
Rafka terus bolak balik ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya dia sama sekali tidak keluar dari kamarnya. si kembar membantu memijat tubuh ayahnya namun satu hal yang membuat Rafka berhenti muntah yaitu saat mencium wangi tubuh si kembar, Karin pergi ke dapur membuatkan soto ayam permintaan sang suami.
" huuh aneh bukannya mas Rafka tuh gasuka soto ya? kok sekarang dia malah mau soto?" tanya Karin pada dirinya sendiri.
Harum wangi masakan Karin membuat siapa saja lapar saat mencim wanginya, dengan cekatan Karin menyelesaikan masakannya dia takut kalau suaminya kembali menangis jika terlalu lama meninggalkannya.
"akhirnya beres juga." ucap Karin setelah siap menata Soto ayam buatannya.
Karin membersihkan tangannya sebelum dia kembali ke kamarnya, dengan hati-hati Karin membawa mangkuk soto naik ke atas kamarnya. Saat Karin membuka pintu kamar disana dia kembali di buat heran oleh tingkah suaminya, pasalnya Rafka terlihat sedang mengendus-endus tubuh si kembar sedangkan Bagas dia memijat kaki Rafka sampai ketiduran.
"mas ngapain?" tanya Karin heran.
"gak tau kenapa kalau nyium wangi si kembar perut mas jadi gak mual lagi." ucap Rafka.
Karin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, berbeda dengan ekspresi si kembar yang manyun karena Rafka tidak membiarkan mereka beranjak sedikitpun.
"Daddy kita mau sekolah, kok Daddy malah ngelarang kita pergi sih." omel Kenzi dengan wajah marahnya.
"Daddy jangan manja gini dong? Kenzo lagi bikin sesuatu sama adik, bang Bagas juga kalo kayak gini mah lama-lama bisa bertelur kita di kamar daddy." timpal Kenzo.
Mata Rafka mulai berkaca-kaca, Karin kembali menepuk jidatnya entah sampai kapan drama keluarga cemara akan berakhir sungguh dia sangat pusing di buatnya.
" huwaaaa... Kalian gak sayang sama Daddy.. Huwaaa.." ucap Rafka meraung kembali.
Bagas yang tadinya tertidur langsung bangun saking kagetnya mendengar bayi kadaluarsa menangis, Karin tidak tahu harus apa sama halnya dengan si kembar keduanya merasa bersalah kepada Rafka.
"mas sudah jangan nangis lagi, katanya mau soto buatan aku nih sotonya udah jadi." bujuk Karin.
si kembar dan Bagas bergidik ngeri sungguh Rafka menjijikkan dimata mereka.
"iyuuuhhh... Jorok sekali" cibir Kenzo menatap jijik.
"Bunda Daddy kerasukan makhluk apa sih? Kok jadi aneh gini huekkk.. Daddy jijik." omel Kenzi menahan mual.
" kerasukan tuyul kali." celetuk Bagas.
"huaaaa... Amm " Rafka kembali menangis.
Pusing mendengar Rafka kembali menangis Karin langsung menyendokkan soto ke mulut suaminya agar diam, Rafka mengunyah makanannya Karin berhasil membuat Rafka diam menikmati enaknya soto buatan sang istri.
"Bunda twins aku juga mau" ucap Bagas.
"kenzi juga."
"Kenzo juga Bun, mau soto tapi dagingnya banyakin Bun."
"iya tunggu sebentar nanti Bunda bawain lagi ya. Mas kamu tunggu dulu sebentar ya aku mau ambil buat anak-anak juga." ucap Karin.
Rafka menganggukkan kepalanya, Karin menyimpan dulu mangkoknya di atas meja. Karin turun ke bawah mengambil sisa soto yang di buatnya, dia tahu kalau suami dan anak-anaknya pasti mereka minta di suapi.
"untung bikinnya agak banyakan" ucap Karin.
Karin membawa satu panci soto ke atas kamarnya, Bu suti sampai heran melihat majikannya membawa soto beserta pancinya ke atas.