
Reza menganggukkan kepalanya, dia langsung pergi ke bagian difisi pemasaran dan produksi.
Rafka menunggu Reza dan yang lainnya untuk pergi ke pabrik, sebelum Reza kembali Rafka memanggil seseorang untuk menghandle perusahaan. dia harus memastikan perusahaan dalam keadaan baik-baik saja saat dia beserta Reza dan Zidan pergi, Rafka tidak mau para tikus di perusahaannya memanfaatkan situasinya saat ini.
"Maya kau panggil Zico ke sini, suruh dia ke ruangan ku sekarang juga." perintah Rafka pada resepsionis.
"baik tuan." ucap resepsionis yang bernama Maya itu.
Rafka melangkahkan kakinya masuk kedalam lift menuju ruangannya.
sampai di ruangan CEO Rafka memeriksa berkas penting yang harus di tandatangani terlebih dahulu, tak lama kemudian pintu di ketuk oleh seseorang.
tok .. tok .. tok ..
"masuk" sahut Rafka dari dalam.
ceklek..
"tuan memanggil saya?" ucap pria yang bernama Zico.
"iya Zico kemarilah." ucap Reza.
Zico menghampiri Rafka yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"saat ini aku akan ke pabrik sabun karena ada insiden kebakaran di sana, aku ingin minta tolong padamu tolong antarkan berkas ini ke perusahaan Ziels corp, hanya kau yang bisa aku percaya saat ini, dan satu lagi kau awasi semua bagian terutama bagian keuangan belakangan ini aku mencurigai seseorang dalam masalah keuangan, jika kau menemukan sesuatu yang mencurigakan segera laporkan padaku." ucap Rafka menyodorkan berkas penting ke hadapan Zico.
Zico mengambil berkas yang di berikan Rafka.
"baik tuan, laksanakan." ucap Zico.
Zico menganggukkan kepalanya, dia kemudian pamit pada Rafka. dari sekian banyaknya karyawan hanya Zico yang bisa Rafka percaya setelah Desi dan Fajar di perintahkan papa William pergi ke Malaysia, dia juga berniat menjadikan Zico sebagai sekertaris nya.
setelah urusannya selesai Rafka langsung menghubungi Reza, setelah memastikan bahwa Reza telah berkumpul di bawah dengan bagian pemasaran dan bagian produksi Rafka langsung turun ke bawah.
Reza melihat kakaknya datang, dia langsung mengajak Rafka pergi ke lokasi kejadian.
******
setelah mendapatkan telpon dari Rafka Zidan menggerutu kesal, mulutnya komat-kamit mengeluarkan kata-kata kasar. Zidan masih berada di ruangan Cristin, saat Rafka memintanya mengatur pertemuan dengan Cristin zidan langsung pergi ke tempat dimana Cristin bekerja.
"kau kenapa Zidan?" tanya Cristin.
"enggak papa, bukan urusan loe." ucap Zidan ketus.
Zidan memang tidak menyukai Cristin sejak awal dia bertemu sampai sekarang, maka dari itu Zidan sangat mendukung keputusan Rafka menceraikan cristin karena menurutnya Cristin itu tidak baik.
"gue cabut dulu ada urusan penting, lagian urusan gue sama loe juga udah beres." ucap Zidan beranjak dari duduknya.
" silahkan, katakan pada kakak mu jika dia ingin menemui ku datang saja ke apartemenku yang berada di jalan xxx lantai 15." ucap Cristin.
"iya." jawab Zidan singkat.
Zidan keluar dari ruangan Cristin dengan sedikit berlari dia pergi ke tempat dimana dia menyimpan mobil sport pemberian Papa William, Zidan langsung masuk dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju pabrik sabun lokasi kebakaran yang di beritahukan Rafka.
"kalo bukan Rafka yang nyuruh gue gak mungkin mau nyamperin tuh si Cristin," gerutu Zidan.