Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 71



"siapa dia?!" gumamnya.


Kenzi penasaran ingin melihatnya juga. buru-buru ia menghampiri Kenzo, dan menanyakan siapa yang sudah meretas sistem data milik perusahaan Rafka.


"kakak siapa orang itu? apakah partner bisnis Daddy?" tanya kenzi.


"bukan, dia bukan partner bisnis Daddy!! semua partner bisnis Daddy aku juga mengetahuinya, sepertinya dia musuh Daddy dan mungkin Daddy juga belum mengetahuinya."


"apa kau sudah membereskan semuanya?"


"sedikit lagi, aku akan menyelesaikan semuanya dan memperketat keamanan data perusahaan agar siapapun tidak ada yang bisa menembusnya."


"baiklah kak, aku juga masih banyak yang harus di kerjakan."


"bagus !! nanti aku akan membantumu, setelah semuanya beres kita ke cafe Bunda."


"mau apa ke cafe Bunda?"


Kenzo menepuk jidatnya, dia lupa kalau dia sedang berbicara dengan adiknya yang loading.


"apa kau tidak ingin menemui Bunda?"


"ya mau lah."


"ya udah kita minta sama Oma buat anterin kita ke cafe, sekalian ada yang mau aku bicarakan sama Bunda."


Kenzo dan Kenzi kembali fokus mengerjakan yang seharusnya di kerjakan orang dewasa, tanpa terasa semuanya sudah beres. Kenzo meregangkan otot-ototnya, sedangkan Kenzi menguap dan membereskan tabletnya ke dalam tas.


***


Di perusahaan Malik Tower Reyhan sedang kebingungan, tadinya Reyhan ingin mengecek data perusahaannya Adijaya group tapi dia tidak bisa membukanya, Reyhan adalah seorang hacker yang hebat maka dari itu dia di tunjuk sebagai asisten pribadi oleh Zain. dengan kepintaran dan kegesitan Reyhan semua masalah bisa teratasi dengan cepat, tapi tidak untuk sekarang, dia seperti kalang kabut tidak bisa meretas perusahaan Adijaya group. Reyhan kembali mengotak-atik laptop miliknya, namun usahanya nihil tidak membuahkan hasil.


Tut ... Tut...Tut...


"Hallo, Tuan."


"kau masuk ke ruangan ku Rey, bawa juga berkas meeting penting yang akan kita lakukan sore ini."


"baik tuan."


Tut..


sambungan telepon terputus.


'Bismillahirrohmanirrohim , semoga singa ini sedang jinak' batin Reyhan.


sebelum pergi ke ruangan Zain, Reyhan merapikan pakaian serta rambutnya. dia berusaha setenang mungkin, walaupun tak bisa di pungkiri rasa takutnya menjalar ke seluruh tubuhnya, Reyhan paling tahu watak bosnya itu jika Zain sudah marah maka satu ruangan bisa hancur seketika bahkan tak segan-segan ia akan menguliti manusia yang berada di hadapannya.


huuh .. haaaahh..


Reyhan menghirup udara udara sebanyak-banyaknya, dia memerlukan banyak oksigen agar bisa bernafas dengan tenang.


'ketakutanku sudah seperti mau bertemu malaikat maut saja.' batin Reyhan.


Reyhan berjalan ke arah ruangan CEO, dia mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan Zain.


tok .. tok


"masuk" sahut Zain dari dalam


Reyhan memutar kenop pintu, dia mendorongnya dan masuk ke dalam. disana terlihat Zain yang sedang fokus pada tumpukan berkasnya, dengan kacamata yang bertengger menghiasi wajahnya.


"Tuan, ini berkas yang anda minta." ucap Reyhan menyodorkan map berwarna hijau pada Zain.


"kau sudah memeriksanya dengan benar?" tanya Zain.


"sudah tuan, beberapa point penting pun sudah saya catat untuk mempermudah saat meeting sore nanti."


"hemm."


Zain memeriksa sebentar map yang Reyhan berikan, merasa tidak ada masalah dia menutup kembali berkasnya itu.


"apa kau sudah meretas perusahaan Rafka?" tanya Zain.


Glukk..


'sudah kuduga' batin Reyhan.


"su-dah tuan" jawab Rey gugup.


Zain mengernyitkan dahinya, dia menatap asistennya itu dengan seksama Zain melihat seperti ada yang tidak beres dengan Reyhan.


"kenapa berbicara gugup seperti itu?" tanya Zain dingin.