
Berita Karin melahirkan sudah menyebar ke telinga sahabat dan juga keluarga lainnya, setelah beberapa jam berada di rumah sakit kini Karin di perbolehkan pulang.
" bu Karin dan juga baby triplet sudah di perbolehkan pulang, jangan lupa di minum vitaminnya dan juga babynya di jemur setiap pagi" ucap dokter Khaila.
"terima kasih dokter." ucap Rafka.
Baby triplet kini sedang tidur di pangkuan Karin, mama Ayu dan juga Papa William. Sedangkan Rafka dia bersiap-siap untuk pulang, dia mengambil baju kotor lalu memasukkannya ke dalam tas yang sudah di sediakan, pak Dani membantu majikannya membawa barang yang akan di bawa pulang. Tak lupa Rafka membawa kursi roda untuk istrinya, si kembar terus menoel-noel pipi baby triplet yang sedang tertidur dengan nyenyak.
"Bunda, ayo ma bantu duduk." ucap Rafka.
"iya mas, tapi pelan-pelan ya soalnya masih ngilu." ucap Karin.
Rafka menggendong tubuh Karin dan mendudukkannya di atas kursi roda, Rafka myerahkan salah satu bayi kepada Karin lalu ia mendorong kursi roda keluar diikuti oleh si kembar, papa William dan juga mama Ayu yang menggendong masing-masing bayinya masuk ke dalam mobil.
"markipul, mari kita pulang." ucap Kenzi.
Pak Dani melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di dalam mobil Karin tetap menyusui bayi pertama yang terus merasa haus berbeda dengan dua bayi lainnya yang anteng di pangkuan oma dan opanya.
Di mansion Rafka banyak orang yang sibuk mendekor ruang utama yang kini sedang dihias sedemikian rupa untuk menyamabut kedatangan Baby triplet, saat di rumah sakit mama Ayu diam-diam menghubungi Reza memberitahukan kabar mengenai kepulangan Karin. Para keluarga begitu antusias menyambut kedatangan baby triplet, dari mulai Surya, Kiki dan juga Lusi kini mereka ada di mansion Rafka.
Mobil yang di tumpangi Karin kini sudah sampai di halaman rumah, Rafka keluar terlebih dahulu mengambil kursi roda untuk Karin. Setelah Karin duduk Rafka mendorong kursi roda masuk ke dalam rumah di susul oleh si kembar dan juga orangtua Rafka, saat pintu terbuka betapa terkejutnya Karin melihat anggota keluarganya yang lain ada di dalam Mansion.
"SURPRISE, WELCOME TO THE WORLD BABY." ucap semua orang serentak.
Semua orang terkejut melihat ada tiga bayi kembar yang datang, namun Rafka menjelaskannya dengan senang hati sampai akhirnya keluarga yang lainnya mengerti.
"siapa nama bayinya kak?" tanya Reza.
"Yang pertama aku berinama Keenan mahendra Adijaya, kedua Kevin danendra Adijaya, dan yang terakhir Kirani Dawinta Adijaya." ucap Rafka.
"nama yang bagus." ucap Karin.
Semua orang tersenyum kecuali Raisa yang terlihat murung, Mama Ayu menyerahkan bayi yang di gendongnya ke pangkuan Lusi lalu menghampiri Raisa, dia merangkul menantunya agar tidak bersedih.
"jangan bersedih, Tuhan pasti mempersiapkan yang terbaik untukmu dan juga Reza hanya saja Tuhan ingin kalian bersabar menghabiskan waktu untuk berduaan sebelum nanti bertiga." ucap mama Ayu.
"tidak apa-apa ma, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua." ucap Raisa menundukkan kepalanya.
"katakan saja Raisa." ucap Papa William.
"se-benarnya kau sudah hamil, sekarang usia kandunganku sudah menginjak bulan ke dua." ucap Raisa dengan mata yang berkaca-kaca.
Mama Ayu menarik tubuh Raisa dia memeluknya dan mengusap perut Raisa yang masih rata, Reza pun menutup mulutnya tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi ayah sebelumnya Raisa tidak memberitahu suaminya karena takut hasilnya akan kecewa, sampai dia memberanikan diri untuk datang ke dokter kandungan memastikan bahwa sudah tumbuh janin yang ada di dalam perutnya sebelum menunjukkan hasilnya kepada suami dan keluarganya, Surya memeluk anak satu-satunya dengan penuh kasih sayang, kini kebahagian keluarga Adijaya semakin bertambah dengan kabar kehamilah dari Raisa.
... TAMAT....