Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 107



Rafka menghela nafasnya panjang. ditatapnya kedua anaknya dengan seksama, dia bisa merasakan apa yang si kembar rasakan.


"sayang untuk sekarang jadikan ini semua pembelajaran, jangan mudah percaya pada orang lain terlebih kalian adalah anak dari pengusaha sukses seperti Daddy, banyak hal yang bisa terjadi pada kalian jika kalian tidak berhati-hati seperti sekarang ini meskipun kalian bisa bela diri kalian tetaplah anak kecil dengan melawan orang yang tubuhnya lebih besar dari kalian apalagi jumlahnya tidak sedikit pasti akan membuat diri kalian terancam, bahkan bisa membahayakan nyawa kalian. mengerti!" tegas Rafka.


"mengerti Daddy." cicit keduanya.


"Daddy itu sayang kalian, anak kandung Daddy hanya kalian yang menjadi alasan Daddy untuk tetap kuat jadi tolong bila Daddy tidak sedang berada di samping kalian Daddy mohon kalian jaga diri baik-baik, lebih waspada lagi kedepannya." ucap Rafka.


"baik Dad, maafkan atas kecerobohan kami." ucap Kenzo.


"Kenzi juga minta maaf gara-gara Kenzi kita berdua bisa sampai di culik."


"Daddy mengerti apa mau kalian, asal kalian tahu Daddy sedang mengusahakan agar kalian bisa bertemu dengan Mommy kalian, jangan bertindak gegabah jika sampai kalian kenapa-napa Daddy tidak bisa memaafkan diri Daddy sendiri." ucap Rafka menunduk sedih.


si kembar memeluk tubuh Rafka, mereka sangat menyayangi Daddy nya dengan menangis si kembar meminta maaf berulang kali pada Rafka, dengan sayang Rafka mengelus punggung si kembar sembari menenangkan kedua anaknya yang menangis dan di juga mengusap air matanya yang ikut turun tanpa permisi.


saat sedang berpelukan pintu di ketuk dari arah luar.


tok .. tok .. tok ..


"masuk" sahut Rafka.


Dengan ragu seseorang masuk ke dalam ruangan si kembar membuat si kembar mematung di tempatnya.


"Kenzo, Kenzi." panggilnya dengan suara tercekat.


"kemarilah." titah Rafka.


dia menuruti ucapan Rafka, air matanya sudah tak bisa terbendung lagi dengan berderai air mata dia menghampiri si kembar.


"nak, dia adalah mommy kalian yang sudah mengandung dan melahirkan kalian ke dunia." ucap Rafka.


si kembar hanya diam tak bersuara, rasanya seperti mimpi melihat orang yang sering mereka harapkan untuk bertemu kini berada di hadapannya.


"nak ini mommy, maafkan mommy ya nak karena baru bisa menemui kalian." ucap Cristin meminta maaf kepada kedua anaknya.


"mommy."


"mommy" panggil keduanya.


"iya sayang ini mommy, bolehkah mommy memeluk kalian?" tanya Cristin.


si kembar menatap Rafka meminta persetujuan, Rafka mengedipkan matanya mengizinkan Cristin memeluk Kenzo dan Kenzi.


ketika sudah mendapat izin si kembar menganggukkan kepalanya. Cristin begitu senang mendapat persetujuan dari anaknya Agar dia bisa memeluk keduanya, Cristin langsung merentangkan tangannya di sambut oleh Kenzo dan Kenzi masuk dalam dekapannya.


"maafkan semua kesalahan mommy ya nak, mommy sayang kalian berdua hikss..tolong jangan benci mommy mu ini karena mommy tak kan sanggup." ucap Cristin menangis.


"semua ada alasannya sayang, satu hal yang pasti ini demi kebaikan kalian berdua agar nyawa kalian tetap aman." ucap Cristin.


Rafka menatap penuh haru melihat keinginan kedua anaknya terpenuhi, tanpa Rafka sadari seseorang melihat kebersamaannya di balik pintu yang sedikit terbuka.


tatapan Kenzo bertemu dengan tatapan Karin yang sedang berdiri di balik pintu, Karin menempelkan jari telunjuknya di depan mulutnya dengan tersenyum getir.


'Bunda aku bisa melihat raut kesedihan di matamu' batin Kenzo.


' sepertinya keputusanku sudah benar, aku tidka mungkin merusak kebahagiaan mereka yang baru saja terbangun kembali' batin Karin.


Karin membalikkan badannya, dia berjalan menghampiri Surya dan yang lainnya.


"bapak sepertinya si kembar sedang tidak bisa di ganggu mereka sedang beristirahat, sebaiknya kita pulang besok kita bisa kesini lagi." ucap Karin berbohong.


"yah sayang sekali aku tidak bisa bertemu dengan mereka." keluh Kiki.


"tidak apa-apa, besok kita kan bisa kembali lagi ke sini." ucap Surya.


Karin memaksakan senyumnya agar tidak mengundang curiga bapaknya dan juga adiknya, tidak dengan Raisa dia bisa menangkap raut wajah yang berbeda dari Karin.


beruntung mama Ayu sedang keluar jadi tidak ada seorang pun yang mengetahui kedatangan mereka berempat, tadinya Karin hendak masuk terlebih dahulu menemui si kembar melihat wanita yang dia yakini sebagai ibu si kembar Karin mengurungkan niatnya.


"ayo kita pulang." ajak Karin.


Raisa, Kiki dan juga Surya mengikuti ajakan Karin untuk pulang, sebelum pulang Raisa meminta Karin untuk menemaninya ke kamar mandi.


"Kenzo, Kenzi maafkan mommy sekarang mommy harus pergi bersama Daddy ada yang harus kita selesaikan, maafkan mommy tidak bisa berlama-lama menemani kalian." ucap Cristin membelai rambut kedua anakny.


"apa begitu penting?" tanya Kenzo.


"nanti kalian juga akan mengetahuinya." ucap Rafka.


"baru bertemu sudah mau pergi lagi? sebegitu sibukkah?" cecar kenzi.


"sayang mommy janji akan meluangkan lebih banyak waktu lagi ketika urusan mommy sudah selesai." bujuk Cristin.


si kembar menganggukan kepalanya.


"Daddy sudah telfon Oma, sebentar lagi Oma datang untuk sementara kalian bareng Oma dulu ya." ucap Rafka.


"baik Dad." jawab keduanya.


"ayo kita harus segera pergi." ajak Rafka.


cristin dan Rafka keluar dari ruang rawat si kembar, mereka berjalan beriringan dan masuk ke dalam mobil yang sama membuat Karin yang melihat dari jauh kedekatan Rafka dan Cristin membuat hatinya terasa sesak.