
"gue takut, kalau bukan fajar dan Desi terus siapa? Papa Will juga bukan?." Zidan bingung.
"takut kenapa?" tanya Rafka.
"takutnya data perusahaan ada yang membocorkannya, terlebih kita tidak tahu siapa yang sudah membantu mengerjakan email perusahaan." terang Reza.
"Lo jadi CEO kenapa mendadak kayak bego gitu sih, emangnya Lo gak kepikiran sampai sana?" tanya Zidan.
"aku juga mikirnya ke sana, cuman selama ini bahkan sampai sekarang data perusahaan masih aman gak ada yang bocor." bela Rafka.
Rafka, Reza dan juga Zidan sedang berperang dengan pikiran masing-masing, mereka penasaran siapa yang sudah membantu mengerjakan pekerjaan kantor yang begitu banyak, kalau yang mengerjakan bukan orang yang berada di sekitarnya mereka takut akan ada yang membocorkan data perusahaan meskipun sekarang data terlihat masih aman- aman saja.
"aahhhh. sudahlah, nanti dipikirkan lagi aku masih banyak pekerjaan." ucap Rafka kesal karena tidak mendapat jawaban atas pertanyaan yang ada di benaknya.
"aku juga menyerah kak, tidak terlintas satu orangpun de benakku tentang siapa orang yang telah membantumu."
"gue juga gak dapet jawaban."
"ya sudah nanti kita bicarakan lagi, sekarang kalian pergi ke ruangan masing-masing."
Reza dan Zidan mengangguk, keduanya pergi dari ruangan Rafka sedangkan Rafka sendiri langsung mengerjakan kembali pekerjaan yang tadi tertunda oleh kedatangan Reza dan Zidan.
***
saat ketiga orang dewasa sedang bingung memikirkan siapa yang sudah membantu pekerjaan Rafka, sedangkan dua orang anak kecil yang menjadi jawaban atas kebingungan itu malah sedang asik memakan ice cream bersama Karin. saat mereka sudah menyelesaikan tugasnya masing-masing keduanya meminta mama ayu mengantar mereka bertemu dengan Karin, dengan senang hati mama ayu mengantar si kembar.
"enak banget kayaknya?" tanya Karin.
"enak banget Bun, makasih ya udah beliin Kenzi Ice cream." ucap Kenzi.
"sama-sama sayang" ucap Karin.
Karin beralih menatap ke arah Kenzo, nampaknya Kenzo sedang melamunkan sesuatu sampai dia tidak sadar ice cream yang di pegangnya meleleh sampai mengotori bajunya.
'ada apa dengan Kenzo? kenapa dia melamun seperti itu? dia memakan ice cream nya, tapi dia tidak sadar kalau sebagian ice cream yang di pegangnya meleleh mengotori bajunya' batin Karin.
saat di panggil Kenzo diam saja tanpa menjawab panggilan dari Karin.
"KENZO." pekik Kenzi.
Kenzo terkejut sampai-sampai ice cream yang di pegangnya terlepas dari tangannya mengenai wajah Karin yang sedang berada di depannya.
Plukkk ..
"Kenzi, kau ini apa-apaan sih? kenapa berteriak? lihat tuh ice cream ku jadi terlempar ke wajah Bunda." ucap Kenzo sewot.
"sudah tidak apa-apa, Bunda tinggal sebentar ke toilet ya, awas kalian jangan ke mana-mana sebelum Bunda datang oke!!"
keduanya mengangguk.
"jawab pertanyaanku kenzi?!" desak Kenzo.
"habisnya kau di panggil Bunda diam saja, jadi sebagai anak Bunda yang baik aku membantunya dengan cara berteriak memanggilmu." jawab Kenzi dengan polosnya.
"hiiiii.. awas kau ya!!" geram Kenzo.
Kenzo mengambil ice cream Kenzi, dia mencolek ice cream itu dan mencoreng muka Kenzi.
"syukurin, itu akibatnya kalau kau berani macam-macam denganku." ucap Kenzo tersenyum licik.
Kenzi langsung mengelap ice cream yang berada di wajahnya, dia menatap sengit ke arah Kenzo. buru-buru dia meremas ice cream itu kemudian dia mengelap seluruh wajah Kenzo, Kenzo kaget dengan serangan dadakan dari Kenzi. alhasil keduanya saling mengotori wajahnya dengan ice cream, Karin buru-buru membersihkan wajahnya karena dia takut si kembar hilang.
alangkah terkejutnya karin melihat kedua calon anak sambungnya yang sudah tidak tau bagaimana wujudnya. wajah Kenzo dan Kenzi sama-sama berwarna cokelat, sedangkan para pengunjung di cafe malah merekam kejadian dimana Kenzo dan Kenzi saling mengotori wajahnya dengan ice cream.
"STOP!!!" pekik Karin.
Kenzo dan Kenzi menghentikan aksinya, mereka berdua melihat ke arah Karin yang sedang berkacak pinggang, jangan lupakan wajahnya yang sudah memerah menahan amarah dan juga keningnya yang sudah mengkerut membentuk beberapa lipatan.