Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 108



Raisa merangkul bahu Karin dari samping, dia begitu menyadari posisi Karin saat ini berada di dalam dilema apalagi pernikahannya hanya tinggal beberapa Minggu lagi.


"yang sabar Karin, semua pasti ada jalannya." ucap Raisa.


"kuharap begitu." ucap Karin.


Raisa membawa Karin pergi menghampiri Kiki dan juga Surya, mereka naik taksi untuk pulang ke rumah. di sepanjang perjalanan Karin melamun menatap ke arah luar jendela, dia berusaha menyembunyikan kesedihannya dari orang lain dengan pura-pura tertidur.


Raisa memegang tangan Karin seolah memberikan aliran kekuatan melalui jemari yang ditautkannya, dada Karin terasa sesak mengingat kedekatan Rafka dan Cristin tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa mengingat dia hanyalah orang baru di kehidupan Rafka.


mobil yang di tumpangi karin sudah sampai di pekarangan rumah, Raisa membayar ongkos taksi yang sudah di tumpanginya. Karin langsung masuk ke dalam rumah, untuk saat ini yang dia butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikirannya.


Surya merasa heran dengan sikap Karin, dia merasa ada yang tidak beres dengan gadis yang sudah dia anggap seperti anak sendiri.


"Ica Karin kenapa? sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja." tanya Surya pada Raisa, Surya suka memanggil dengan sebutan Ica sebagai panggilan sayangnya.


"enggak tau, mungkin Karin sedang tidak enak badan biarkan saja dia istirahat bapak juga istirahat." ucap Raisa.


Surya menganggukan kepalanya, dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat sedangkan Raisa menghela nafasnya panjang sebelum masuk ke kamarnya.


ketika Raisa masuk ke kamar dia melihat Karin yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang.


"Rin kamu tidak apa-apa?" tanya Raisa.


"aku baik-baik saja sa." cicit Karin.


"huuhh.. sepertinya aku harus mengikhlaskan mas Rafka mulai dari sekarang sebelum semuanya terlambat dengan begitu si kembar juga bisa merasakan kembali keluarganya yang utuh, kebersamaan yang mereka inginkan sedari dulu." ucap Karin sedih.


"manusia hanya bisa berencana Karin, pepatah mengatakan sebelum kita menikah dengan lelaki pilihan kita pasti akan ada masalah yang menghampiri, anggap saja ini sebagai ujian sebelum kamu sah menjadi istri dari pak Rafka jikapun memang kalian tidak di takdirkan bersatu percayalah Tuhan pasti menyediakan yang terbaik untukmu." ucap Raisa.


tes.. tes ..


Karin tidak bisa menahan lagi bendungan air matanya, Raisa memeluk sahabatnya memberikan kekuatan yang mana membuat Karin semakin menangis tersedu.


"hiks.. hiks.. apa boleh aku mundur mulai dari sekarang? rasanya sesak sekali sa hiks.. huuu " tangis Karin pecah.


"menangis lah jika itu membuatmu tenang Rin." ucap Raisa tak tega ia juga ikut mengeluarkan air matanya.


lama menangis membuat Karin tertidur tanpa disadarinya, Raisa menidurkan Karin dan menyelimutinya.


Kenzo tidur terlentang menatap langit-langit, dia teringat Karin yang dia anggap sebagai Bundanya itu. Kenzo berperang dengan isi kepalanya, banyak pertanyaan yang ada di dalam benaknya ingin sekali dia mengeluarkan apa isi dari dalam kepalanya jika bisa.


'apa Daddy akan kembali bersama mommy? jika itu terjadi apa aku akan kehilangan Bunda? bagaimana jika itu terjadi, aku tidak mau kehilangan Bunda bagiku dia harta yang paling berharga permata langka yang tidak mudah di dapatkan oleh orang lain, lebih baik aku hanya hidup bersama Bunda meskipun sekarang mommy datang kembali ke kehidupan ku' Kenzo membatin.


sama halnya dengan Kenzo, Kenzi pun memiliki pemikiran yang sama.


'kalau mommy kembali bagaimana perasaan Bunda nantinya, dia pasti sedih kalau tahu mommy tadi menemui aku dan kakak' batin Kenzi.