Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 132



cape bermain kejar-kejaran Rafka membawa si kembar di ikuti Karin masuk ke dalam mansion, para pelayan menyambut menundukkan kepalanya namun Rafka tidak membalas sambutan dari para pelayan dia malah diam menatap semua para pelayan yang masih menunduk.


"angkat kepala kalian." titah Rafka.


para pelayan mengangkat kepalanya dengan ragu, mereka was-was takutnya salah satu dari mereka ada yang melakukan kesalahan.


"aku bukan seorang raja, mulai sekarang kalian tidak perlu menundukkan kepala kalian kepadaku." tegas Rafka.


para pelayan saling pandang satu sama lain, itu sudah menjadi tugas mereka menundukkan kepalanya kepada sang majikan tapi Rafka tetaplah Rafka dia adalah seorang pria yang berbeda dari orang lainnya.


"tapi tuan ini sudah menjadi tugas kami sebagai pelayan." ucap Bu Suti.


"aku tidak menerima penolakan!" ucap Rafka final.


Bu Suti tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada para pelayan lainnya sebagai tanda bahwa ucapan Rafka tidak bisa di bantah.


Karin menatap kagum pada Rafka calon suaminya itu punya kepribadian yang tidak mudah di tebak, tapi satu hal yang Karin bisa menyimpulkan bahwa Rafka memiliki hati yang lembut dan rendah hati.


"Daddy kenapa begitu? bukankah kita sebagai tuan rumah harus di hormati oleh para pelayan di rumah ini?" tanya Kenzo.


"rata-rata para pekerja di sini adalah orang dewasa, sedangkan disini juga ada tuan rumah yang masih kecil apakah pantas orang yang lebih tua menundukkan kepalanya pada anak yang masih kecil?" ucap Rafka dengan memberikan pertanyaan balik pada Kenzo.


"alangkah lebih baik jika kalian menghormati yang lebih tua dari kalian, Daddy tidak suka di perlakukan seperti layaknya raja karena baginya manusia itu sama berdiri di tanah yang sama dan di bawah langit yang sama mau kaya ataupun miskin manusia tetaplah manusia yang bisa diambil nyawanya kapan saja oleh penciptanya, harta hanya titipan sama seperti nyawa kita tidak tau kapan akan kembali pada pemiliknya." tambah Karin.


Kenzo dan Kenzi mengangguk-anggukkan kepalanya, para pelayan sangat kagum pada Karin meskipun masih muda dia punya pemikiran yang lebih dewasa jika di bandingkan dengan Cristin attitude nya sangat jauh berbeda.


" oh begitu bunda, baiklah mulai sekarang aku harus belajar lebih banyak lagi sama Bunda aku juga mau minta maaf sama Bu Suti dan pelayan lainnya karena aku suka seenaknya memerintah pada mereka." ucap Kenzi.


"aku juga." timpal Kenzo.


"good boy, girl kalian harus bersikap rendah hati pada siapapun jangan pernah meninggikan suara kalian pada orang yang lebih tua dari kalian." ucap Rafka.


"baik Daddy." ucap si kembar.


"jika kalian ingin minta maaf, minta maaflah mulai dari sekarang juga mumpung semua pelayan berkumpul disini." ucap Karin.


"untuk Bu Suti, semua mbak dan para penjaga lainnya aku ingin meminta maaf atas kesalahanku pada kalian." ucap Kenzo.


"aku juga minta maaf mulai sekarang aku juga tidak akan seenaknya menyuruh kalian, kadang aku juga jail." ucap Kenzi.


"kami sudah memaafkannya tuan muda, nona muda." jawab pelayanan serempak.


Rafka dan Karin saling melempar senyumnya, anaknya adalah anak yang genius jadi keduanya bekerja sama untuk memberikan contoh yang baik karena anaknya 3x lebih lebih pintar dari anak biasanya.


Mama ayu turun dari lantai dua menghampiri Rafka dengan langkah yang di percepat.


"kalian sudah selesai dari butiknya?" tanya Mama Ayu.


"sudah Ma." jawab Karin.


"Berarti kalian mulai saat ini harus di pingit, tidak boleh bertemu sampai hari H." ucap Mama Ayu.


Rafka membulatkan matanya, sungguh kata pingit adalah hal yang paling di takutkan olehnya baginya selain menakutkan kata pingit itu menyebalkan, membosankan.


" Ma gak bisa gitu dong, apa-apaan sih harus ada acara pingit- pingit segala zaman udah modern kali Ma." protes Rafka.


"tidak boleh membantah, ini sudah tradisi jadi kamu ikuti saja atau pernikahan mu Mama batalkan." ancam Mama Ayu.


tubuh Rafka langsung lesu mendengar ancaman yang Mama Ayu layangkan, Karin hanya terkekeh melihatnya.


"hanya tinggal 5 hari lagi mas, sudah turuti saja." ucap karin.


******************


mohon maaf kemarin gak bisa update karena ada berita duka dari keluarga yang memberitahukan kalau Bapak saya meninggal dunia, mohon doanya dari kakak-kakak semua 🙏🤲


semoga Almarhum di tempatkan di sisi Allah SWT , dan di terima semua amal ibadahnya 🤲🤲