Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 171



Bryan langsung naik ke atas kamar Rafka diikuti oleh Reza dan Raisa yang di kabari langsung oleh mama Ayu mengenai kondisi Rafka, di dalam kamar Rafka tidur diapit oleh si kembar di kedua sisinya sedangkan yang lainnya duduk dengan jarak beberapa meter dari Rafka.


Ceklek.


Bryan membuka pintu kamar Rafka, dia langsung mendekatinya dan mengeluarkan alat medis dari dalam tasnya.


"biar ku periksa." ucap Bryan.


Rafka diam saja tanpa berbicara satu patah kata pun, tubuhnya sudah sangat lemas bibirnya pun pucat.


" mbak sebelumnya ni anak makan apa?" tanya Bryan sambil memeriksa kondisi Rafka.


"gatau dari pertama bangun juga mas Rafka muntah terus, tapi kalau deket si kembar muntahnya hilang eneh bukan." ucap Karin.


Selesai memeriksa Bryan kembali membereskan alat medisnya, dia sudah tau apa penyebab dari sakit yang di derita oleh Rafka.


"mbak kau harus di periksa juga." ucap Bryan.


"aku? Kan yang sakit Suamiku kenapa aku juga harus di periksa?" tanya Karin menujuk dirinya sendiri.


Mama ayu dan anggota keluarga lainnya ikut bingung, Brya menghela nafasnya.


"kondisi suamimu baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan karena aku menduga kalau dia hanya terkena sydrom cauvade." jelas Bryan.


"kalau masih bisa cerewet berarti loe itu baik-baik saja dodol." sanggah Bryan.


"syndrome cauvade itu apa? Apa penyakit yang serius?" tanya Karin.


"Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya. Meski begitu, masalah ini hanya bersifat sementara dan tidak menimbulkan masalah serius. Makanya untuk mengetahui lebih jelasnya yaitu mbak harus melakukan pemeriksaan menggunakan test kehamilan, jika memang benar dugaanku kalau mbak hamil untuk lebih jelasnya mbak harus periksakan ke dokter kandungan." tambah Bryan.


Mama Ayu memekik senang, dia berharap kalau Karin memang hamil mengandung calon cucunya. Rafka dan si kembar pun merasakan hal yang sama, berbeda dengan Karin dia takut kalau hasilnya akan mengecewakan meskipun sebenarnya dia pun mengharapkan hal yang sama.


" coba di cek aja dulu sayang, kalau positif ya alhamdulillah kalau enggak pun ya gapapa berarti memang belum rizkinya." uca Rafka.


Papa william menyuruh Reza membeli testpack bersama istrinya Raisa, semua orang berharap hal yang sama yaitu sama-sama mengharapkan tumbuh benih buah hati di perut Karin.


lima belas menit kemudian.


Reza datang membawa tiga macam alat test kehamilan, Karin dengan ragu mengambilnya dan di temani oleh Raisa dan juga mama Ayu untuk melihat hasilnya.


"ma aku ragu" ucap Karin.


"bismillah sayang." bujuk Mama ayu.


Karin masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, dia menampung urin di wadah kecil yang di bawakan oleh bu Suti sebelum Reza kembali. Mama ayu mengambilnya dan meletakan tiga testpack bersamaan, Karin berdoa dalam hatinya agar hasilnya tidak mengecewakan dia ingin mewujudkan keinginan ayahnya sebelum wafat jika suatu saat dirinya menikah ayahnya ingin memiliki cucu kembar satu laki-laki dan satu perempuan.