Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 93



"Daddy." panggil kenzi lemah.


Rafka seakan terhipnotis mendengar panggilan Kenzi, dengan gerakan cepat dia menendang perut Zain sampai tersungkur ke bawah.


brugghh.. sreett


Zain memegangi perutnya yang terasa nyeri, sedangkan Rafka dia langsung pergi menghampiri anaknya.


"Kenzi sayang ini Daddy, mana yang sakit sayang?!" tanya Rafka bertubi-tubi.


"Daddy jangan berkelahi lagi, aku tidak mau Daddy terluka." ucap Kenzi lemah.


"iya sayang Daddy tidak akan berkelahi lagi." ucap Rafka.


"mas sepertinya Kenzi harus segera di bawa ke rumah sakit, aku khawatir melihat kondisinya." ucap Karin cemas.


"sayang aku minta tolong padamu bawa anak-anak ke rumah sakit, setelah semua urusan sudah selesai aku akan segera menyusul." ucap Rafka.


Karin langsung bergegas membawa Kenzi di ikuti oleh Lusi yang menggendong Kenzo, sebelum benar-benar pergi Kenzo menepuk pundak Lusi untuk berhenti, dia melirik ke arah ayahnya karena ingin menyampaikan sesuatu.


"Daddy apapun yang akan Daddy lakukan, aku minta jangan pernah memikirkan bagaimana nasib kami, aku yakin Daddy pasti memberikan yang terbaik untukku dan juga Kenzi." ucap Kenzo.


Rafka menganggukkan kepalanya, Kenzo langsung di bawa pergi keluar.


setelah memastikan anaknya di bawa pergi oleh Karin dan Lusi Rafka langsung menghampiri Zain yang sedang merintih kesakitan.


"hanya segitu saja kemampuan mu?" cibir Rafka.


"aku tidak selemah yang kau pikirkan." ucap Zain.


Zain kembali menyerang Rafka, dengan senang hati Rafka membalas serangan Zain.


bugh.. bugh .. bugh..


melihat kondisi semakin panas Zidan mengajak Reyhan untuk kembali maju melerai perkelahian sengit antara Zain da Rafka.


"kenapa kau diam saja, hah?!! ayo cepat kita pisahkan mereka." sentak Zidan pada Reyhan.


"kau tidak lihat bagaimana pertarungan mereka? keduanya sangat kuat aku pasti kena juga nantinya." ucap Reyhan.


"kau mau mereka berdua mati?! perkelahian mereka tidak akan ada habisnya jika kita tidak langsung menghentikannya." geram Zidan.


dengan kesal Zidan menarik tangan Reyhan menghampiri Rafka dan Zain.


"kak sudah hentikan, dengan kau berkelahi seperti ini apa semua masalah akan selesai?" teriak Zidan dengan menarik tangan Rafka.


"tuan hentikan!! nona Cristin tidak akan suka melihat tuan berkelahi seperti ini."ucap Reyhan mengunci pergerakan Zain dengan memeluknya dari belakang.


keduanya berontak di tangan asistennya.


"Diam!! kau tidak kasihan pada kenzi, dia sudah memintamu untuk berhenti berkelahi, apa kau ingin membuat anakmu kecewa hah?!!!" sentak Zidan.


Rafka langsung diam mendengar kata-kata Zidan, dia mengatur nafasnya yang memburu dengan perlahan dia menetralkan emosinya.


"tenangkan dirimu kak." ucap zidan.


tubuh Rafka luruh ke bawah, matanya mulai berkaca-kaca.


"Zidan kau tahu? dia dan juga Cristin lah yang sudah menghancurkan semua kebahagiaan ku." tunjuk Rafka ke arah Zain.


"apa maksudmu?! Justru kaulah yang telah merenggut kebahagiaan ku." sentak Zain tidak terima.


"KAU SALAH!! AKULAH DISINI YANG PALING MENDERITA, ANAK-ANAKKU PUN IKUT MENDERITA APA KAU INGIN TAHU PENYEBAB PENDERITAANKU?! SEMUA KARENA WANITA YANG KAU CARI!! DIALAH PENYEBABNYA.!!" pekik Rafka dengan suara lantang.


"Zain" panggil seseorang di ambang pintu.