
*perusahaan Malik Tower*
Zain sedang memeriksa berkas yang harus dia kerjakan, begitu banyak tanggung jawabnya sekarang semenjak dia menjadi CEO baru pekerjaan begitu menumpuk.
tok .. tok .. tok
"masuk" sahut Zain dari dalam.
mendengar instruksi dari dalam seseorang masuk ke dalam ruangan Zain. melihat Reyhan yang masuk, Zain langsung bertanya Pada Reyhan selaku asisten pribadinya.
"ada apa Rey? apa ada kabar lagi tentang wanitaku?" tanya Zain.
"sekarang belum ada kabar lagi tuan, menurut informasi dari anak buah saya, nona Cristin sedang pergi ke luar negeri tuan." terang Reyhan.
Zain menghela nafasnya panjang, wanita yang di maksud Zain selama ini adalah Cristin Angeline, mantan istri dari Rafka sekaligus ibu dari si kembar . Zain begitu mencintai Cristin, dia dan Cristin berpacaran sejak mereka kuliah karena Zain adalah satu-satunya pewaris dia harus melanjutkan pendidikannya beberapa tahun di luar negeri. ketika Zain berhasil menyelesaikan pendidikannya, dia mencari Cristin ke apartemen yang pernah ia tinggali bersama Cristin selama berpacaran, dia mencarinya kemana-mana seperti orang gila. sampai pada akhirnya ia memerintahkan Reyhan untuk mencari keberadaan Cristin, alangkah terkejutnya ia mendengar kalau Cristin sudah menikah dengan seseorang yang di kenalnya, Zain bertekad ingin mengambil kembali wanita yang sangat dicintainya, sekarang dia sudah memegang kendali perusahaan, tidak ada yang bisa menghalanginya lagi untuk bisa mendapatkan Cristin walaupun itu orang tuanya sendiri dan juga dari Rafka yang notabenenya suami Cristin.
"apa ada informasi lain lagi?" tanya Zain lagi.
"saya mendapat laporan bahwa anak dari nona Cristin sudah bersekolah di taman kanak-kanak."
"bagus, kau awasi terus mereka. jangan lupa kau kecoh Rafka, kau retas akun perusahaannya biarkan dia sibuk dengan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum kita masuk ke rencana inti."
"baik tuan, laksanakan!!"
"kau ambil berkas ini separuh dan pergilah, kau baca setiap detailnya jangan sampai ada yang terlewat, jika ada kesalahan nyawamu taruhannya!!" ucap Zain dingin.
Gluk..
'ancaman macam apa itu, kenapa sebuah kesalahan harus di balas dengan nyawa? kenapa aku harus memiliki boss yang begitu kejam Tuhan, tolonglah aku agar aku bisa sabar menghadapi manusia menyebalkan ini."batin Reyhan.
Reyhan menelan ludahnya kasar. Zain kembali fokus pada tumpukan berkasnya, Reyhan langsung pamit keluar dari ruangan CEO menuju ruangan pribadinya.
****
Si kembar meminta izin pada Oma dan opa nya untuk pergi menghampiri Karin dan juga Rafka, keduanya mengizinkan si kembar menemui Karin. izin sudah di dapatkan mereka langsung berlarian ke meja Karin, melihat si kembar menghampiri mejanya Karin langsung berjongkok dan merentangkan tangannya menyambut si kembar.
Karin memeluk kedua anak yang sangat dia rindukan selama kurang lebih satu Minggu ini tidak bertemu.
"Bunda aku kangen." rengek Kenzi
"iya bunda, Kenzo kangen sama Bunda, Daddy sama Oma dan opa tidak mengizinkan kita berdua bertemu Bunda." ucap Kenzo
"sayangnya Bunda, jangan sedih ya !! kan sekarang Bunda ada disini, Bunda juga kangen banget sama kalian, Bunda sedih kalian tidak menemui Bunda, tapi sekarang Bunda bahagia sekali bisa memeluk kalian lagi." ucap Karin menahan air matanya, Karin sangat terharu bisa di pertemukan kembali dengan calon anak sambungnya itu.
"Bunda Oma waktu itu bilang Bunda lagi marahan sama Daddy, katanya kalau Bunda udah baikan bakalan ngasih Kenzi adik bayi? mana bayinya Bunda? Kenzi mau adik bayi." tanya Kenzi beruntun.
"sayang, Mama membujuk si kembar agar tidak menemui mu dengan cara mengiming-imingi mereka kita akan memberikan adik yang lucu kalau kita sudah baikan, si kembar ingin punya adik seperti temannya yang lain, makanya Kenzi begitu antusias saat kita baikan." bisik Rafka di telinga Karin.
Karin bingung harus menjawab apa, kenapa Kenzi meminta bayi padanya? menikah saja belum pikirnya. Karin melirik ke arah Mama ayu, namun Mama ayu langsung memalingkan wajahnya pura-pura tidak melihat Karin yang sedang menatapnya.
"emm, Kenzi kalau mau adik bayi itu Bunda sama Daddy harus menikah dulu sayang, semua ada prosesnya. adik bayi itu bukanlah barang yang mudah di dapatkan atau bisa di beli." ucap Karin.
"Kenzi dengarkan Daddy, Bunda dan Daddy memang sudah baikan, tapi kalau ingin adik bayi Kenzi harus memintanya pada Allah, adik bayi itu manusia dan manusia adalah ciptaan Allah hanya Allah lah yang bisa mengabulkan keinginanmu." jelas Rafka.
"sudahlah Kenzi biar nanti aku minta sama Daddy biar di belikan mainan bayi yang hampir sama dengan bayi aslinya." ucap Kenzo, sejak awal dia juga mengerti maksud dari ucapan omanya, hanya saja dia mengikuti apa yang diperintahkan tapi Kenzi yang cerdas namun agak tulalit itu termakan oleh ucapan Mama ayu.
Kenzi sedang memikirkan sesuatu, dia diam untuk sesaat mencerna semua kata-kata yang diucapkan oleh Rafka dan Karin.
'iya juga ya, kalau di pikir-pikir aku juga tidak pernah melihat adik bayi di jual di mall ataupun di toko, aku juga melihat ibunya Elsa perutnya membesar baru setelahnya ada adik bayi. ya ampun, aku sudah di bohongi Oma selama ini, ihh Oma menyebalkan. tapi tidak apa-apa, aku akan berdoa kepada Allah agar Bunda dan Daddy segera menikah dan memberikan aku adik bayi yang banyak.' batin Kenzi.
"kau baru menyadarinya bukan?" bisik Kenzo tersenyum miring di telinga Kenzi.
Kenzi mendengus kesal pada Kenzo, dia kesal kenapa Kenzo tidak memberitahunya.
"awas kau gendut !!" gumam Kenzi.
"kau mengerti apa yang Daddy katakan Kenzi."tanya Rafka.
"iya Dad, mengerti. Kenzi akan minta sama Allah agar di berikan adik bayi yang banyak dan lucu." ucap Kenzi.