Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 74



"Kenzo, Kenzi ada yang mau menjelaskan kepada Bunda?!" tegas Karin.


"Kenzo yang memulainya Bunda, dia tidak terima saat aku berteriak memanggilnya tadi, jadi dia mencoreng wajahku dan aku membalasnya." adu Kenzo dengan menunjuk ke arah Kenzo.


"maaf Bunda habisnya gara-gara Kenzi ice cream ku terlempar ke arah bunda, dan aku juga tidak bisa memakannya lagi." ucap Kenzo.


Karin menurunkan tangannya dari atas pinggang, dia mengusap dadanya sambil mengatur nafasnya agar tenang, menghadapi anak-anak itu tidak boleh dengan emosi harus tetap tenang meskipun rasa marah sudah naik ke ubun-ubun.


'astagfirullah'.. Astaghfirullah..' batin Karin mengucap istighfar.


"Raisa." Karin memanggil Raisa, sepertinya dia memerlukan bantuan temannya itu.


Raisa sedang berada di dapur, dia bertugas untuk mengelap piring dan juga gelas yang sudah di cuci oleh karyawan lain. Raisa merasa di panggil akhirnya keluar dari area dapur, dia menghampiri Karin yang sedang mengusap-usap dadanya.


"kamu kenapa Rin ?" tanya Raisa.


"coba kau lihat di sana?" Karin menunjuk kedua anaknya.


Raisa mengikuti arah telunjuk Karin. Raisa langsung menutup mulutnya, dia syok melihat si kembar yang sudah berubah warna.


"Astaghfirullah." ucap Raisa kaget.


"kau bisa membantuku untuk membersihkan dua anak ini?" tanya Karin.


"baiklah, tapi bagaimana dengan baju mereka? bajunya kotor semua?" ucap Raisa bingung.


"iya juga ya? ya sudah, aku minta tolong pada mu Raisa. kau ambil ATM ini, tolong kau belikan baju untuk mereka, kau kira-kira saja ukurannya atau bilang saja untuk anak umur 5 tahun." ucap Karin menyodorkan kartu ATM miliknya.


"baiklah."


Raisa mengambil ATM Karin, dia langsung pergi ke toko baju yang berada di seberang cafe. Karin mengajak si kembar untuk membersihkan wajah keduanya, karena Kenzo dan Kenzi tidak membawa baju ganti jadi Karin harus menunggu Raisa membeli baju yang baru, tidak mungkin Karin membiarkan calon anak sambungnya memakai pakaian kotor.


saat hendak masuk ke toilet hp Karin berbunyi.


kriing .. kriing ..kring ..


Karin mengambil hp di saku celananya, dia membuka layar hp tertera nama 'Mas Rafka' Karin menggeser tombol berwarna hijau dan telepon itu tersambung dengan Rafka.


"Hallo, assalamualaikum." ucap Rafka.


"waalakumsalam salam, Mas" jawab Karin.


"sayang kata mama anak-anak lagi sama kamu ya?"


" iya mas, ini mereka ada di samping aku."


"coba alihkan ke video call sayang, mas mau lihat anak-anak."


Karin menuruti kemauan Rafka, dia memencet tombol untuk video call dan langsung muncul wajah Rafka yang tengah tersenyum manis padanya.


Karin tersenyum malu, sedangkan Rafka terkekeh melihatnya.


"ihh mas, malu tau ada anak-anak juga."


"ya gapapa juga sayang, kan emang bener kamu itu calon istri mas dan juga calon Bunda mereka."


"sudah ah mas maluuu, katanya mau lihat anak-anak?" ucap Karin salah tingkah.


"hihihi.. ya sudah, tolong arahkan hp nya ke si kembar sayang."


Karin menekan tombol layar belakang dan mengarahkannya pada si kembar.


"Astaghfirullah." kaget Rafka. dia memelototkan matanya, tadinya Rafka bersandar di kursi kerjanya namun melihat kondisi anaknya dia langsung menegakkan tubuhnya.


Karin menahan tawanya melihat ekspresi kaget Rafka, si kembar cengengesan mendengar sang Daddy yang terkejut.


"ya Allah, kalian kenapa sampai buluk kayak gitu?" tanya Rafka dengan keterkejutannya.


"biasalah mas, namanya juga anak-anak." jawab Karin.


"ya Allah sayang, maaf ya sudah merepotkan kamu." ucap Rafka tidak enak.


tiba-tiba Raisa datang membawa paper bag yang berisi pakaian untuk si kembar, Karin langsung mengambilnya dan pamit pada Rafka untuk membersihkan tubuh Kenzo dan Kenzi.


"mas aku tutup dulu telponnya ya, aku mau bersihin dulu si kembar, mas jangan lupa makan ya."


"iya sayang kamu juga jangan lupa makan, maaf jika si kembar sudah merepotkan kamu "


"tidak apa-apa mas."


Tuut..


sambungan telpon pun terputus.


"Sa maaf ngerepotin lagi, bisa bantuin bersihin mereka gak?" tanya Karin.


"bisa dong, apa sih yang enggak buat calon keponakan sendiri." ucap Raisa menaik turunkan alisnya.


karin terkekeh mendengar jawaban Raisa.


"bisa aja kamu kalau ngomong."


"ayo ponakan-ponakan aunty, kita bersihin dulu wajah kalian." ajak Raisa.


"Kenzi kamu sama aunty ya, Kenzo sama Bunda."


Kenzo dan Kenzi mengangguk patuh. mereka mengikuti Karin dan juga Raisa, keduanya langsung di bersihkan agar tidak buluk seperti tadi.