
Braakk ..
prok .. prok .. prok
"luar biasa." ucapnya tersenyum miring.
Rafka menatap pria di hadapannya dengan tatapan tajam.
"siapa kau?!!" tekan Rafka dengan nada yang sangat amat dingin.
yang di tanya malah terkekeh pelan.
"kau ingin tau siapa aku? heh."
"jangan membuang waktuku!! kau pasti yang sudah menyuruh manusia tidak berguna seperti mereka untuk menculik anakku?!" ucap Rafka dengan penuh penekanan jangan lupakan tatapan tajamnya yang sangat menyeramkan.
"kau ingin tahu siapa aku bukan? baiklah, akan ku beritahu aku adalah Zain Edward Malik seorang pria yang sudah lama mencari wanitanya, wanita yang sudah kau ambil dariku." tekan Zain dengan tangan yang mengepal.
Rafka menatap Zain dengan bingung. Rafka seperti pernah mendengar nama itu tapi dia lupa siapa orangnya.
"wanita mana yang kau maksud?" tanya Rafka bingung.
"jangan pura-pura tidak tau, kau telah mengambilnya dariku sekarang kembalikan wanitaku sekarang juga!!" berang Zain.
"aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu?!" sentak Rafka.
Zain menyuruh Reyhan menyeret Karin masuk ke dalam, Rafka membulatkan matanya melihat wanita yang di cintai nya di seret oleh orang lain layaknya sebuah barang.
"jika kau tidak mengembalikan Wanitaku maka akan aku buat gadis ini hancur!!" tegas Zain.
Rafka semakin tersulut emosi. di sisi lain dia juga bingung siapa wanita yang di maksud pria yang bernama Zain itu, dia mencoba menebak siapa orangnya.
'selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita selain Cristin dan Karin, tapi sepertinya Karin bukan wanita yang di maksud Zain' batin Rafka.
'jangan-jangan dia adalah Zain yang di maksud oleh Cristin waktu itu.' batin Rafka mengingat sesuatu.
"apa wanita yang kau maksud adalah Cristin?" tanya Rafka memicingkan matanya.
Rafka tertawa mendengar ucapan Zain.
"jadi wanita yang kau maksud itu adalah Cristin, kau boleh mengambilnya dariku maka dengan senang hati aku akan memberikan wanita murahan itu padamu karena aku tidak membutuhkannya." ucap Rafka.
Zain seakan naik pitam mendengar kata murahan yang luar dari mulut Rafka. Zain melangkah maju ke arah Rafka, dia memukul wajah Rafka sampai mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya.
"mas Rafka" pekik Karin.
Rafka menyeka darah dari sudut bibirnya menggunakan jempolnya.
"beraninya kau menyebut wanitaku sebagai wanita murahan?!!" ucap Zain dengan menarik kerah baju Rafka.
tanpa tinggal diam Rafka meninju wajah Zain, di meluapkan semua emosi yang terpendam selama bertahun-tahun.
Zain membalas semua serangan Rafka hingga terjadilah perkelahian, tidak ada yang bisa mencegah keduanya karena mereka begitu kuat.
Zidan datang langsung memisahkan keduanya di bantu oleh asisten Zain yaitu Reyhan.
"RAFKA HENTIKAN!!" teriak Zidan.
Rafka tidak mendengar teriakan Zidan karena seluruh emosi telah mengendalikan dirinya, begitupun dengan Zain.
Zidan dan Reyhan kewalahan memisahkan keduanya.
Lusi dan Karin langsung menghampiri si kembar, Karin begitu tersayat saat memeriksa kedua tubuh si kembar.
Zidan berteriak memanggil Karin.
"mba bawa si kembar pergi." teriak Zidan.
Karin mengangguk, Kenzi merintih kesakitan saat Karin menggendongnya. Lusi juga menggendong Kenzo di punggungnya, sayup-sayup terdengar suara Kenzi yang memanggil Rafka.
"Daddy." panggil kenzi lemah.