Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 161



Ajeng yang di tugaskan untuk menata makanan di buat kebingungan pasalnya cumi goreng yang baru saja dia letakan sudah kembali habis, salad buah pun hanya tersisa sedikit lagi.


" perasaan baru aja deh tadi nympen cumi gorenh kok udah habis lagi?" gumam Ajeng heran, dia membuka wadah salad buah yang mana membuatnya semakin kebingungan.


" kok ini salad juga udah tinggal dikit padahal acaranya juga belum di mulai?" tambah Ajeng.


saat Ajeng sedang berperang dengan pemikirannya, dia melihat ada tangan kecil merasa wadah yang berisikan cumi goreng dengan seksama ajeng memperhatikan gerak- gerik tangan kecil itu.


" abang mana cuminya kok gak dapet-dapet sih?" tanya Kenzi.


" nanti dulu ini lagi nyari, perasaan tadi masih ada deh apa udah habis ya?" ucap Bagas.


" coba kita keluar dulu, ini juga salahnya juga enak banget aku mau ngambil lagi biar sekalian." ucap Kenzo.


' oh aku tau siapa pelakunya , pasti ketiga anak nakal itu. ' batin Ajeng.


Bagas dan kenzo berusaha mencari cumi goreng tapi bukannya cumi goreng yang mereka dapatkan malah tangan keduanya di cekal oleh seseorang, keduanya keluar dari tempat persembunyiannya melihat siapa orang yang telah memegang tangannya.


" hehe mbak Ajeng." ucap Kenzo cengengesan.


" apa kabar mbak ajeng, makin cantik aja deh." ucap Bagas.


Bukannya tersipu mendengar pujian dari Bagas Ajeng justru menerbitkan senyum miring dari bibirnya.


"terima kasih loh atas pujiannya, sepertinya di hotel ini ada banyak tikus yah daritadi mbak Ajeng perhatiin cumi goreng sama salad buahnya habis terus deh." sindir Ajeng.


" tikusnya laper kali mbak." ucap Kenzo berusaha mengambil salad buah dan memasukannya ke dalam mangkok.


" iya maka dari itu mbak mau laporan sama manajer hotel sekalian sama Nyonya, soalnya kan acaranya belum mulai tapi makanannya udah mau habis nanti mbak yang di salahin, mending laporan aja biar sekalian tikusnya di tangkap." ucap Ajeng.


tangan Kenzo langsung berhenti saat mendengar Ajeng akan melaporkan tikus yang di maksud oleh Ajeng, dia takut Daddy nya juga tau apa yang sedang dia dan kedua saudaranya lakukan. Bagas membulatkan matanya dia buru-buru mengajak Kenzo pergi dari hadapan Ajeng.


' gawat kalau sampe Daddy twins tau, apalagi Daddy Zain sama Mommy bakalan dateng kesini bisa repot urusannya' batin Bagas.


" Kenzo lebih baik kita pergi dari sini." bisikan Bagas.


" iya, sinyal bahaya udah nyala." jawab Kenzo.


Kenzi heran kenapa kedua kakaknya tidak juga kembali, dia keluar dari bawah meja dengan wajah yang sudah kesal.


" kakak kenapa lama sekali." kesal Kenzi.


" Kenzi sepertinya kita harus pergi dari sini deh." ucap Bagas memberi kode kepada adiknya itu.


' kok abang matanya kayak cacingan gitu, perasaan dia makan makanan bergizi deh masa iya cacingan?' batin kenzi.


" ada mbak Ajeng." bisikan Kenzo.


Kenzi membalikkan tubuhnya, dia melihat Ajeng yang sedang berdiri dengan berkacak pinggang menatap ke arahnya.


"oowww...." ucap Kenzi.


" Kabuuuurrr......" teriak Bagas.


" dasar bocah nakal, kalau bukan anak bos udah gue cincang tuh bocah." gerutu Ajeng dengan meremas kedua tangannya.


di sisi lain Reza semakin tegang saat pembawa acara memberitahukan bahwa pengantin wanita sedang berjalan menuju tempat yang sudah di sediakan berdampingan dengan Reza yaitu meja khusus yang di sediakan untuk ijab qobul berlangsung.


kedua mata Reza tak berkedip menatap wanita yang sebentar lagi menjadi istri sahnya, Raisa begitu cantik dengan balutan kebaya putih yang dipakainya.


' Masyaallah cantiknya makmum ku' batin Reza.


" itu air liur lap dulu za, malu tuh sama anak kecil udah dandan cakep eh mulutnya netes kayak gitu." goda Rafka.


" pengantin wanita sudah datang, para saksi dan wali nikah pun sudah lengkap semua mari kita mulai saja prosesi ijab qobulnya, pengantin pria dan wali nikah sudah siap?" ucap penghulu.


Reza menarik nafasnya dengan panjang, dia berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak tak beraturan.


"siap." jawab Reza dengan mantap.


sebelum mulai penghulu menjelaskan apa itu menikah, apa tugas seorang istri begitupun suami, penghulu juga memberikan wejangan kepada keduanya.


penghulu mengarahkan Surya dan Reza untuk berjabat tangan, tangan Reza gemetar namun Surya memberikan isyarat kepadanya agar tetap tenang. saat Surya menghentakkan tangan Reza dengan satu kali Tarikan nafas Reza berhasil menyelesaikan ijab Qobulnya.


" bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu.


" SAH"


"SAH"


"SAH"


" alhamdulillah " ucap Reza dan Raisa dengan bersamaan.


Surya begitu terharu mendengar ucapan SAH yang berasal dari tamu undangan dan juga pihak keluarga yang hadir begitupun Reza dan Raisa, Karin Memeluk Lusi keduanya pun ikut meneteskan air mata tak menyangka diantara mereka hanya tinggal Lusi yang belum menikah, dua lainnya kini sudah memiliki pendampingan masing-masing.


" aaaa Rin gue jadi nangis nih." ucap Lusi mengusap air matanya.


"sama Lusi." jawab Karin terisak.


Mama Ayu dan Papa William saling berpelukan, keduanya meneteskan air mata melihat anak bungsunya kini menikah dengan wanita yang di cintainya.


" Pa Mama gak nyangka sekarang anak-anak kita udah Nikah semua." ucap Mama Ayu.


" iya Ma, ternyata kita udah tua." ucap Papa William.


" yang tua mah Papa bukan Mama, kalo mama mah masih muda." jawab Mama Ayu.


" iya- iya." ucap Papa William.


Reza mengecup kening Raisa, sedangkan Raisa menyalimi tangan Reza. setelah selesai keduanya beristirahat sejenak sebelum melakukan prosesi sungkeman, Rafka menghampiri Karin yang terlihat seperti mencari sesuatu.


" sayang kamu cari apa?" tanya Rafka.


" ini mas aku cari anak-anak, mereka kemana ya?" jawab Karin


" eh iya ya, daritadi mas juga gak lihat mereka? kirain tadi sama kamu atau nggak sama Mama."


"enggak ada mas, tadi aku udah tanya sama mama katanya daritadi juga enggak sama Mama, nanya sama papa, Kiki, Zidan juga jawaban mereka sama." jawab Karin bingung.


disaat keduanya sedang kebingungan Ajeng berjalan melewati Karin dan juga Rafka, melihat Ajeng Karin langsung memanggilnya.


" mbak Ajeng." panggil Karin.


" iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ajeng dengan sopan.


" kamu lihat anak-anak gak jeng? daritadi saya cariin mereka gak ada." tanya Karin.


" kebetulan tadi saya ketemu sama mereka di bawah kolong meja." jawab Ajeng.


"ngapain mereka ada di kolong meja?" tanya Rafka heran.


" jadi begini Tuan, saya di tugaskan menata makanan buat para tamu tapi saya bingung kenapa cumi goreng sama salad yang saya siapkan tidak ada eh gak taunya anak Tuan sama nyonya yang menghabiskannya." jelas Ajeng.


"Astagfirullah. " ucap Karin.