
Karin dan Raisa sampai di rumah. Surya dan Kiki sedang duduk di ruang tamu, melihat anaknya sudah pulang Surya lantas menghampirinya.
"kalian sudah pulang nak?" tanya Surya.
"iya pak, emm pak nanti bapak sama Kiki mau ikut jenguk si kembar gak?" ucap Karin.
"memangnya cucu bapak kenapa?" tanya Surya dengan raut wajah cemas.
"nanti di ceritain ya pak, aku sama Karin mau mandi dulu sekalian sholat ashar." ucap Raisa.
"yasudah kalian mandi dulu, nanti kalau udah selesai kita makan dulu biar nanti ke rumah sakitnya gak kemaleman." ucap Surya.
Karin dan Raisa pergi ke kamar yang mereka tempati berdua, keduanya mandi secara bergantian.
selesai acara mandi dan menunaikan sholatnya Karin dan Raisa ikut bergabung dengan Kiki juga Surya mereka makan bersama.
"jadi si kembar sakit apa nak?" tanya Surya.
karin menjelaskan bagaimana si kembar bisa di bawa ke rumah sakit, Surya dan Kiki syok mendengar cerita Karin.
"ya ampun, untung si kembar selamat nak cepat habiskan makanan kalian setelah itu kita berangkat menemui cucu bapak." ucap Surya.
"teh Kiki ikut ya ke rumah sakitnya, udah lama juga Kiki gak ketemu sama Kenzo juga Kenzi." ucap Kiki.
"iya Ki." jawab Karin.
semua orang menikmati makannya dengan khidmat, Karin dan Raisa membereskan sisa makanan juga membersihkan piring kotor sebelum kembali ke rumah sakit.
di rumah sakit Rafka sedang duduk bersama kedua anaknya.
"kenapa kalian bisa sampai di culik? bukannya Daddy sudah bilang kalau ada orang yang gak di kenal jemput kalian, kalian jangan mau begini jadinya kalau kalian tidak mendengarkan ucapan Daddy." omel Rafka.
si kembar hanya menundukkan kepalanya, keduanya diam tanpa mengeluarkan suara masing-masing dari mereka memainkan jarinya.
"Kenzo sebagai kakak coba kau jelaskan pada Daddy." ucap Rafka.
"jadi begini Daddy."
Kenzo dan Kenzi mulai membereskan bukunya ketika mendengar suara bel berbunyi, mereka absensi terlebih dahulu pada gurunya sebelum pulang.
selesai absensi si kembar menunggu jemputan di dekat gerbang karena Rafka sudah memberitahu mereka bahwa pak Dani yang akan menjemputnya.
"kakak aku pengen ketemu mommy, kalau kita bilang sama Daddy apa Daddy bakal ngijinin kita pergi ke tempat mommy kerja?" ucap Kenzi.
"Kenzi jangan nekat, kalau Daddy tau kita yang bakal dimarahi terutama aku sebagai kakakmu, kalau memang mommy sayang sama kita mungkin dari dulu mommy udah nyamperin kita bukan malah sebaliknya." ucap Kenzo.
"iya juga ya," ucap Kenzi membenarkan ucapan Kenzo.
Kenzo mengerlingkan matanya, tanpa mereka sadari seseorang tengah menguping pembicaraan keduanya.
sebuah mobil Alphard berwarna hitam yang hampir mirip dengan mobil milik Rafka menghampiri si kembar, seseorang keluar lengkap memakai pakaian serba hitam layaknya bodyguard.
"selamat siang tuan muda, nona muda." uapnya membungkuk hormat.
"siang, siapa kau?" tanya Kenzo.
"saya Tedy yang di tugaskan oleh tuan Rafka untuk menjemput kalian karena beliau sedang sibuk, Pak Dani juga harus mengantar tuan Rafka pergi." jelas Tedy.
Kenzo menatap curiga pada Tedy, dia melihat gerak gerik Tedy tapi sebisa mungkin Tedy menunjukkan wajah datar agar si kembar tidak curiga.
"sebelum pulang saya di tugaskan untuk membawa nona muda dan tuan muda menemui mommy kalian." ucap Tedy.
wajah Kenzi berbinar mendengar ia akan bertemu dengan ibu kandungnya.
"benarkah? yeayy.." pekik Kenzi senang.
"mari, silahkan masuk tuan muda dan nona muda." ucap Tedy membukakan pintu mobil nya.
tanpa berpikir panjang Kenzi menarik tangan Kenzo masuk ke dalam mobil, Tedy tersenyum miring karena target sudah ia dapatkan.
sepanjang perjalanan Kenzo melihat ke arah luar semakin lama Kenzo merasa curiga, jalan yang di lewatinya bukanlah jalan menuju tempat mommy nya bekerja ataupun tinggal, menyadari dirinya telah terjebak Kenzo mengeluarkan alat mengirim sinyal pada Rafka sebelum dia dan adiknya di bawa turun.
* flashback off *