
Di Apartement Reyandra,
Pukul 24.00 pagi…
Di ruang kerja Reyandra masih berkutat dengan Laptop mengerjakan kerjaannya.
Tak lama Erik yang sudah beres memanggang steik menghampiri Reyandra di ruang kerjanya dan memperhatikan tingkah Reyandra.
"Haaahh... Mau di LA, disini sama aja kesepiannya... (ucapnya pelan) Hyung... Makan dulu tadi juga aku beli minuman kesukaanmu..."
"Ah... Ya... Saya segera kesana..."
Reyandra pun mematikan Laptopnya dan berjalan keluar mengikuti Erik.
"Island masih belum ngehubungin? Hm?!"
"Hmm... (sambil meminum minumannya) Dia sama sekali nggak bilang apa-apa sama kamu?"
Erik terdiam. "Nggak sih, tapi kayaknya tiap malem dia selalu minum deh... Aku denger dari crew makeupnya Island... tiap mlem mereka selalu ada acara di club..."
Erik pun terdiam melihat Reyandra lalu meminum minumannya juga menemani Reyandra...
Satu jam kemudian...
...Kode salah silahkan anda mencobanya lagi...
Terdengar suara pintu Apartement Reyandra yang dibuka tapi salah menekan Passwordnya. Erik dan Reyandra pun terdiam saling pandang. Mereka berdua langsung berjalan ke pintu dan melihat di monitor siapa yang berusaha membuka pintu. Dan mereka terdiam saat melihat Islandzandi yang sedang mabuk berusaha membuka pintu Apartementnya.
Island?!
Reyandra melihat kearah monitor kaget.
...kode salah silahkan anda mencobanya lagi...
"Shhiitt, Anj***! Go****... Kok nggak bisa sih? Berapa siiihhh paswordnya? Gue yang bego apa bagaimana ya.... Hmmm… (berfikir dengan badan tidak stabil karena mabuk) Apa ganti lagi?" Gumam Islndzandi layaknya orang yang sudah mabuk parah. Dia terus berusaha membuka kunci password lalu memukul pintu apartment Reyandra kesal, terakhir Island menendang pintu Apartment areyandra dengan kakinya.
Erik pun tersenyum melihat kelakuan Islandzandi saat mabuk.
"Hyung, sebelum dia makin meracau nggak jelas, merusak pintu apartmentmu dan nggak enak juga didenger tetangga. Mending dibukain pintunya deh, takutnya disangka ada apa-apa lagi sama para tetangga... Biar aku yang mengalah..." ucap Erik sambil memberi kode pada Reyandra sambil berjalan ke ruang tengah membawa jacketnya lalu berjalan kearahnya membukakan pintu.
Islandzandi melihat kearah Erik. "Eriiiiikkkkkkk (memeluk Erik lalu memegang pipi Erik) Lo ngapain disini? Khawatir ya sama gue? Lo emang temen ter the best deh..."
"Wooow Woooow Woooow!!! (kaget) Hei... Island... Ini... Lepas ya... Lo kesini buat ketemu Reyandra kan?" ucapnya melepas kedua tangan Islandzandi yang tengan memegang kedua pipinya lalu melihat kearah Reyandra yang berada di belakangnya terdiam melihat kelakuan Islandzandi.
"Mmmmmhhh tapi lo lebih baik ketimbang Reyandra.... Reyandra saaaangat nggak peka!"
"Hyung, apa kamu akan berdiam diri terus? Iniii tolong ini berat Hyung... (mendorong tubuh Islandzandi kearah Reyandra pelan) Hah... Ok Hyung, aku pergi dulu ya..." ucapnya langsung pergi meninggalkan Islandzandi yang sedang terdiam di pelukan Reyandra.
"Island... Ayo kita masuk!" sambil memapah Islandzandi kedalam Apartemennya.
Di ruang tengah...
Reyandra membantu Islandzandi untuk duduk di sofa, karena tidak seimbang Reyandra pun ikut duduk disamping Islandzandi.
"Hah... Island.... (memegang wajah Islandzandi dan melihat mukanya yang merah) Kamu habis minum berapa botol? Minum sama siapa tadi? Island..." ucap Reyandra sedikit tegas.
Islandzandi melihat Reyandra mulai berkaca-kaca.
"Hiks... Hiks.. Kamu jahat banget sih Rey.. Tau aku marah bukanya dibaikin dihibur ini malah nggak ngehubungin sama sekali... Asal kamu tau aja ya, aku marah Cuma saat itu aja kok... harusnya kamu ngerti dong... Kenapa sih kamu nggak ngerti banget! huuu...huuu.." rengeknya sambil menangis.
"Hah... Iya, saya minta maaf karena nggak ngerti maksud kamu... Saya bawakan obat pereda mabuk dulu, tunggu sebentar..."
Islandzandi pun terdiam sambil memejamkan matanya. sementara Reyandra mengambil obat pereda mabuk dan air putih di dapur.
Sejenak Reyandra terdiam sambil berfikir lalu tak lama dia berjalan menghampiri Islandzandi di ruang tengah.
"Island.... Ini minum dulu..."
Islandzandi meminum air putih itu sambil terdiam sejenak memperhatikan Reyandra yang masih terdiam dengan serius.
"Aaaaahhh... hahaha... Hah, Apa cewek itu cinta sama kamu, sayang sama kamu? Aku liat sih dia sangat dewasa, nggak kayak aku yang masih kayak anak kecil... Iya kan?" ucapnya mulai sedikit tenang.
Reyandra melihat Islandzandi.
"Island... Dari dulu yang saya sayangi dan saya cintai adalah kamu..."
Islandzandi tersenyum kecut. "Tapi... Selama kalian pacaran kalian---"
"Saya harus bagaimana supaya kamu percaya lagi sama saya dan tidak membahas itu, karena itu sudah lama sekali!"
"Kiss me!"
Reyandra terdiam melihat Islandzandi. "Island saya…"
"Kenapa? Apa aku kayak anak kecil dan dia keliatan dewasa? Jadi kamu bisa bebas nyium dia atau bahkan mungkin lebih dari ciumaan? Ya, meskipun kamu bilang kamu nggak pernah tidur sama dia, tapi---"
Reyandra terdiam mulai sedikit kesal melihat Islandzandi. Sementara Islandzandi melihat Reyandra serius. Reyandra pun mulai mendekati Islandzandi dan mencium bibir Islandzandi. Islandzandi pun menerima ciuman Reyandra setelah menunggu lama kesempatan ini…
Beberapa menit kemudian Reyandra mulai mendorong tubuh Islandzandi menjadi terlentang dengan posisi tubuh Reyandra berada diatas dan masih mencium bibir Islandzandi dengan yang penuh gairah.
Islandzandi pun melihat kearah Reyandra sedikit heran karena Reyandra yang sekarang berbeda dari biasanya.
"Aaaaahh… (tandasnya mendesah sambil memejamkan matanya) Rey..."
Tangan Reyandra mulai memegang pundak Islandzandi dan menarik pakaian bagian leher Islandzandi sampai robek dan memperlihatkan sedikit bagian dadanya. Reyandra mencium leher Islandzandi sambil sedikit mengigit leher Islandzandi.
"mmmmhhhpppp!" gumam Islandzandi tertahan karena kaget dengan gigitan Reyandra.
"Kamu tau, jangan pernah menantang seorang pria untuk melakukan hal semacam ini padamu, meskipun itu pada saya… Karena saya juga seorang laki-laki bisa saja membuat kekhilafan seperti ini!" Bentaknya pada Islandzandi.
Islandzandi yang terkejut karena bentakan Reyandra hanya terdiam mulai menangis sambil membenarkan posisi duduknya menutupi bagian dadanya.
Reyandra pun hanya terdiam melihat Islandzandi yang mulai menangis sedikit menyesal karena memarahinya.
Reyandra pun beranjak ke kamarnya dan mengambil selimut menutupi bagian dadanya lalu memeluk Islandzandi.
"Maaf, karena saya membentak kamu barusan... Saya lupa kalau kamu tidak biasa dibentak... Saya baru melakukan sampai sejauh ini sama kamu! Dan saya tidak mau mengulanginya sampai saya benar-benar meminta ijin secara resmi pada kedua orang tuamu! Kau mengerti?!"
"Iya! Uwooo..." Islandzandi menahan mualnya ingin muntah lalu berjalan kearah toilet sempoyongan karena masih mabuk. Reyandra yang meligat Islandzandi yang hendak terjatuh pun langsung menangkap tubuh Islandzandi. Dan karena sudaj tidak tahan Islandzandi pun muntah di pakaian Reyandra sampai terkena seluruh tubuh Reyandra. Islandzandi pun terkulai lemas di pelukan Reyandra tidak sadarkan diri.
Reyandra pun hanya busa terdiam tanpa berkata apa-apa dan tentunya pasrah dengan keadaannya.
Hah... Untung saya sayang kamu Island!
melihat kearah muntahan juga keadaan Islandzandi yang sangat kotor.
Bagaimana ini sekarang? Apa yang harus say lkukan terlebih dahulu?
Kayaknya gue harus ngelepas Aufar… Meskipun Aufar bakalan ngejauhin gue… daripada gue harus jauh sama Reyandra lagi… jujur aja gue nggak bisa hidup tanpa Reyandra… dan sekarang rasa sayang gue malah tambah banyak sama Reyandra… gue juga mulai percaya lagi kata-kata Reyandra… Rey… aku bener-bener sayang sama kamu dan nggak mau kehilangan kamu lagi… ~Islandzandi~
**
Di depan lobby Apartement Reyandra...
Taksinya Haura masih berada di depan Apartemennya dan melihat kearah Lobby takut Islandzandi balik lagi.
"Mau nunggu berapa lama lagi nih non?" ucap Supir taxi itu tidak sabar.
Haura melihat jam di tangannya. "Oh... Kayaknya dia udah ketemu Reyandra ya... Ya udah langsung pergi aja Pak..." ucap Haura menghela napas lega.
"Baik Non..."
Tak lama saat Mobil Taksi Haura melewati Lobby Apartemennya dia melihat Erik yang baru keluar dari lobby Apartement Reyandra. Haura pun kaget melihat kearah Erik.
"Loh dia kan cowok misterius itu? Kok dia keluar dari sini sih? Masa iya dia satu Apartement sama Reyandra? Kebetulan banget sih?!"
**
Esoknya…
Di rumah keluarga Diandra…
Pukul 09.00 pagi…
Islandzandi heran karena di rumahnya sangat sepi, Islandzandi pun bergegas kedalam kamarnya lalu pergi ke dapur menemui bibi.
"Bi, kok sepi, Mam sama Papah pada kemana?"
"Nggak tau Non, tadi subuh Ibu sama Bapak sudah bangun terus buru-buru pergi, tapi Ibu nggak bilang mau pergi kemana…" ucap Bibi.
"Oh, kemana ya? Tumben amat!"
"Mau sarapan Non?!"
"Nggak, tadi pagi udah makan di rumah temen…"
Tak lama Mobil Pak Diandra terparkir di Garasi, tak lama Pak Diandra dan Bu Audrey masuk kerumah.
"Bii, Island udah pulang?" teriak sang Momy dari ruang tengah.
Tak lama Islandzandi berjalan ke ruang tengah.
"Udah Mam, dari tadi… Kenapa sih? Mam kemana aja kok pagi-pagi udah pergi aja..."
"Kamu dari mana aja? Katanya nginep di kosannya Haura tapi tadi Haura dan Karin ada di rumah sakit sementara kamu nggak ada?" ucap Sang Ayah terdengr tegas dan terlihat kecewa melihat Islandzandi.
Islandzandi kaget. "Rumah sakit? Emang siapa yang sakit Pah?"
"Jawab dulu pertanyaan papah! Nginep dimana kamu tadi malem?"
Islandzandi melihat kearah Bu Audrey memelas, Bu Audrey tidak bisa berbuat apa-apa karena Pak Diandra sedang benar-benar marah.
"Aku... Aku nginep di Apartementnya Reyandra, Pah…" ucapnya menunduk sangat menyesal krena sudah ketahuan berbohong pada Ayahnya.
Bu Audrey langsung mendesah kecewa.
"Bagus! Udah mulai nggak bener kamu sekarang! Tiap hari kerjaannya minum, sekarang mulai berbohong! Reyandra pulang tapi kamu malah jadi kayak gini! Papah benar-benar kecewa sama kamu!" Tandasnya sambil berlalu dari hadapan Islandzandi.
"Tapi ini bukan salah Reyandra pah.."
"Masih berani membela Reyandra?! Harusnya Reyandra menghubungi kita klu kamu ada di rumahnya! Apa yang kalian berdua lakukan?"
"Sumpah Pah, kita nggak ngelakuin apa-apa, Aku cuma nggak sadar aja lagi mabuk trus tiba-tiba ada di Apartment nya Reyandra." Jelasnya sambil menangis.
Bu Audrey pun berjalan ke dekat Islndzandi menenangkannya.
"Handphone kamu sengaja di matiin? Kamu tau, mamam sama papah jadi nggak bisa ngehubungin kamu…"
"Iya, maafin Island… (ucapnya cemberut) Island ga sengaja..."
"Kamu ganti baju, Mamahnya Aufar tadi malam ngedrop lagi, dan sekarang lagi dirumah sakit, keadaannya sangat kritis, Aufar pun susah buat ngehubungin kamu. Sekarang Haura sama Karin ada di rumah sakit nemenin Aufar. Hah, mam nggak bisa bantu kamu… Kamu juga nggak bilang kalau mau nginep di rumah Reyandra. Dan Reyandra juga nggak bilang kalau kamu ada dirumahnya. Kalian nggak ngelakuin apa-apa kan?"
"Nggak kok Mam, sumpah, Reyandra tidur di ruang tengah… Mam kan tau sendiri Reyandra kayak gimana…"
"Kan Mam udah bilang komunikasi terus dijaga, jadi Mam tau kamu ada dimana-dimananya... Ya sudah, kamu siap-siap, kita ke rumah sakit, temenin Aufar, dia lagi butuh kamu!"
"Iya…" ucap Islandzandi cemberut.