Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 100



hp Rafka tiba-tiba berdering, disana tertera nama Papa William dia langsung mengangkat telponnya.


"hallo Pa?"


"kamu dimana? apa urusanmu sudah selesai?"


"sebentar lagi pa, memangnya kenapa?"


"tadi si kembar sudah di bawa ke rumah sakit oleh Karin dan Lusi, mereka sudah di periksa oleh dokter dan sudah di pindahkan ke ruang VVIP keluarga Adijaya, Papa minta kau secepatnya selesaikan urusanmu jangan membuang waktu lebih banyak lagi."


"baik Pa, syukurlah kalau anak-anak baik-baik saja aku akan segera menyusul ke sana."


"oke, papa tunggu kamu disini."


Papa William mematikan telponnya. Rafka memandang ibu dari anak-anaknya dengan wajah datar, berbeda dengan tatapannya ke arah Zain yang tajam dan dingin penuh intimidasi.


"jika kau ingin bertemu anakmu maka temui mereka di rumah sakit keluarga Adijaya." ucap Rafka pada Cristin.


"terimakasih hiks.. terimakasih kau telah mengizinkan aku bertemu dengan Kenzo dan Kenzi." ucap Cristin terisak.


Zain berdiri menghampiri cristin yang masih terisak, dengan mata yang berkaca-kaca Zain bersimpuh di hadapan Cristin.


"cristin maafkan aku, aku tidak tau kalau kau sedang mengandung saat aku pergi ke luar negri, ketika aku pulang ke mansion disana Daddy dan Mommy menyuruhku untuk melanjutkan studi ke luar negri karena aku adalah pewaris dari keluarga, tanpa aku duga mereka sudah mempersiapkan segalanya dari mulai pemindahan data dari kampus sampai daftar kuliah di universitas ternama disana, Mommy membujukku dengan kata-kata kalau aku ingin menikah denganmu maka aku harus segera menyelesaikan studiku setelah pulang dari sana mereka akan merestui hubunganku denganmu dan langsung melangsungkan pernikahan setelah aku sah menjadi pewaris dari Malik Tower maka dari itu aku langsung menyetujuinya Tanpa bisa berpamitan padamu, bohong kalau aku mengejar Gadis lain selain dirimu Disana aku tidak pernah melirik gadis lain bahkan aku tidak memperdulikan berapa banyak wanita yang Mommy jodohkan untukku setelah aku tau kau sudah menikah, asal kau tahu di sana aku tersiksa aku tidak bisa pulang karena Mommy menutup semua akses kepulangan ku sebelum studiku beres, aku menanggung kerinduan selama bertahun-tahun, fokusku hanya tertuju padamu Cristin sampai detik ini perasaanku tidak pernah berubah, pecayalah .."


Cristin diam tanpa mengeluarkan suara hanya derasnya Ari mata yang menjadi jawaban betapa terlukanya dia selama ini selama bertahun-tahun dia tersiksa, Cristin di jajah oleh Sarah yang tanpa tau motifnya itu apa.


"kenapa? kenapa aku harus menerima semua ini Zain KENAPA?! ibumu terus menyiksaku meskipun aku sudah tak bersama mu, selama ini aku terus tertekan Zain bahkan anakku dan juga Rafka yang kala itu menjadi suamiku harus ikut menderita karenanya.. hikss.. huwaa.." ucap Cristin pilu.


Zain memeluk tubuh Cristin dengan sangat erat, siapapun yang mendengar tangisan Cristin maka mereka akan merasakan apa yang Cristin rasakan Bahkan Rafka dan Zidan pun merasa bersalah karena telah menuduh Cristin dengan berbagai asumsi negatif, tanpa mereka ketahui ternyata Cristin menanggung banyak penderitaan dia juga berkorban demi anaknya.


"aku juga tidak tau apa tujuannya, dia bukanlah Mommy ku yang asli aku sedang menyelidikinya sampai saat ini, setelah semua terbongkar aku pasti akan memberitahumu biar kita tahu apa motif yang selama ini ia lakukan." ucap Zain.