Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 166



Matahari sudah menampakkan sinarnya, kedua pengantin baru masih betah dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


Berbeda dengan pengantin baru, pengantin lama kini di sibukkan dengan ketiga anak kurcaci yang berlompatan dan berlarian di atas kasur. Karin dengan sabar membujuk ketiganya untuk memakai pakaiannya, Rafka pun ikut membantu istrinya.


" Kenzo ayo cepat pakai bajunya nak." titah Karin dengan lembut.


" Kenzi awas jatuh." teriak Rafka.


" Bagas, Bagas jangan lompat terus nanti jatuh." ucap Karin dengan sedikit berteriak.


Karin menghela nafasnya dengan kasar, Rafka melipat kedua tangannya di atas dada dengan memasang wajah dingin ke arah tiga bocah nakal yang terus berlarian dengan lincahnya.


" berhenti atau Daddy akan menghukum kalian." ucap Rafka dengan dingin.


Kenzi, Kenzo dan Bagas langsung berhenti mendengar ancaman Rafka. Karin melambaikan tangannya agar ketiganya menghampirinya, dia memberikan masing-masing pakaian yang sudah ia siapkan.


" Bun, kapan kita pulang?" tanya Kenzo.


" nanti siang kita pulang, besok kan Bagas mau ujian harus belajar." jawab Karin.


" Bunda twins, nanti kita mau latihan musik buat pertunjukan di pernikahannya Uncle Zidan." ucap Bagas.


" iya, nangi Bunda mau ikutan nyanyi boleh gak?" tanya Karin.


" boleh dong Bun, biar Kenzi ada temen duet nya yak kan kakak, abang?" ucap Kenzi meminta persetujuan kedua kakaknya.


" iya dong." jawab kenzo dan Bagas.


Rafka bahagia melihat si kembar mau menerima Bagas bahkan ketiganya menjadi dekat satu sama lain, berkat didikan istrinya si kembar menjadi anak yang tidak pendendam dan menerima apapun yang terjadi di masa lalu orangtuanya.


' Karin sayang, terimakasih kau telah mendidik anakku dengan tulus dan memberikan kasih sayang mu sepenuh hati ' batun Rafka.


" Ayo kita turun, yang lainnya sudah menunggu di ruang makan." ajak Rafka.


" mas sama anak-anak duluan aja, aku mau pake jilbabku dulu." ucap Karin.


Rafka menganggukkan kepalanya, dia membawa ketiga anaknya unruk turun ke ruang makan dimana Mama Ayu dan anggota keluarga lainnya sudah menunggu untuk sarapan bersama.


sedangkan di kamar presidential suite milik Reza keduanya kini mulai terbangun dari tidurnya, Raisa lebih dulu membuka matanya dia menatap wajah suaminya yang masih betah memeluk tubuhnya, Raisa mengingat kejadian semalam membuat wajahnya memerah betapa beraninya dia menggoda suaminya.


" ya ampun, semalam udah kayak j***** aja hihi.." gumam Raisa pelan takut suaminya bangun.


" tapi suamimu suka gayamu." ucap Reza masih dengan mata tertutupnya.


" aku gak nyangka kamu bisa kayak semalem? Belajar dari siapa sih? Mbak Karin ya?" tebak Reza.


Raisa terkekeh mendengar tebakan suaminya yang sangat tepat, dengan malu Raisa menganggukkan kepalanya.


" iyalah kan biar suami puas, istri pun dapat pahala." jawab Raisa.


" tuhkan bener tebakanku, aku sampe gak nyangka banget kamu udah persiapkan segalanya, aku kira kamu bakal takut kayak cewek yang ada di film tapi perkiraanku salah besar justru kamu malah berani." uca Reza.


"siapa dulu dong Raisa gitu loh." ucap Raisa Bangga.


Reza terkekeh mendengar celetukan Raisa. Kini Raisa bangun dan mendudukkan tubuhnya, ia hendak turun namun area sensitifnya terasa nyeri dan perih.


" Mas Reza tanggung jawab dong, sakit ini tauk." gerutu Raisa.


" iya sayangku, sini mamas bantu." ucap Reza.


Reza menggendong Raisa ke kamar mandi, dia mendudukkan istrinya di atas closet. tatapan Raisa turun ke arah ular kobra yang sudah berdiri sempurna, dia menatap wajah suaminya yang cengengesan sambil menaik turunkan alisnya.


" udah gak tahan ini." ucap Reza.


" ini aja masih sakit loh." ucap Raisa.


" pelan-pelan kok, ya? Mau ya? Dosa loh nolak suami." bujuk Reza.


" ya udah deh ayo, tapi pelan-pelan ya jangan lama-lama juga."


"aassiiiiaappp."


Reza senang bukan kepalang, dia pikir istrinya akan malu-malu dan takut melakukan hal yang seharusnya suami istri lakukan, namun justru Raisa berbeda dari gadis pada umumnya yang mana membuat Reza serasa mendapat kebahagiaan yang berkali lipat. Reza langsung melahap choco chipsnya, tubuh Raisa kini di buat kembali melayang ke atas awan sebab suaminya memperlakukannya dengan lembut yang membuatnya merasakan sensasi nikmat sampai suara luknut pun keluar.


"emmhh.."


"mas.. Emmhh.." d***h Raisa.


Reza membawa Raisa berdiri di bawah guyuran shower, keduanya mengulang kembali malam pertama yang belum usai sampai berjamjam lamanya.


" pipiw .. Emmh.." erang Reza.


Akhirnya Raisa bisa bernafas lega, permainan sudah selesai kakinya sudah bergetar tubuhnya pun kini lemas akibat ulah suaminya.