
Mama ayu dan papa William menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak bungsunya, entah setan mana yang sudah menghasut anaknya sehingga ia berani nyosor seperti itu.
"untung Mama sama Papa datang ke sini kalau enggak Mama gak tau deh kamu udah Spain aja Raisa, sabar sedikit Napa setelah kakak kamu beres baru giliran kamu." omel Mama Ayu.
" Raisa kalau Reza berani seperti itu lagi kamu aduin sama Mama Papa, jangan takut biar papa yang beri pelajaran." ucap Papa William.
Raisa hanya mengangguk dengan menundukkan kepalanya, rasanya malu sekali kepergok calon mertuanya hampir melakukan hal yang di luar batas, Raisa juga hampir saja terbuai jika tidak langsung di hentikan oleh papa William.
' astaghfirullah' batin Raisa.
Mama ayu dan papa William sengaja mampir ke hotel milik keluarga Adijaya seraya melihat proses persiapan pernikahan Rafka, meskipun sudah menugaskan Reza dan Raisa Papa William tetap datang ingin melihat perkembangan hotel miliknya yang di bangun dari kerja kerasnya dan juga ayahnya.
" nyicip doang Pa, lagian itu juga gak jadi." ucap Reza mengusap-usap telinganya yang memerah.
Mama Ayu menggeplak tangan Reza dengan keras.
"dasar anak bandel." omel Mama Ayu.
di rumah Karin Rafka masih dengan wajah murungnya, dia tidak rela jika harus pergi dari rumah calon istrinya itu, paman Karin yang sudah datang beserta anak dan istrinya hanya tersenyum melihat tingkah laku Rafka yang bergelayut layaknya anak kecil.
"kenapa calon suami teteh malah kayak anak kecil gitu, jangan lebay deh di pingit cuman lima hari udah kayak di pisahin lima tahun aja." cibir Kiki.
Rafka memutar bola matanya jengah, ingin sekali dia menjitak kening calon adik iparnya itu.
"kamu nanti bakal ngerasain Ki gimana menyebalkannya yang namanya di pisahkan dari orang yang paling kita cintai." ucap Rafka.
"ya kan cuman bentar." balas Kiki tidak mau kalah.
"awas ya kalau kamu nanti nikah, aku bakal sogok calon mertuamu biar pingit kamu selama satu bulan biar tahu rasa." ucap Rafka sewot.
Karin menepuk keningnya adiknya dan Rafka sama-sama tidak mau kalah.
"stop!! mas ayo kita masuk, bukannya mama menyuruhmu untuk membicarakan rangkaian pernikahan kita?" ucap Karin melerai keduanya.
Rafka masuk ke dalam rumah mereka membicarakan rangkaian acara pernikahan yang akan di laksanakan di gedung, upacara adat Sunda dan juga Jawa, akad nikah lalu kemudian resepsi.
****************
5 hari kemudian.
setelah melakukan semua rangkaian acara ritual dan adat istiadat akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, Rafka menatap dirinya di depan cermin ini adalah kedua kalinya dia menikah dengan seorang wanita yang benar-benar di cintainya.
Mama Ayu mengusap pundak Rafka dengan lembut, dia begitu terharu melihat anak sulungnya memakai pakaian pengantin pria ala adat Sunda lengkap dengan pancaran bahagia di wajahnya.
" anak Mama selalu terlihat tampan." ucap Mama Ayu berkaca-kaca.
" Mama juga selalu terlihat cantik dan semakin seksoy." goda Rafka.
Mama Ayu langsung memukul dada Rafka dengan pelan, dia tahu anaknya tidak ingin melihat dirinya menangis pasti ada saja kata-kata yang keluar dari mulutnya supaya dia kembali menerbitkan senyumnya.
" udah tua juga, dilihat dari mananya coba seksoy." ucap Mama Ayu.
Reza masuk ke kamar kakaknya untuk memberitahukan bahwa rombongan keluarga Adijaya sudah menunggunya lengkap dengan kakek Adijaya beserta istrinya.
"kak keluarga yang lain sudah menunggu duda yang sudah mau melepas masa jomblonya, jadi mohon kerjasama nya untuk segera turun biar acaranya segera di langsungkan untuk menghemat waktu jangan sampai memakan waktu karena itu gak enak." ucap Reza nyerocos.
Rafka menumpuk wajah Reza dengan bantal kecil yang berada di kursi sofa.
plukkk..
"hihihi.. selamat ya kakak ku, sekarang kau sudah menemukan pendamping yang tepat semoga kau bahagia selalu." ucap Reza memeluk tubuh Rafka.
Rafka menetesakan air matanya terharu, dia tidak menyangka akan menikah kembali dengan wanita yang umurnya jauh di bawahnya.