Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 45



Reza telah selesai dengan ritual mandinya. meskipun perih Reza tetap menahannya karena tubuhnya terasa lengket, dia bersiap memakai baju santainya, dia turun ke bawah menghampiri kedua orang tuanya Yang sudah menunggu di ruang tamu.


"Reza kamu makan dulu sana, nanti aja ceritanya kalo kamu udah makan." ucap Mama Ayu ketika Reza datang.


"ga usah Ma, tadi Reza udah makan kok di restoran." jawab Reza.


"ya udah, tadi katanya ada yang mau di bicarakan? tentang apa?" tanya Mama Ayu kepo.


"Ma, Pa kalau misalkan Reza punya kekasih tapi dia dari kalangan orang biasa, apa Mama sama Papa akan merestuinya?" tanya Reza pada orang tuanya.


sebelum menceritakan semuanya, Reza ingin memastikan dulu apakah orangtuanya akan merestui hubungannya dengan Raisa atau tidak.


"memangnya kau sudah memiliki kekasih? siapa? apa Mama mengenalnya?." tanya Mama Ayu antusias.


"jawab dulu pertanyaan Reza, baru nanti Reza beritahu Mama siapa orangnya." jawab Reza.


Mama Ayu melirik ke arah Papa William, dia memberi kode ke papa William untuk memberikan jawaban atas pertanyaan putra bungsunya itu.


"Reza dengarkan Papa !! apa kau mencintai wanita yang kau maksud itu, begitupun sebaliknya, apa dia juga mencintaimu dengan tulus tanpa melihat siapa dirimu yang notabenenya adalah anak dari keluarga Adijaya?" tanya papa William serius.


"Reza coba kau lihat Mama mu." titah Papa William.


Reza menuruti perintah papa William, dia melihat Mama Ayu yang sedang duduk di sebelah Papanya.


"Mama mu juga berasal dari orang biasa, bukan dari orang kaya dan juga bukan dari kalangan pengusaha seperti papa saat itu. Tapi, Mama mu adalah wanita terhormat bagi Papa karena ketulusannya, kebaikannya, dia juga selalu berada di garda terdepan ketika papa terpuruk. Mamamu tak pernah meninggalkan Papa dalam suka maupun duka. Papa pernah mengalami kebangkrutan sampai kami harus menjual berbagai macam aset keluarga Adijaya, Saat itu kami masih pacaran belum menikah. Mama mu pontang panting mencari pekerjaan saat tau kabar lewat berita, bahkan tabungan yang dia miliki semuanya di keluarkan untuk membantu Papa. Kakek Adijaya pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena pada saat itu kami mengalami kerugian yang sangat amat besar .."


Papa William menghela nafasnya panjang sebelum melanjutkan pembicaraannya, Mama Ayu mengusap tangan papa William agar Papa William tenang sebelum kembali berbicara.


"atas segala pengorbanan yang Mama mu berikan, Akhirnya Papa bangkit mulai menyusun strategi dan memikirkan bagaimana caranya untuk membangkitkan kembali perusahan Adijaya. Papa menghubungi teman-teman Papa untuk meminta bantuan kerjasama dengan perusahaan yang mereka miliki, sebagian ada yang mau dan ada juga yang tidak mau. Papa tidak menyerah, Papa terus bekerja siang malam sampai akhirnya perusahaan ini jaya sampai papa menikah dan punya anak bersama Mama mu." jelas papa William.


Reza tidak bisa membayangkan betapa sulitnya papa William saat itu. Reza begitu salut kepada Mama Ayu yang tidak meninggalkan Papa William di saat dia terpuruk.


"kau sudah paham bukan? Reza, kekayaan hanyalah titipan dari sang maha pencipta yang bisa diambil kapan saja. dalam memilih pasangan kita harus lebih selektif, sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius kau harus memastikan terlebih dahulu apakah wanita mu mencintai dengan tulus atau hanya karena kau dari orang terpandang itu point utamanya." ucap Papa William.


"Satu hal lagi yang harus kamu ingat Reza !! jika kau sudah menikah, ingatlah!! di saat kau berada di titik dimana kau mendapatkan kesuksesan, kau tidak boleh terlena, semakin tinggi kau terbang maka semakin banyak pula godaannya. kau harus ingat disaat kau susah siapa yang berada di sampingmu, siapa yang memberimu dukungan sampai mengorbankan segala yang dimilikinya. jangan biarkan orang baru masuk dan menikmati hasil keringat mu dengan cuma-cuma." pesan Mama Ayu.