
di seberang sana Usman dan Hani bertos ria, Hani sangat senang karena tak perlu menjodoh-jodohkan Zidan lagi yang mana membuatnya pusing, Usman dan Hani sudah semakin tua yang pastinya mereka ingin berhenti bekerja dan menikmati masa tuanya bersama cucu-cucunya.
"Papa sebentar lagi anak kita menikah, dan kita akan punya cucu." ucap Hani senang.
Usman pun merasakan hal yang sama dengan Hani, keduanya berpelukan dan hal itu di saksikan oleh anaknya yaitu Zidan sendiri di layar handphone, dia begitu merasa bersalah kepada kedua orang tuanya selama ini dia selalu menolak perjodohan, menolak untuk menggantikan posisi ayahnya hanya untuk menikmati hidupnya sendiri tanpa memikirkan bagaimana kondisi orang tuanya yang sudah tua.
' jika ini keputusan yang membuat kalian bahagia, Zidan akan mencobanya dan menerima Lusi' batin Zidan.
Lusi meminta maaf kepada kakaknya dan juga ayahnya, keduanya memeluk Lusi dan mengusap kepalanya dengan sayang.
" semoga dengan keputusan yang kami buat membuat anak kesayangan Papa bisa menjadi lebih dewasa lagi." ucap Sandi.
"keputusan sudah di tentukan Lusi dan Zidan akan melangsungkan pernikahan satu bulan lagi, untuk Reza dan juga Raisa pernikahan kalian akan di majukan satu Minggu lagi dan untuk Rafka dan juga Karin kalian tunda dulu bulan madu setelah pernikahan mereka selesai." ucap Papa William.
"yes" ucap Reza dengan gembira.
Raisa terkejut mendengar keputusan yang papa William utarakan, satu Minggu adalah waktu yang singkat bagaimana bisa semua persiapan di lakukan dalam waktu satu Minggu.
"mohon maaf Pa menyela, bagaimana bisa satu Minggu cukup untuk mempersiapkan segalanya? Bapak juga pasti syok mengetahui hal ini" ucap Raisa.
"kamu tinggal ikuti saja alurnya, biar Papa dan Mama yang bicara sama Pak Surya untuk semua persiapan serahkan semuanya pada Mama ayu." ucap Papa William.
" iya Sa, serahkan semua pada Mama di jamin pasti beres." ucap Mama Ayu dengan penuh percaya dirinya.
" Mama mah is the best." ucap Reza mengacungkan jempolnya.
diantara semua orang Rafka lah yang murung, acara honeymoon yang sudah dia siapkan gagal seketika padahal dia sudah berekspektasi tinggi membayangkan dirinya dan Karin berolahraga naga sepanjang hari.
Papa William tau kalau anak sulungnya sedang kesal namun dia tak bisa melawan keputusannya, jika dia melawan di pastikan honeymoon nya takkan pernah terlaksana semua orang tau siapa Papa William Terutama anak sulungnya.
Rafka menyandarkan kepalanya di bahu Karin, miris sekali nasibnya baru aja dia merasakan bahagianya berpacu kuda bersama istrinya tiba-tiba kejadian tak terduga akibat ulah Zidan yang merambat kepadanya.
" udah mas, kan masih banyak waktu lagi." ucap Karin mengusap pipi Rafka.
"sayang kan mas udah siapin semuanya buat kamu." rengek Rafka.
"gak papa, lagian apa bedanya bulan madu sama di kamar perasaan sama aja." ucap Karin polos.
"beda suasana nya sayang." ucap Rafka.
" iya iya , aku juga pengen hadir sama bantuin semua persiapan pernikahan kedua sahabatku mas masa Mereka datang aku enggak?" ucap Karin.
"iya istriku sayang."
"aaahhhh kiyuuuuttt." goda Mama Ayu.
semua orang terkekeh melihat tingkah laku Mama Ayu, Rafka tak memperdulikan orang lain dia malah dengan sengaja mengecup kepala Karin di balik jilbab yang di kenakan nya.
tiba-tiba salah satu karyawan hotel datang dengan pakaian kotor, rambutnya acak-acakan dan manager hotel menggiring ketiga kurcaci dengan penampilan yang sudah putih seperti mochi yang baluri terigu.
" Astaghfirullah" ucap Karin terkejut.