Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 126



Rafka melambaikan tangannya agar si kembar mendekat, Kenzo dan Kenzi turun dari kursi menghampiri Rafka duduk di sebelahnya.


"dengarkan Daddy nak, sama seperti kalian Daddy juga tidak ingin kembali pada Mommy kalian sekarang dia sudah menemukan pendamping yang baru meskipun dia masih sendiri pun Daddy tidak akan kembali padanya, Bunda Karin adalah wanita pilihan Daddy dia tulus menyayangi kalian mana mungkin Daddy meninggalkannya." jelas Rafka.


"benarkah Daddy?" tanya Kenzo meyakinkan.


Rafka menganggukan kepalanya, si kembar bersorak gembira mendengar jawaban Rafka.


"tadinya Daddy mau nyamperin bunda kalau pernikahan kita di percepat karena urusan kita sama Mommy kalian sudah beres, tapi bunda kalian tadi salah paham saat Mommy kalian datang dia langsung pergi begitu saja, Daddy mau susul bunda tapi Mommy Cristin mencegahnya karena ada sesuatu yang harus segera di bicarakan." ucap Rafka.


"tentang apa daddy?" tanya Kenzi.


"sebelum menikah dengan Daddy Mommy Cristin sudah mempunyai anak tapi dia mengira anaknya sudah meninggal namun kenyataannya anaknya masih hidup, kalian masih ingat bukan saat kalian di culik? ada seseorang yang membayar para preman itu dan orangnya bernama Zain, saat itu Daddy ingin menjebloskannya ke penjara tapi dia meminta waktu untuk menyelesaikan urusannya yang belum beres, Mommy Cristin meminta Daddy agar membatalkan tuntutan Daddy pada Zain dengan alasan dia adalah ayah dari anak mommy kalian yang sampai saat ini belum pernah mereka temui sedari bayi, mereka berharap bisa menemuinya sebagai orang tua lengkap kasihan anaknya dari bayi tidak pernah tau rupa orang tuanya dan Daddy juga teringat pada kalian betapa sedihnya tidak mempunyai seorang ibu, jadi Daddy mencabut tuntutan Daddy pada Zain begitu ceritanya." tutur Rafka.


"jadi ternyata kita punya kakak dong Dad?" tanya Kenzi.


"tapi Dad, bunda kayaknya salah paham sama Daddy. pas Mommy Dateng nemuin kita di rumah sakit Bunda ngeliat kita di balik pintu." ucap Kenzo.


"benarkah? kenapa gak bilang sama Daddy boy, pantas saja pak Surya marah-marah sama Daddy." ucap Rafka mulai frustasi.


Rafka menjambak rambutnya kebelakang, dia harus segera menemui Karin dan meluruskan semuanya. Rafka bangkit dari duduknya mengajak si kembar pergi ke rumah Karin, namun telponnya berdering tertera nama Reza di layar hp nya Rafka mengangkatnya terlebih dahulu sejurus kemudian matanya melotot sempurna mendengar kabar yang di sampaikan oleh Reza.


"APA?!" pekik Rafka.


"aku segera ke sana." ucap Rafka.


"Daddy ada apa? siapa yang menelpon?" tanya Kenzo.


"kita harus segera ke rumah Bunda." ajak Rafka.


Rafka berjalan dengan tergesa diikuti si kembar yang langsung masuk ke jok bagian belakang, si kembar tidak tau apa yang tengah terjadi mereka tidak berani bertanya lebih banyak lagi pada Rafka karena mereka melihat raut wajah ayahnya yang sedang panik.


*di rumah Karin*


Kiki membereskan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam tas yang sudah di sediakan, Karin juga melakukan hal yang sama meskipun Raisa melarangnya untuk pergi.


"Rin coba dipikirin lagi deh, kamu itu salah paham tadi Reza udah ngomong semuanya ke aku." ucap Raisa.


"enggak sa, keputusanku sudah bulat aku gak mau berharap dan menyakiti perasaanku sendiri lebih baik aku menjauh untuk sementara waktu, tolong jagain rumah orangtuaku ya." ucap Karin.


"ya sudah kalau memang itu keputusan terakhirmu, aku berharap kau tidak menyesal." ucap Raisa.


"bagaimana sayang, apa mba Karin tetap mau pergi?" tanya Reza.


"iya kak." jawab Raisa lesu.


"biarkan dia pergi kalian jangan menghalanginya, dia butuh waktu untuk merapihkan hatinya." ucap Surya yang tiba-tiba muncul dari kamarnya.


"tapi pak, sebenarnya Karin hanya salah paham saja pada pak Rafka tadi kak Reza udah cerita ke aku." ucap Raisa.


"benar pak, mba Karin hanya perlu mendengarkan penjelasan dari kakak semua tidak seperti yang mba Karin pikirkan." tambah Reza.


"bapa tidak bisa mencampuri urusan Karin lebih jauh lagi, semua keputusan ada di tangannya." ucap Surya.


Raisa dan Reza langsung diam kala melihat Karin dan juga Kiki menenteng tasnya yang sudah berisi pakaian.


"bapak kita pamit ya" ucap Karin.


"jaga dirimu baik-baik nak, kalau ada apa-apa kabarin bapak ya." ucap Surya memeluk Karin dan juga Kiki.


Braakk ..


"sayang jangan pergi" pekik Rafka membuka pintu dengan keras.


"mas Rafka." gumam Karin pelan.


bugh..


Kiki menghadiahkan pukulan ke wajah Rafka, Karin langsung menarik tangan Kiki.


"Kiki apa yang kamu lakukan?" teriak Karin.


"gara-gara dia teteh jadi sedih, dia sudah melukai perasaan teteh biar Kiki yang hajar pria gak gentle ini." amuk Kiki.


"Daddy." panggil si kembar menghampiri Rafka.


Reza membantu kakaknya untuk bangun, Rafka maju menggenggam tangan Karin dan Karin pun langsung memalingkan mukanya yang sudah berkaca-kaca.


"sayang dengarkan aku, semua tidak seperti yang kamu lihat aku sama sekali tidak ada hubungan lagi dengan Cristin. percayalah pada mas." ucap Rafka.


"bunda, tidak ada satu orang pun yang bisa menggantikan posisimu dari kami kau tetaplah bunda kami." ucap Kenzo.