Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 54 - banyak cowok ganteng



Sejak pulang dari mall Karin terus saja diam. Karin duduk di atas ranjangnya, dia melihat ponselnya dan membuka galeri dimana ada si kembar dan Rafka yang sedang bermain bersama di pantai. Karin meneteskan air matanya, dia rindu pada anak-anaknya yang selalu memanggil Bunda, dia rindu si kemabr yang selalu mengintili dirinya mau itu saat Karin bekerja ataupun saat sedang di rumah. dia sudah tidak terlalu berharap lagi pada Rafka, sejak melihat Rafka bersama wanita tadi hati Karin merasa tertusuk dan sesak.


'sebegitu marahnya kamu sama aku mas? dengan mudahnya kamu berpaling ke lain hati?' batin Karin.


tok..tok..tokk


"teh Karin? ini ada kurir, katanya nganterin baju buat teteh." ucap Kiki di balik pintu.


"iya Ki, sebentar.." sahut Karin.


Karin berjalan ke arah pintu, ketika membuka pintu Kiki memberikan paper bag pada Karin.


"makasih ya Ki."


"iya teh sama-sama, tadi juga kurirnya pesen katanya hp teteh di suruh aktifin datanya sama teh Lusi."


"iya, udah sana kamu belajar lagi, katanya mau ujian? jangan begadang, kamu harus belajar yang bener jangan kecewain teteh Sama ayah juga ibu."


"iya teh, ihh bawel pisan. Kiki Oge apal waktu atuh teh, Kiki mah moal ngacewakeun si ayah Jeung si ibu, Kiki mah hoyong sukses biar teteh gak cape harus kerja terus. biar Kiki aja yang kerja nanti mah."


(iya kak, ihh bawel banget. Kiki juga tau waktu kak, kiki gak bakal ngecewain ayah sama ibu, Kiki mau sukses biar kakak gak cape harus kerja terus. biar Kiki aja yang kerja nanti mah.)


Kiki melangkah pergi meninggalkan kamar karin, dia kembali ke kamarnya untuk belajar. sedangkan Karin langsung membuka paper bag yang di berikan Kiki, dia terkejut melihat dress berwarna hitam yang sangat indah



'kenapa Lusi memberiku dress sebagus ini? ini pasti mahal harganya?.' batin Karin.


Karin menyimpan dress itu, dia kemudian mengaktifkan data internetnya.


Lusiana 🐤


"ada-ada saja ni anak kelakuannya, gimana mau nyari yang baru? di hatiku saja masih tersimpan nama mas Rafka." gumam Karin sedih.


"lebih baik aku mandi dan sholat isya dulu, nanti habis sholat baru aku dandan, biar Lusi gak terlalu lama nungguin nya."


Karin langsung pergi ke kamar mandinya, dia juga tak lupa berwudhu. setelah selesai memakai baju Karin langsung melaksanakan ibadah sholat nya, selesai sholat Karin mengambil baju yang di berikan Lusi.


Karin memakai bedak tipis, memakai lipstik berwarna pink, rambutnya dia biarkan tergerai indah, tak lupa juga ia menyelipkan jepit rambut berwarna gold di kepalanya.


merasa sudah cukup, Karin keluar dari kamarnya. Kiki yang sedang berjalan melewati kamar Karin menjatuhkan buku yang dipegangnya, Surya juga ikutan melongo melihat penampilan Karin saat dia keluar dari kamarnya.


"ya Allah teh. ini beneran teh Karin?" tanya Kiki tak percaya.


"iya ini teteh, memangnya kenapa? jelek ya Ki ?" tanya Karin ragu akan penampilannya.


"enggak teh, teteh cantik pake banget malahan mah, Kiki gak nyangka teteh secantik ini, teteh mau kemana emangnya?" ucap Kiki.


"teteh mau pergi ke acaranya abangnya Lusi, sama Raisa juga, cuman Raisa tadi bilang ada urusan dulu sama Reza."


"anak bapak cantik sekali." puji Surya menghampiri Karin.


Karin tersipu malu di bilang cantik oleh adiknya dan juga oleh Surya yang dia anggap seperti ayahnya sendiri.


"terimakasih Bapak, Karin izin keluar Sama Lusi ya pak? di usahakan gak akan pulang larut malam."


"iya silahkan nak, kamu hati-hati perginya ya, jaga diri baik-baik." pesan Surya.


tin .. tin ..


suara klakson terdengar dari arah luar. Karin yang sudah tau kalau itu adalah Lusi, jadi dia langsung menyalami tangan Surya dan juga pamit pada adiknya. karin langsung masuk ke dalam mobil milik Lusi, Lusi pun langsung melajukan mobilnya ke tempat tujuan.