Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 123



Rafka langsung memutuskan pergi dari rumah Karin dan melajukan mobilnya menuju ke arah taman.


Bu Aisyah melihat jam tangan di pergelangan tangannya, dia memanggil Bagas untuk kembali pulang karena sebentar lagi Bagas ada kelas les musik.


"den Bagas ayo pulang dulu, sebentar lagi kan mau ada les musik bareng Miss." ajak Bu Aisyah menghampiri Bagas.


"iya Bu, sebentar lagi." Ucap Bagas.


Bagas dan Kenzo mengakhiri kegiatannya keduanya menghampiri orang dewasa yang sedang menunggunya, Bagas pamit pada si kembar dan Karin untuk pulang meskipun dia masih ingin bermain tetapi dia tidak ingin membantah perintah Bu Aisyah karena baginya Bu Aisyah sudah seperti ibunya sendiri.


"Kenzo aku pulang dulu, kapan-kapan kita main bareng lagi." pamit Bagas.


"iya Bagas, kalau boleh aku mint nomor telponmu biar kita bisa bertukar kabar." ucap Kenzo.


"tunggu dulu, aku akan mengambil hp ku di Bu Aisyah."


Bagas menghampiri Bu Aisyah meminta hp miliknya kemudian dia bertukar nomor telpon dengan Kenzo setelah itu dia pamit pada Karin dengan manyalimi tangan Karin.


"kakak aku pulang dulu, nanti aku akan minta nomor kakak pada Kenzo tadi kami sudah bertukar nomor telpon." ucap Bagas.


"iya sayang, hati-hati ya." ucap Karin membelai puncak kepala Bagas.


Bagas pergi bersama Bu Aisyah untuk pulang di dampingi oleh supir yang sudah menunggunya di mobil.


tak lama setelah kepergian Bagas mobil Rafka sudah sampai di area taman, Rafka langsung turun dari mobilnya mencari anaknya dan juga Karin.


"sayang" panggil Rafka saat mendapati Karin yang tengah duduk mengawasi Kenzi bermain seraya mengelap keringat Kenzo.


Deg !!


jantung Karin berdegup kencang melihat Rafka yang datang menghampirinya, dia langsung menenangkan dirinya agar tidak terlihat tegang saat bersama Rafka, Karin memasang wajah tanpa ekspresinya saat tangan Rafka menyentuh pundaknya.


"sayang, aku memanggilmu tapi kau tidak menjawabnya." ucap Rafka.


"aku tidak dengar." ucap Karin tanpa ekspresi.


"sayang ada yang mau aku bicarakan denganmu." ucap Rafka.


"hemm."


Kenzo pamit pada Karin, dengan alasan ingin menemani adiknya main masak-masakan karena dia tau kedua orang dewasa di hadapannya butuh privasi.


"sudah di sini saja, kamu tadi udah capek bermain istirahat saja keringatmu juga masih banyak Kenzo nanti kamu kecapean." ucap Karin.


"sudah biarkan saja, lagian Main bareng Kenzi juga tidak mengeluarkan keringat." ucap Rafka.


Karin diam saja menanggapi ucapan Rafka, Kenzo turun dari kursinya setelah mendapat izin dari Daddy nya.


"sayang apa kau marah padaku?" tanya Rafka duduk di sebelah Karin.


"tidak." jawab Karin singkat.


"sayang kau sudah salah paham padaku, sebenarnya.."


"mas Rafka." seseorang memanggil Rafka.


Karin dan Rafka mencari arah sumber suara, disana mereka melihat Cristin berdiri melambaikan tangannya ke arah Rafka. entah darimana datangnya Cristin tiba-tiba ada di taman, Karin semakin merasa panas di hatinya melihat kedatangan Cristin apalagi mendengar nama panggilan yang Cristin ucapkan.


"mas kamu juga berada disini? dimana anak-anak?" tanya Cristin.


"sedang apa kau disini?" tanya balik Rafka.


"aku sedang jalan-jalan saja dan tidak sengaja aku melihatmu disini jadi aku menghampiri mu." jawab Cristin.


"maaf sepertinya aku harus pergi." ucap Karin bangkit dari duduknya.


"sayang kau mau kemana?" tanya Rafka.


"bukan urusanmu." jawan Karin ketus.


"kau siapa?" tanya Cristin.


"siapa aku tidak penting, permisi." jawab Karin melengos pergi.


Karin mengambil tasnya dan pergi dari taman, Rafka hendak mengejar Karin namun tiba-tiba Cristin mencekal tangan Rafka karena tenaganya kecil membuat tubuh Cristin tertarik hampir terjatuh beruntung Rafka menangkapnya.


"mas biarkan dia pergi dulu, ada sesuatu yang harus aku bicarakan sama kamu." ucap Cristin.


Karin membalikkan badannya hendak pamit pada si kembar namun dia melihat adegan yang membuat api cemburu di hatinya semakin bertambah panas, dengan hati yang semakin hancur Karin lari dari taman bersama air mata yang tak bisa di bendung lagi dia semakin kecewa pada Rafka.