Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 147



si kembar dan Bagas bangun dari tidurnya, mereka tertidur karena kelelahan saat berjoged bersama di atas panggung memeriahkan acara pernikahan Rafka dan Karin, ketiganya di tempatkan di kamar milik Zidan sedangkan Zidan sendiri dia satu kamar dengan Reza dan Kiki, di hotel Adijaya satu keluarga besar memiliki kamar masing-masing di tambah dengan keluarga dari Karin jika memang ada acara penting pihak hotel pasti menyiapkan segalanya dari mulai pakaian sampai pelayanan lainnya.


Bagas di minta Mama Ayu untuk menginap bersama si kembar, Cristin dan Zain mengizinkannya.


" kakak, Abang bangun." ucap Kenzi menggoyangkan tangan kedua kakaknya.


Kenzo tidak bergerak sama sekali, dia masih betah di alam mimpinya sedangkan Bagas ia langsung menggeliatkan tubuhnya.


"apa apa kelinci kecil?" ucap Bagas dengan suara khas bangun tidur.


"ayo bangun aku lapar." ucap Kenzi.


"tunggu sebentar aku mau ke kamar mandi dulu." ucap Bagas sembari turun dari tempat tidurnya.


ketika Bagas pergi Kenzi kembali membangunkan Kenzo.


"kakak ayo bangun temani aku makan, aku lapar sekali." ucap Kenzi menggoyangkan tubuh Kenzo.


usaha Kenzi tetap nihil, Kenzo masih merapatkan matanya.


Plak..


Kenzi menggeplak bahu Kenzo, tak sampai di situ dia juga menggelitik tubuh Kenzo sampai terbangun.


"hentikan Kenzi, hahaha geli.. gelii..." Kenzo tertawa sampai berguling kekanan dan ke kiri.


Kenzi tidak memperdulikan ucapan Kenzo dia masih tetap menggelitik Kenzo, Bagas datang setelah selesai dengan hajatnya.


"kelinci kecil apa yang kau lakukan?" tanya Bagas.


"kakak menyebalkan bang, dia gak mau bangun padahal aku lapar." ucap Kenzi dengan cemberut dan melipat kedua tangannya.


Kenzo mengatur nafasnya karena lama tertawa, dia memanfaatkan situasi ketika Kenzo dan Bagas mengobrol perlahan ia merangkak mendekati Kenzi lalu..


hap. ..


Kenzo mendekap tubuh Kenzo dari belakang lalu menggelitiknya, Bagas berniat menghentikan aksi saling menggelitik antara Kenzo dan Kenzi namun malah dia yang menjadi sasaran kedua saudara tirinya.


Karin membuka matanya saat adzan subuh berkumandang, sudah suatu kebiasaan baginya terbangun di waktu subuh, Karin menatap pria yang sudah sah menjadi suaminya dia membelai pipi Rafka dan mengingat kejadian semalam dimana Rafka menggagahinya sungguh dia sangat malu sekali.


' ternyata terong mas Rafka lebih besar dari perkiraan ku, itunya lebih besar daripada yang ku lihat di hp' batin Karin.


puas menatap wajah suaminya perlahan Karin melepaskan pelukannya dari Rafka, dia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya mengambil kemeja Rafka dan memakainya lalu ia turun dari kasur dengan tujuan utamanya adalah pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya namun saat hendak melangkahkan kakinya donatnya terasa perih sampai ia kembali duduk.


"ssshh, aww" pekik Karin.


Rafka refleks langsung membuka matanya menghampiri Karin dengan wajah khawatir.


"sayang kenapa? mana yang sakit?" tanya Rafka beruntun.


"mas anunya sakit." rengek Karin.


Rafka paham maksud Karin dia menggendongnya masuk ke kamar mandi mendudukkan tubuh Karin di atas closet, Rafka menyiapkan air hangat memasukkan sabun dengan aroma vanilla ke dalam bathtub.


" sayang pasti donat kamu sakit kan? itu karena kamu pertama kalinya melakukan nganu-nganu." ucap Rafka.


Karin menganggukkan kepalanya, dia baru sadar kalau ternyata melakukan hubungan suami istri itu sakit.


' aku tidak menyangka kalau sesakit ini, padahal mas Rafka melakukannya hanya sekali cuman ya lama' batin Karin.