
Si kembar dan karin kini sudah mengganti bajunya, Rafka tidak tau harus bicara apalagi kepada anaknya yang sangat ak⁹tif luarbiasa.
" duduk, Daddy mau bicara." tegas Rafka.
Si kembar dan Bagas duduk di sofa dengan wajah polosnya, Karin juga ikut bergabung.
" apa yang kalian lakukan lagi sekarang? Daddy sudah mewanti-wanti kalian untuk tidak nakal, kenapa kalian tidak mendengarkan ucapan Daddy?" cecar Rafka.
Si kembar dan Bagas diam saja mereka tak berani menatap wajah Rafka, ketiganya malah saling senggol satu sama lain.
" maksud Daddy, kenapa kalian bisa sampai ada di belakang?" ucap Karin.
Karin memberikan isyarat kepada Rafka lewat tatapan matanya. ' biar aku yang bicara mas' Rafka memejamkan matanya sebagai jawaban.
" tadi pas kita keliling aku gak sengaja melihat paman penjaga membuka pintu belakang, ada katak masuk lalu kami mengejarnya ternyata kataknya masuk ke dalam kolam ikan." jawab Kenzo.
" kak kenzo ngajak Kenzi sekalian menangkap ikan, dia bilang ingin merawatnya sampai besar makanya aku ikut turun membantu kakak." tambah Kenzi.
" oh jadi gitu ceritanya, lain kali kalau kalian sedang ikut Bunda sama Daddy ke acara penting kalian harus mengikuti apa yang kami ucapkan, jika kalian hilang bagaimana? Bunda pasti cemas, kalau kalian membutuhkan sesuatu bilang pada Bunda atau Daddy ya? Kalian mengerti?" ucap Karin dengan Lembut.
"mengerti Bunda, maafkan kesalahan kami ya Bunda, Daddy." jawab ketiganya.
" Bunda memaafkan kesalahan kalian, jadikan semuanya sebagai pembelajaran jika sedang berada di sebuah acara kalian harus ikuti apa kata orangtua, jangan seperti ini lagi ya? Kita harus menghormati orang yang telah mengundang kita kesini, tidak sopan jika kalian melakukan hal yang seharusnya bisa di lakukan di rumah. Paham!!" ucap Karin.
" Paham Bunda." jawab ketiganya.
" anak pintar, sekarang kalian ambil sepatu kalian dan pakai ya Bunda mau bicara sama Daddy kalian dulu sebentar." ucap Karin.
ketiganya beranjak dari sofa, mereka memakai sepatunya masing-masing sedangkan Karin dia memegang tangan Rafka dia tau suamunya sedang kesal.
" mas aku tau kamu marah sama anak-anak, tapi aku minta kamu jaga emosimu dulu serahkan anak-anak padaku, bukannya aku juga tidak marah melihat tingkah si kembar tapi disini aku harus belajar memahami sikap dan karakter mereka. Sebagai ibu sambung disini aku harus sabar menghadapi mereka, di umur mereka yang sekarang sangat wajar jika mereka ingin mengeksplor dunia luar apalagi si kembar sedari kecil ruang gerak mereka dibatasi karena kadang mereka ikut kerja bareng kamu kadang mereka ikut sama Mama yang hampir sama halnya sama kamu Mama juga punya kesibukan sendiri." ucap Karin.
Rafka membenarkan ucapan Karin, sedari anaknya bayi Rafka membatasi gerak keduanya karena ia trauma dengan Babby sitter yang pernah bekerja padanya. Meskipun si kembar memiliki kecerdasan melebihi anak normal bukan berarti mereka tidak boleh bermain seperti anak yang lainnya karena sejatinya mereka tetaplah anak kecil.
"aku yang beruntung memiliki suami yang baik sepertimu mas." ucap Karin memabalas senyum Rafka.
Rafka melihat jam ditangannya, resepsi Reza dan Raisa akan segera di mulai untuk itu dia mengajak anak dan istrinya untuk kembali turun ke bawah dimana Resepsi di gelar.
" sayang aku percaya padamu kau bisa menjaga anak-anak dengan baik, tapi aku tidak ingin kau kerepotan menjaganya sendiri kita akan membesarkan anak kita bersama."ucap Rafka.
" iya mas." jawab Karin.
"ayo kita turun." ajak Rafka menarik tangan Karin.
Karin berdiri mengikuti langkah kaki Rafka, dia memegang tangan Kenzo dan Bagas sedangkan kenzi dia di pangku oleh Rafka.
Acara sungkeman sudah selesai di laksanakan, Mama Ayu mengedarkan pandangannya mencari Karin dan juga pasukannya yang sudah lama dia tidak melihatnya kembali. Sesuai dengan Kemauan Reza acara resepsi langsung di laksanakan setelah acara sungkeman untuk mempersingkat waktu, yang ada di pikiran Reza hanyalah malam pertama maka dari itu ia meminta kepada Mama Ayu untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan cepat dan singkat tanpa harus ada tunangan ia ingin langsung ke bagian intinya saja yaitu menikah.
" Zidan" panggil Mama Ayu.
" apa Ma ? " tanya Zidan.
" Karin kemana? Kok belum balik lagi?" tanya Mama Ayu.
" biasa trio berbuat ulah." jawab Zidan santai.
"maksudnya?" tanya Mama Ayu yang mendadak sinyal di otaknya bleng.
"ish ya biasalah Ma ketiga cucu Mama buat onar, yang lain pada rapih anteng disini eh mereka malah nyebur ke kolam kotor yang ada di belakang hotel, mana bau lagi." jelas Zidan.
Mama Ayu menepuk kepalanya, entah mengapa sejak ketiganya bersatu pasti saja mereka buat ulah.
saat Rafka dan keluarga kecilnya sampai di acara Raisa dan Reza ia izin kepada istrinya untuk ikut bergabung bersama kolega bisnisnya, sedangkan Karin dia menggiring ketiga prajuritnya ikut bergabung dengan keluarga Adijaya lainnya.