
Sarah menarik Cristin keluar dari apartemennya, Sarah melempar semua pakaian Cristin keluar.
"keluar kau dari sini!! jika sampai kau berani menunjukkan muka di hadapan keluargaku terutama Zain maka akan ku pastikan kau dan anakmu itu tidak selamat, aku juga akan menyebar luaskan berita kau yang hamil di luar nikah ke seluruh media sosial agar karir yang sedang kau kejar hancur dan di DO dari kampus." pekik Sarah.
"jangan aku mohon, hiks.. aku akan pergi tapi izinkan aku bertemu dengan Zain sekali saja." ucap Cristin menangis tersedu dengan mengatupkan kedua tangannya.
Sarah melipat kedua tangannya, ia menyeringai ke arah Cristin.
"heh kau pikir anakku itu mau dengan wanita kotor seperti mu, Zain tidak akan pernah bisa lagi kau temui karena dia telah pergi meninggalkanmu. dia pergi ke luar negeri mengejar cinta sejati yang pernah singgah sebelumnya, mereka akan bertunangan dan melangsungkan pernikahan jangan kau pikir dengan menyerahkan tubuhmu Zain akan menikahimu? hahaha.. jangan mimpi!! aku tidak akan pernah Sudi mempunyai menantu murahan sepertimu, lebih baik kau pergi dan gugurkan kandunganmu untuk apa kau mempertahankannya ayahnya saja tidak mau mengakui dan malah pergi meninggalkan mu sendiri demi mengejar wanita lain." ucap Sarah tersenyum miring.
bak tersambar petir di siang bolong mendengar ucapan Sarah, tubuh Cristin lemah tak bertenaga Air mata nya mengalir dengan deras menyesali perbuatannya yang dengan mudahnya mempercayai ucapan Zain.
Sarah mengunci pintu apartemen cristin, dia berlalu meninggalkan Cristin yang saat ini sedang hancur. Sarah tersenyum penuh kemenangan, dengan langkah gontai cristin menyeret koper keluar dari apartemen yang pernah ia tinggali bersama Zain.
"tenanglah nak kau tidak bersalah disini akulah yang bersalah, aku akan tetap mepertahankan dirimu sampai lahir dan aku juga akan membesarkan mu dengan sepenuh hati, kita akan berjuang bersama." gumam Cristin mengusap perutnya yang masih rata.
5 bulan berlalu. perut Cristin semakin membuncit dia di berhentikan dari dunia entertain karena ketahuan hamil, mereka hanya menerima wanita yang belum menikah agar fokus dalam film yang akan mereka rilis, pada akhirnya Cristin bekerja di sebuah cafe yang tidak terlalu besar.
saat Cristin hendak menyebrang sebuah mobil menyerempet tubuhnya hingga terpental , darah segar keluar dari jalan lahir dan juga dari kepalanya. mobil yang menabrak Cristin langsung melesat pergi saat orang-orang mulai mengerumuni tubuh Cristin, seseorang memanggil ambulance dan beberapa orang lainnya membantu mengangkat Cristin membawanya ke rumah sakit terdekat.
Zara selaku teman baik Cristin menemani temannya yang mengalami koma selama beberapa hari, saat terbangun dari komanya Cristin histeris mendapati perutnya yang membesar kembali rata. dia kehilangan calon buah hatinya, Zara dan dokter mencoba menenangkan Cristin yang terus histeris sampai akhirnya dokter menyuntikkan obat penenang padanya. Cristin mengalami depresi selama 2 bulan, setelah sembuh dari depresinya Cristin ikut bekerja dengan Zara di sebuah restoran ternama milik keluarga Adijaya
*************************
mohon maaf untuk para readers semua, kemarin sudah di usahakan update seperti biasanya tetapi ada kendala saat mengupdate episode baru, beberapa kali tidak lolos review hanya satu yang lolos jadi harus di perbaiki lagi.
meskipun harus menghapus episode yang sudah di buat, tapi insyaallah sekarang bisa teratasi.
Happy reading again 🤗