Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 150



"mas anak-anak gimana?" tanya Karin di sela makannya.


"paling mereka sama Reza atau engga sama Mama." ucap Rafka.


"nanti aku mau ketemu sama anak-anak ya mas." izin Karin.


uhukk.. uhukkk ..


Rafka tersedak saat Karin bilang ingin menemui si kembar dengan kondisinya yang seperti sekarang ini, oh ayolah masalah tanda kepemilikan saja bikin kedua anaknya heboh apalagi mereka liat cara jalan Karin bisa-bisa langsung di bawa ke UGD, Rafka lupa menjelaskan pada Karin tentang tanda yang di buatnya.


"mas pelan-pelan makannya jangan buru-buru." ucap Karin menyodorkan gelas ke arah Rafka dan menepuk-nepuk punggungnya.


"sayang jangan dulu ketemu anak-anak ya, kita kan pengantin baru gak boleh keluar kamar dulu." ucap Rafka.


"emangnya ada aturan kayak gitu ya? aku pengen ketemu sama anak-anak mas, bentar aja kok." ucap Karin.


"emang kamu bisa jalan?" tanya Rafka.


"enggak, kan mas yang gendong." ucap Karin polos.


" kamu liat di badan kamu merah semua, sama jalan kamu yang susah Yang ada kamu malah malu kalau keluar." ucap Rafka.


Karin diam saja menanggapi ucapan Rafka, melihat istrinya yang diam Rafka bisa menebak kalau Karin belum mengerti maksudnya.


"nanti mas jelasin sama kamu, lebih baik kamu makan dulu." ucap Rafka.


Mama Ayu mencari si kembar dan juga Bagas ketiga cucunya tidak ada di kamarnya, Mama Ayu panik dia membangunkan papa William meminta bantuan untuk mencari ketiga cucunya, Reza juga tidak ada di kamarnya Papa William mencoba menghubungi Reza namun hp Reza tertinggal di kamarnya.


"Pa gimana ini? si kembar sama Bagas kok bisa ilang sih? jangan sampe si kembar gangguin Rafka transaksi benihnya, bisa gagal mama nambah cucunya." ucap Mama Ayu dengan risau.


"kirain mama panik tuh gara-gara emang si kembar hilang atau takut nyasar, di culik gitu eh taunya takut anaknya gagal cetak gol." ucap Papa William heran.


"ya kan kasian anak kita udah lama puasa, masa sekarang udah punya gawang bolanya gak bisa masuk?" celetuk Mama Ayu.


Papa William menggelengkan kepalanya, jika boleh jujur dia masih ngantuk saat mama Ayu dengan berisiknya membangunkannya, Zidan juga gak tau kemana apalagi Kiki pules banget tidurnya gak ada yang bantuin dia cari tiga kurcaci.


"yaudah deh mah kayaknya cucu kita lagi sama Reza, lebih baik kita sarapan ke bawah Mama ajak juga Kiki, raisa, Lusi sama Zidan turun Papa laper." ucap Papa William.


"iya iya" ucap Mama Ayu.


Papa William turun lebih dulu ke ruang makan khusus miliknya, Mama Ayu mengajak Kiki dan juga Raisa turun namun seperti ada yang kurang pikirnya, Mama Ayu melangkahkan kakinya mencari keponakannya dan juga Lusi di kamar lain saat dia membuka salah satu kamar Mama Ayu membulatkan matanya mendapati Zidan dan Lusi tidur dengan nyenyak dengan posisi saling memeluk satu sama lain.


"Astaghfirullahhal'adzim ZZIIIDAAANNN." pekik Mama Ayu.


bukannya bangun Zidan malah menutupi tubuhnya dengan selimut begitupun Lusi dia malah mempererat dekapannya pada Zidan, nafas mama Ayu naik turun sungguh dia tidak menyangka kalau keponakannya berani tidur dengan wanita yang belum sah menjadi istrinya bahkan pacar pun bukan.


" ZIDAN RANGGANA ADIJAYA, APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!!" teriak Mama Ayu.