
" sekarang kamu tau mereka kemana?" tanya Rafka.
" kalau itu sih kurang tau Tuan, soalnya tadi mereka langsung lari." jawab Ajeng apa adanya.
" ya sudah terimakasih , kamu boleh kembali bekerja." ucap Rafka.
Ajeng pamit undur diri dari hadapan Karin dan juga Rafka.
" kemana mereka ya mas?" tanya Karin.
" nanti mas cek Cctv biar gak pusing nyarinya, nanti mas kabarin kamu kalau mereka udah ketemu." ucap Rafka.
" kalau udah ketemu cepet kabarin aku ya mas." ucap Karin.
Rafka menganggukkan kepalanya, sekilas dia mengecup kening karin sebelum dia pergi ke ruang Cctv. sampai di ruang Cctv Rafka langsung membuka semua kamera yang ada di setiap penjuru hotel, dengan lihainya Rafka langsung menemukan kemana ketiga anaknya pergi.
" Astagfirullah, apa lagi yang mereka lakukan ya Allah." keluh Rafka
Rafka langsung menghubungi Karin, dia memberitahukan dimana ketiga anaknya berada dan meminta Karin untuk segera menyusulnya.
Karin pamit kepada Mama Ayu untuk menyusul suaminya. Mama Ayu tidak bisa ikut menemani Karin karena prosesi sungkeman akan segera di mulai.
dengan Buru-buru karin berjalan ke arah luar, disana dia melihat suaminya yang sedang berkacak pinggang melihat kelakuan anaknya.
" Ya Allah anak-anak apa yang kalian lakukan? kenapa kalian jadi kotor begini?" cecar Karin.
ketiga anaknya tak mendengarkan ucapan Karin, mereka malah dengan asyiknya menangkap ikan yang berada di belakang hotel. tubuh ketiganya kotor dan berkumpul, jas mahal yang di pakai Kenzo dan Bagas seakan tiada artinya bagi kedu anak lelakinya apalagi gaun kenzi yang berwarna putih kini berubah warna menjadi hitam.
" Kenzi tangkap ikannya pakai baju kamu yang kayak saringan itu, biar dapetnya banyak." teriak Kenzo.
"masa baju aku di pake buat nangkep ikan sih kak?" omel Kenzi.
" biar banyak dapetnya dek" jawab Bagas.
" abang pegangin dong bajunya bang." ucap Kenzi.
Bagas menuruti permintaan Kenzi, Kenzo mengambil plastik yang entah darimana ia mendapatkannya untuk di jadikan wadah ikan yang di tangkapnya.
" yuhuu ikannya banyak." ucap Kenzo dengan riang.
melihat kenakalan yang di lakukan ketiga anaknya membuat nafas Karin mendadak sesak, namun meskipun begitu ada sisi lucu yang mereka lakukan dimana Kenzi harus mengikuti kemana Bagas menarik baju bagian belakangnya. Rafka hendak memarahi ketiganya karena tidak mendengarkan ucapan Karin, namun Karin segera menghentikannya. karin membuka Hp nya dan merekam tingkah si kembar dan Bagas, lalu dia menyimpannya.
"sebentar lagi Bunda." ucap Kenzi.
" Bunda kasih waktu 5 menit lagi." ucap Karin.
" sayang kok di tambahin lagi waktunya? biar mas aja yang urus mereka, gak ada kapoknya emang ya? heran kenapa mereka semakin nakal kayak gini sih." gerutu Rafka.
" nanti di bahasnya ya mas, kamu diam aja dulu serahin semuanya sama aku." ucap Karin.
" huuhh, iya iya mas percaya sama kamu." ucap Rafka.
karin melihat jam di hp nya, dia kembali menyuruh ketiga anaknya untuk naik.
" ayo udah 5 menit, sekarang kalian naik." ucap Karin.
" iya Bunda " jawab ketiganya.
Si kembar naik di bantu oleh Rafka, Karin membawa si kembar dan Bagas naik ke lantai atas untuk di bersihkan. Rafka sudah memanggil Zidan untuk membawakan jas dan gaun untuk pakaian ganti para kurcaci pembuat onar, sampai di lantai atas mereka di sambut oleh Zidan yang sedang berdiri di depan pintu.
" Astaga, loe bawa para anak nakal ini darimana kak kok mukanya jadi pada cemong gini?" tanya Zidan.
" dari kolam belakang hotel." jawab Rafka.
" mas aku bersihin mereka dulu yah." ucap Karin.
"mas bantuin yah?" tawar Rafka.
" gak usah mas ke bawah aja, biar mereka aku yang urus." ucap Karin.
" bener gak papa? nanti kamu kecapean sayang."
" gak papa kok beneran deh."
"gak ah mas di sini aja."
" ya udah terserah mas aja."
" kalo gitu gue ke bawah lagi, ini bajunya." pamit Zidan menyodorkan paper bag ke arah Rafka.
Rafka mengambil paper bag dari tangan zidan, Karin menggiring ketiga anaknya ke kamar mandi , dia langsung membersihkan ketiga anaknya.