Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 135



Papa William datang memeluk anak sulungnya dengan mengusap-usap punggungnya.


" semoga ini adalah pilihan yang terakhir untukmu, Papa hanya mendoakan yang terbaik untukmu." ucap papa William.


dari arah pintu Zidan menyaksikan interaksi keempat orang yang berada di dalam kamar Rafka, dia melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 7 pagi.


" woy woy udah dong dramanya liat nih udah jam 7, jadi nikah agak sih." ucap Zidan memperlihatkan jam tangannya.


" ngapa sih ganggu aja ni burung beo." gerutu Reza.


"cepet dong tuh anaknya udah ngambek pengen berangkat, kakek sama nenek juga udah nungguin." ucap Zidan manyun.


"ya udah yuk kita ke bawah dan langsung berangkat , sebentar lagi akad akan di mulai." ajak Papa William.


Mama Ayu memegang tangan Rafka sampai ke bawah, si kembar bersorak riang mereka tak sabar ingin segera bertemu dengan bundanya dan menikmati pesta.


tempat akad di laksanakan di hotel milik keluarga Adijaya, untuk akad di lakukan di luar ruangan atau outdoor sedangkan untuk resepsi pernikahan di laksanakan di dalam gedung yang lebih megah lagi yang bisa menampung ribuan tamu undangan.


beda halnya dengan Rafka. di hotel Karin sudah di rias sedemikian rupa memakai kebaya putih di lengkapi hijab dan siger Sunda yang bertahta di atas kepalanya, pamannya dan Surya menatap haru di acara pentingnya Karin tidak di dampingi oleh kedua orangtuanya.


"nak kamu cantik sekali ayah dan ibumu pasti bangga padamu." ucap Paman Karin sendu.


"iya paman, aku berharap ayah dan ibu bisa melihatku meskipun mereka sudah tidak ada, aku ingin mereka menyaksikan pernikahanku Paman." ucap Karin berkaca-kaca.


"anak Bapak gak boleh sedih, kalau kamu sedih mereka juga bakalan sedih loh nak." ucap Surya.


Karin menganggukkan kepalanya, Kiki datang memberitahukan bahwa pengantin pria sudah datang dan menunggu di bawah lebih tepatnya di tempat yang sudah di sediakan khusus untuk ijab qobul.


Karin dan keluarga memang di perintahkan untuk tinggal di hotel setelah pengajian di laksanakan di rumah Karin, Bibi Karin dan juga pamannya mengapit karin di kedua belah sisinya diikuti Kiki, Surya, Raisa dan juga anak dari pamannya dari belakang.



jantung Rafka sudah tidak Karuan, dia bergerak gelisah tangannya sudah berkeringat menunggu Karin datang.


MC memberitahukan bahwa pengantin wanita sudah datang menuju tempat ijab qobul, mendengar Karin sudah datang Rafka semakin gugup dengan ragu dia menolehkan wajahnya yang mana tatapannya bertemu dengan Karin yang tengah tersenyum sama gugupnya dengan Rafka.


deg.. deg .. deg ..


mata Rafka tak beralih dari Karin, pandangannya terus mengikuti kemana Karin berjalan sampai tak terasa calon istrinya itu sudah duduk di sampingnya.


lantunan ayat suci Al-Quran di bacakan dengan suara yang merdu, beberapa rangkaian acara sudah di lakukan dan sekarang adalah proses inti yaitu ijab qobul.


" apa semuanya sudah siap?." tanya penghulu.


Karin tersipu malu karena Rafka terus memandanginya, Karin menyenggol lengan Rafka saat penghulu bertanya padanya.


"cantik" ucap Rafka.


"mas itu ditanya sama pak penghulu nya." ucap Karin dengan wajahnya yang memerah.


Rafka mengalihkan pandangannya ke arah penghulu dengan tersenyum malu.


"semuanya sudah siap Pak." ucap Rafka.


" baiklah, para saksi dan juga wali semuanya sudah siap?"


"siap."