadian kemarin memang sudah direncanakan oleh seseorang dan sasarannya adalah saya juga Island... Saya masih belum tau siapa dalangnya, tapi Erik dan Tama mencurigai Ronald yang ada dibalik semua ini... Meskipun dia masih dipenjara bisa saja kan dia menyuruh orang untuk berbuat seperti ini... Dan saat ini kalian sudah tidak berada di lingkungan Svetovska Company... (melihat serius kearah Aufar)
"Jadi lo pengen gue jagain Island saat di kampus?"
"Hanya kamu yang bisa menjaganya saat ini, karena kamu juga sudah masuk di kelas Reguler sama seperti Island... Saya tidak bisa selalu ada disisinya, meskipun saya menyuruh orang untuk mengawalnya tapi island pasti akan menolak dan tidak mau dan alhasil pengawal akan menjaga jarak dan itu akan percuma..."
"Hah... Lo tau sendiri kan kalo gue masih suka sama Island..."
"Saya akan menyampingkan perasaanmu demi keselamatan Island... Jadi saya mohon..."
"Gue udah bilang kan gue akan jaga Island karena keinginan gue sendiri bukan karena lo!"
Reyandra tersenyum lega. "Terima kasih... Selebihnya biar saya dan Erik yang akan mencari tau siapa yang ada dibalik semua ini..."
Aufar terdiam ragu. "Tapi sewaktu-waktu gue juga ga akan selalu ada disisinya Island! Karena jadwal pemotretan gue..." terdiam sejenak. "Kalo lo butuh bantuan buat nyelidikin sesuatu, temen-temen gue bisa bantuin..."
Reyandra kaget melihat kearah Aufar lalu tersenyum. "Baiklah... Sekali terima kasih Far..."
Mereka pun terdiam canggung.
***
Di kampus...
Pukul 10.00 siang...
Islandzandi, Haura, Karin dan Aufar sedang berada di dalam kelas sambil memperhatikan pak Indra wali kelas mereka yang sedang mengajar mata kuliah semester akhir sekaligus memberi bimbingan untuk menyusun skripsi mereka.
Ya... Setelah Launching game itu selesai pula kerja magang mereka. Alditra juga keluar dari Svetovska karena dia beralasan untuk fokus dalam kuliahnya meskipun tidak sekelas dengan Islandzandi, padahal memang agar dia bisa tau kegiatan Islandzandi dan mencari celah untuk setiap tugas yang diberikan Om Jeny padanya.
Reyandra juga sudah memberhentikan hampir setengah karyawan Svetovska dan dia pun memperbaharui kinerja untuk Svetovska kedepannya agar tidak terjadi kesalahan untuk kedua kalinya, dan beberapa pegawai baru pun sudah memperlihatkan prospek yang meningkat tajam.
Hubungan Islandzandi dan Reyandra pun semakin harmonis dan sudah tidak ada kecanggungan lagi bagi Reyandra untuk menyentuh istrinya.
Seperti malam ini keduanya tengah memadu kasih setelah Reyandra yang tengah sibuk dengan kerjaannya dan Islandzandi yang juga sibuk dengan kuliahnya.
Setelah beberapa ronde Reyandra Release di dalam Islandzandi. Setelah mereka kelelahan Reyandra memeluk Islandzandi dari belakang.
"Masih sakit?" Islandzandi hanya tersenyum mendengar pertanyaan Reyandra yang konyol.
"Kamu bahagia?"
"Tentu saja..."ucapnya sambil berbalik menjadi berhadapan dengan Reyandra. "Aku sangat bahagia... Makasih udah berusaha dan berjuang buat aku...."
"Syukurlah..." ucapnya memeluk Islandzandi erat.
***
Di depan Gedung Destiny…
Pukul 11.30 siang…
Islandzandi masih terdiam di dalam mobil memperhatikan beberapa orang wartawan yang memang masih berdiri di depan pintu masuk Gedung Destiny...
"Gila ini udah berapa minggu dari kejadian loh masih aj tu wartawan pada ngejar?! Apa gue terobos aja? Tapi mereka udah tau gue, secara kemaren gue..."
Tak lama Islandzandi keluar dari mobilnya dan berjalan kearah lobby pintu masuk Gedung Destiny... Tak lama Wartawan yang melihat kearah Islandzandi langsung berjalan mengerumuni Islandzandi dengan cepat.
"Maaf, permisi... Ya saya mau lewat!"
"Maaf tapi kami mau mengkonfirmasi kebenaran berita yang sedang santer terdengar, apa benar anda istri dari CEO muda yang terkenal bernama Reyandra Adira Pratama?" ucap salah seorang wartawan sambil memperlihatkan Artikel Reyandra selama masih di LA.
Islandzandi terdiam kaget melihat kearah Artikel itu.
Saat para Wartawan sedang mengelilingi Islandzandi tak lama Aufar berjalan ke tengah-tengah kerumunan itu dan menarik tangan Islandzandi keluar dari kerumaunan wartawan dan masuk ke lobby Gedung Destiny. Islandzandi masih terdiam.
"Island! Island?!"
"Hah? Aufar?"
"Lo nggak apa-apa kan?"
"Gue nggak apa-apa Cuma…"
"Lo bego apa gimana sih? Udah dibilangin jangan keluar dulu!" ucap Aufar sedikit membentak.
"Ya, kalo terus-terusan lari para wartawan itu nggak akan berhenti ngikutin…"
"hah… Lo mau ngejelasin semua insiden ini sama salah satu wartawan? Gue bakalan cariin wartawan yang bagus, tapi nggak gini caranya Island!"
"Abis ini jadi ngeganggu ke semua kan… Yang lain juga jadi risih kalo kayak gini terus…"
Tak lama Aslan datang ke Lobby dan menghampiri Islandzandi juga Aufar.
"Kalian udah datang? Aufar kamu tunggu di ruangan ada Vincent yang akan kasih tau sama kamu tentang lomba… Dan Island… Kita ke ruang meeting ya, Klien yang akan membahas videoklip Game…"
"Hah, tapi…" ucap Islandzandi bingung.
Aslan pun mendorong tubuh Islandzandi ke dalam gedung.
***
Di ruang Meeting…
Saat Aslan dan Islandzandi masuk ke Ruang Meeting, Islandzandi kaget karena ada banyak orang yang hadir di ruangan itu termasuk Park Jae Joon dan Sekretarisnya.
Juga Klien yang membuat Game tersebut.
"Nah, ini dia Brand Ambasador kita…" ucap Aslan kepada orang yang ada di ruangan itu.
Aslan mempersilahkan Islandzandi untuk duduk dan memberikan sebuath Scene yang akan diperankan oleh Islandzandi.
Islandzandi pun membaca Scene tersebut masih bingung.
Aslan melihat kearah Islandzandi yang masih bingung. "Island, kau masih kenal dengan Klien kita kan? Pak Taufiq juga Stafnya…"
"iya, hallo pak Taufiq.... "
"Saya kaget ketika tau kalau anda adalah istri dari Pak Reyandra, dan karena Nyonya Island hanya dengan 1 malam saja Game yang tadinya akan ditarik lagi oleh kami malah menjadi pencarian no. 1 dan banyak sekali yang mendownload Game ini… Makanya kami memutuskan untuk meneruskan promo Video Klipnya…." jelas Pak Taufiq.
"Wuaaahhh hanya dalam 1 malam? Kok bisa?"
"Thanks to your husband…" melihat kearah Islandzandi dengan menilai gerak gerik Islandzandi.
Islandzandi melihat kearah Park Jae Joon.
"Anda masih ingat saya kan Nona? Saya sahabatnya Reyandra..."
"Iya, yang ngejar Eolia kan?" Sekretaris Park Jae Joon dan Aslan tersenyum canggung. Sementara Park Jae Joon terdiam.
"Aaahh apa Reyandra yang bilang?" Islandzandi hanya mengangguk polos.
"Ah, iya saya lupa beliau adalah atasan saya beliau yang mempunyai hak cipta dari Game Dragon Nest ini… Dan beliau ingin terlibat di promote ini…" jelas pak Taufiq.
"Kenalkan saya sendiri adalah Sekretaris beliau Arga."
"You know what Island? I was curious about his wife so I came here to meet you directly… Nice to meet you Islandzandi…" ucap Par Jae Joon penasaran.
"Ah… Ya... okay… Nice to meet you to Mr Park Jae Joon…" tersenyum kearah Park Jae Joon.