Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 128



Rafka menggenggam tangan Karin dengan erat, dia bersimpuh dihadapan Karin.


" sayang tadinya aku ingin memberitahukan bahwa Papa mempercepat pernikahan kita karena semua urusan sudah selesai, pekerjaan pun sudah berkurang berkat bantuan si kembar." ucap Rafka membelai tangan karin.


Karin menelisik wajah Rafka dia mencari kebohongan tapi dia tidak melihatnya, hanya ada tatapan tulus dan jujur yang dia lihat.


"tapi saat itu aku melihat kalian di mobil sedang.." Karin menggantungkan ucapannya.


Rafka langsung memotong ucapan karin.


"sedang membantu meniup mata Cristin yang kelilipan terkena hembusan angin yang membuat debu masuk ke matanya, dan tadi saat Cristin datang dia hanya ingin memintaku mencabut tuntutan terhadap Zain dia kasihan pada anaknya yang bernama Bagas jika harus di tinggalkan kembali oleh ayahnya, aku sudah mempertimbangkan semuanya dan mencabut tuntutan ku." jelas Rafka.


"bukan aku pilih kasih pada anakku, di sini aku menyayangi ketiga anakku tapi di sisi lain Bagas lebih membutuhkanku daripada si kembar, mereka lebih beruntung meskipun selama ini mereka di besarkan hanya dengan ayahnya dan juga kakek Neneknya berbeda dengan Bagas dia dari lahir hanya hidup bersama istri paman Mario dan satu supir, apalagi sekarang si kembar sudah memiliki ibu pengganti yang baik seperti dirimu Karin, maaf saat di taman tadi aku lupa siapa kamu yang mana membuatmu menjadi semkin salah paham." timpal Cristin.


si kembar maju memeluk Karin dengan mata yang berkaca-kaca, Karin membalas pelukan keduanya.


"Bunda mau kan memaafkan Daddy?" tanya Kenzi.


"jika Bunda tidak ingin menerima Daddy kembali kami tidak akan memaksa, tapi apa Bunda akan tetap menjadi Bunda kami?"tanya Kenzo.


"semuanya bolehkah aku meminta kalian meninggalkan kami berempat disini?" izin Rafka, dia butuh privasi bersama Karin dan kedua anaknya.


Surya memberikan kode pada Kiki untuk membiarkan Karin dan Rafka untuk berbicara berdua saja di dampingi oleh si kembar, dengan berat hati Kiki pergi mengikuti Surya dan yang lainnya untuk keluar dari rumahnya menunggu di luar rumah.


"Bunda akan memberikan keputusan jika Daddy kalian menjelaskan apa yang terjadi selama ini." ucap Karin.


"Daddy cepat dong ngomong sama bunda." desak Kenzi.


"cepat Daddy." tambah Kenzo tidak sabar.


"iya-iya kalian diam dulu."


si kembar langsung merapatkan mulutnya diam.


Rafka mulai menceritakan dari awal mula dia dan Zain adu mulut saat penculikan si kembar, kebakaran pabrik sabun, teror Cristin yang di lakukan oleh Floresia, penyelidikan Rafka terhadap Florensia yang mengoperasi wajahnya agar bisa menggantikan posisi Sarah sebagai ibu Zain demi membalaskan dendamnya, kebenaran tentang Bagas anak Zain dan Cristin, mencabut tuntutan Rafka pada Zain. Karin mendengarkannya dengan seksama, rasa bersalah muncul dihatinya ternyata dia sudah salah paham pada Rafka.


sejak Rafka membuka suaranya menceritakan semua kesalahpahaman yang terjadi seakan semua itu seperti dongeng yang dibacakan sebelum tidur bagi si kembar, sehingga keduanya tertidur di pangkuan Karin.


" aku mengerti posisimu sayang jadi wajar kau salah paham padaku, aku juga yang salah karena terlalu sibuk sampai aku lupa mengabarimu." ucap Rafka mengusap pipi Karin.


Karin mengangkat kepalanya menatap Rafka dengan mata yang mulai mengembun.


" maafkan aku mas, aku hanya takut kau pergi meninggalkan aku dan kembali bersama ibu si kembar, aku yang egois karena aku .. aku.." Karin tidak bisa meneruskan ucapannya tenggorokannya serasa tercekat.


Rafka menempelkan jari telunjuknya di bibir Karin menandakan dia harus berhenti bicara.


"ssstt.. sudahlah semua sudah terjadi, sekarang aku hanya ingin bertanya padamu apa kau mau mendengarnya?" tanya Rafka.


Karin menganggukkan kepalanya.


" Karin Dawinta maukah kau menjadi istriku sehidup semati denganku, menjadi ibu dari anak-anak kita kelak? menerima semua kekuranganku?" tanya Rafka dengan suara lantangnya.


tangis Karin semakin menjadi-jadi, dia menganggukkan kepalanya dengan cepat Rafka langsung memeluk Karin menenangkan calon istrinya itu.


si kembar langsung terbangun mendengar tangisan Karin, Kiki dan juga yang lainnya langsung masuk mendengar suara tangisan bahagia dari Karin.


"Bunda kenapa menangis? apa Daddy yang membuat Bunda menangis?" cecar kenzi.


"Daddy kenapa Daddy membuat Bunda menangis hah?!" Amuk Kenzo.


"teteh Kiki juga bilang apa jangan mau dengerin omongan lelaki itu, lihat sekarang teteh jadi nangis lagi." ucap Kiki.


"kakak apa yang terjadi?" tanya Reza.


Rafka mengacak-acak rambutnya mendengar tuduhan negatif yang di layangkan oleh anaknya dan jug ayang lainnya, Karin mengusap air matanya dia juga tersenyum melihat Rafka yang menatapnya meminta pertolongan.


" kenapa kalian berfikir negatif padaku? Karin emang nangis gara-gara aku tapi dia nangis bahagia kalau kalian tidak percaya coba tanyakan saja pada orangnya." jelas Rafka.


semua mata tertuju pada Karin meminta jawaban membuat Karin menjadi kikuk sendiri.


"sebenarnya..