Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 151



Zidan langsung membuka matanya lebar-lebar, dia membuka selimutnya begitupun Lusi keduanya saling pandang tak lama kemudian mereka membulatkan matanya.


"aaaahhhhhhhhh ....." pekik Lusi langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


Zidan kaget mendengar suara cempreng Lusi sampai tubuhnya terjengkang ke belakang.


brugh ..


"ishh aww.." desis Zidan mengusap kepalanya yang terpentuk ke meja.


"huuhhhuu, apa yang sudah loe lakuin sama gue Zidan hah?!" tanya Lusi mulai panik.


"eh ****** emang apa yang gue lakuin? loe tuh yang maen peluk-peluk gue, naksir ya ngomong gak usah pake cara tidur bareng gue, dasar l***e." sanggah Zidan.


"DIAM!! jelasin sama Mama kenapa kalian bisa tidur bareng gini?" ucap Mama Ayu dengan berkacak pinggang.


Zidan bangun dengan memegang kepalanya yang sedikit pusing, Lusi menundukkan kepalanya seraya mengingat apa yang sudah terjadi antara dirinya dan juga Zidan. Mama Ayu menatap penuh selidik pada keduanya, pagi hari ini rasanya tensi darah langsung naik dari ujung kaki sampai ujung kepala bagaimana tidak, si kembar tiba-tiba tidak ada di kamarnya di tambah ulah Zidan dan Lusi. perut mama Ayu yang tadinya lapar ingin sarapan dengan makanan yang enak kini berganti menjadi ingin makan orang yang ada dihadapannya.


" ada yang bisa jawab pertanyaan Mama?" tanya Mama Ayu.


"apaan sih Ma orang gak ngapa-ngapain kok." jawab Zidan santai.


"emang sejak kapan Mama buta? jelas-jelas kalian itu tidur bareng." sewot Mama Ayu.


"kalau apa-apa tuh di cek dulu, Lusi loe coba liat emangnya gue apain loe? orang pakean loe masih utuh." ucap Zidan ketus.


"pokoknya mama gak mau tau kalian harus jelasin semuanya ke Papa." ucap Mama Ayu final.


Mama Ayu pergi dari kamar Zidan dengan wajah marah, andai saja orangtua zidan masih ada di Indonesia sudah pasti anaknya itu di kuliti sampai habis.


Mama Ayu komat Kamit sepanjang jalan sehingga tak terasa dia sudah sampai di ruang makan keluarga, Papa William heran dengan sikap Mama Ayu yang terlihat kesal dia pun tak berani bertanya takutnya dia menjadi sasaran singa betina yang sudah mengepulkan asap dari kepalanya.


' hiiihh Mama kalau lagi kesel serem, untung cinta' batin Papa William bergidik.


"kenapa liatnya kayak gitu heh?!" sewot Mama Ayu pada papa William.


Glukkk....


papa William menelan makanannya dengan susah payah, Mata Mama Ayu seakan mau keluar dari tempatnya dadanya naik turun entah apa yang membuatnya merasa kesal dan marah Papa William tidak tahu.


" enggak ada kok ma." cicit Papa William.


Raisa dan Kiki menahan tawanya, seorang William Adijaya tidak bisa berkutik di hadapan Mama Ayu bagaimana tidak? Papa William terkenal dingin dan tegas berbeda dengan kedua anaknya yang memiliki hati yang ramah dan juga lemah lembut, sifat Papa William turun kepada cucu lelakinya yaitu Kenzo sedikit berbicara kepada orang lain namun jika dengan orang terdekatnya termasuk keluarganya dia bersikap layaknya anak kecil yang banyak bicara.


"Mama kenapa kayaknya kesal begitu?" tanya Raisa dengan hati-hati.


" Mama tadi nyari Zidan di kamar sebelah kamu, tau gak apa yang mama lihat?" ucap Mama ayu menggantungkan kalimatnya.


Kiki dan Papa William menajamkan telinganya, tak bisa di pungkiri kalau mereka kepo dengan apa yang mama ayu lihat.


"memangnya mama lihat apa?" tanya Raisa.


"huuhh.. Mama lihat Zidan tidur bareng Lusi." ucap Mama Ayu.


ketiganya tersedak berjamaah mendengar kabar mengejutkan dari Mama Ayu, bagaimana mungkin Zidan yang anti dengan wanita bisa-bisanya tidur dengan Lusi.