
Rafka dan yang lainnya turun dari mobil disambut oleh beberapa polisi yang sedang mengevakuasi korban di bantu dengan petugas pemadam kebakaran, masih ada tiga karyawan yang terjebak di salah satu ruangan karena ada api yang menghalangi jalan keluar, di ruangan tersebut.
Rafka menghampiri manager pabrik. dia bertanya mengenai semua insiden yang telah terjadi, Rafka takut jika sampai ada orang meninggal dia terkenal sangat memperhatikan karyawannya jadi jika ada masalah apalagi menyangkut nyawa karyawan dia pasti akan menanyakan dengan detail, untuk sekarang para korban di larikan ke rumah sakit miliknya yang di pegang oleh pamannya dan juga Brian. sedangkan Reza di tugaskan Rafka untuk memeriksa barang yang rusak, menata bahan baku yang masih tersedia di bantu oleh kepala produksi, selain itu bagian kepala pemasaran harus memeriksa stok yang sudah di kirim ke perusahaan cabang dan perusahan yang di pimpin langsung oleh Rafka, karena sejak pertama peluncuran produk sabun tersebut seringkali terjual habis di toko-toko atupun di supermarket di seluruh daerah tidak heran jika banyak diminati oleh masyarakat terutama para wanita karena Rafka memberikan harga yang terjangkau dan juga terjamin kualitasnya, maka dari itu dia harus menjamin stok yang sudah tersedia agar para konsumen tidak kecewa.
"Gerald berapa banyak karyawan yang terluka?" tanya Rafka pada manager pabrik itu.
"untuk saat ini sekitar 25 orang tuan karena masih ada beberapa orang yang terjebak di dalam, jadi belum di pastikan semuanya nanti polisi akan melaporkan kembali pada saya selaku manager disini." jawab Gerald.
"apa kau sudah mengecek cctv mengenai kebakaran ini?" tanya Rafka lagi.
"cctv mendadak tidak bisa berfungsi tuan, tapi saya dapat melihat di cctv yang di sediakan khusus yang bisa memantau seluruh keadaan pabrik di sana saya melihat seseorang dengan berpakaian serba hitam hingga menutupi wajahnya sedang mengendap-endap ke bagian gudang, disana tersimpan banyak barang yang mudah terbakar di saat orang itu keluar tak lama kemudian terdengar ledakan dari dalam gudang hingga terjadi kebakaran yang langsung membesar." jelas Gerald.
Rafka mengepalkan tangannya, dia sangat amat marah namun sebisa mungkin dia tahan karena dia tidak mungkin meluapkan emosinya di saat seperti ini.
"kenapa keamanan bisa sampai kecolongan? dimana mereka tepat saat kejadian ini berlangsung? sampai sekarang aku tidak melihat satupun bagian keamanan, harusnya mereka berjaga dengan ketat agar tidak ada penyusup yang berani melakukan tindakan yang bisa menyebabkan nyawa orang melayang." ucap Rafka dingin.
"Selamat siang tuan saya Putra dari pihak kepolisian, saya mau melaporkan bahwa semua korban sudah berhasil di evakuasi jumlah korban 30 orang, tidak ada yang meninggal dalam kecelakaan ini. polisi juga menemukan ada bahan peledak di gudang pabrik, dan kami juga menduga bahwa kebakaran ini memang sudah di rencanakan dengan matang sebelumnya." ucap polisi yang bernama putra.
"apakah sudah benar-benar di pastikan tidak ada korban yang meninggal?" tanya Rafka.
"tidak ada Tuan, seluruh polisi sudah memeriksa semua bagian pabrik di bantu dengan beberapa petugas pemadam kebakaran" jawab Putra.
"bukannya tadi Gerald bilang ada yang terjebak? bagaimana mereka sekarang?" cecar Rafka.
"Alhamdulillah semuanya selamat tuan, mereka sudah di bawa ke rumah sakit Adijaya hospital, para petugas ambulance semuanya sudah berangkat membawa para korban jadi kami sudah benar-benar memastikan bahwa tidak ada yang meninggal dunia, beberapa barang bukti telah kami amankan untuk di periksa lebih lanjut lanjut lagi." jelas Putra.
"terimakasih atas bantuannya pak polisi, saya minta semuanya di periksa dengan teliti jika semuanya sudah jelas usut sampai tuntas, aku ingin pelakunya di hukum seberat-beratnya dia sudah berani melukai banyak orang bahkan hampir saja merenggut nyawa para karyawan, aku tidak peduli dengan kerugian atas kebakaran ini karena aku masih mampu mendirikan pabrik yang baru, tapi untuk sebuah nyawa sampai kapanpun aku tidak bisa menggantinya." ucap Rafka.