Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 113



di mansion megah tepatnya mansion milik papa William sedang mengadakan pertemuan penting untuk membahas rencana yang akan di lakukan oleh papa William.


di ruang keluarga sudah ada papa William, Zidan, Reza, Rafka dan juga Cristin.


"cristin berikan handphone mu padaku, cari kontak atas nama Sarah yang dia gunakan untuk menerormu selama ini." titah papa William.


"baik."


tanpa banyak bicara Cristin membuka hp nya mencari kontak Sarah, dia memberikan nomor telpon Sarah pada papa William.


"Rafka kemari." titah papa William.


Rafka yang di panggil langsung berdiri menghampiri Papa William, dia membuka laptop miliknya dan mencari sesuatu lewat nomor telpon yang di berikan Cristin.


"jika kalian mengandalkan Zain maka hasilnya akan lama." ucap papa William.


"sudah dapat Pa." ucap Rafka.


"bagus, kau siapkan beberapa polisi dan pakaian wanita." ucap papa William.


semua orang yang berada di ruang keluarga tersebut heran mengapa harus ada pakaian wanita. Papa William menatap ke arah Zidan, di tatap seperti itu oleh papa William membuat Zidan ketar ketir sendiri.


"aku tidak mau." tolak Zidan yang paham akan kode dari papa William.


"kalau kau tidak mau, maka hari ini juga akan aku kirimkan kau ke Malaysia agar kau menetap disana menggantikan ayahmu di perusahaan dan menikah dengan wanita pilihan Mama mu itu. " ancam papa William.


"ngancem terrrooosss.." gerutu Zidan.


Rafka dan Reza terkekeh melihat ekspresi Zidan begitu juga dengan Cristin, sekilas Cristin memandangi wajah Rafka yang sama sekali tidak pernah berubah dengan wajah tersenyumnya menambah kesan ketampanan yang dimiliki oleh Rafka.


' mas Rafka semakin bertambah usia kau malah terlihat semakin tampan, andai aku masih berada di sisimu mungkin aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini' batin Cristin.


"setelah rencana kita sudah sesuai dengan apa yang aku arahkan aku ingin kalian tetap konsisten, hubungi Zain dan beritahu dia apa yang sudah kita dapatkan karena kita butuh dia untuk saat ini, saat memancing target kita memerlukan umpan yang bagus sebelum bertindak. kau mengerti bukan Rafka?!" ucap papa William dengan tegas.


"mengerti Pa! " jawab Rafka mantap.


Rafka mengangguk paham apa yang di maksud oleh papa William. .


"Reza kau ambil alih perusahaan jangan sampai timbul masalah lain, Rafka, Zidan dan Cristin dia ikut dengan papa menjalankan misi ini. kau juga harus tetap mengawasi Kenzo dan kenzi jangan sampai kecolongan." papa William memberi perintah pada Reza.


"baik Pa." jawab Reza mantap.


papa William dan Rafka mengatur strategi untuk menjerat Sarah, meskipun Rafka sudah tidak memiliki hubungan lagi bersama Cristin namun jika menyangkut dengan keselamatan si kembar maka dia akan bertindak.


selesai berdiskusi papa William membubarkan semua orang yang berkumpul di ruang keluarga, Rafka beranjak dari duduknya diikuti oleh Cristin.


Rafka keluar dari mansion papa William bersama Cristin keduanya pergi menaiki satu mobil yang sama. Rafka mengantar Cristin pulang ke apartemennya, tapi di tengah perjalanan dia terjebak macet.


Cristin membuka jendela mobil Rafka, saat membukanya ada Angin yang berhembus ke arah wajahnya membuat debu masuk ke dalam matanya, Cristin mengipas-ipaskan matanya karena perih sampai mengeluarkan air mata, melihat Cristin keperihan Rafka menjadi tidak tega dia membantu Cristin meniup-niup matanya.


sepasang mata melihat adegan tersebut, begitu tersayat hatinya melihat sosok yang dicintainya terlihat mesra bersama orang lain.


"Karin loe gapapa? udah jangan diliatin, nanti hati loe semakin terluka ngeliat duda gatal satu ini." ucap Lusi.


"woy duda gatal kalau mau mesra-mesraan jangan di jalan gak etis keliatannya." teriak Lusi.


Rafka mundur dan kembali duduk di kursi kemudinya saat mendengar teriakan Lusi, dia menengok mencari arah suara kemudian dia melihat Karin yang langsung memalingkan muka darinya.


"apa liat-liat hah?! kaget liat kita iya?" sindir Lusi.


"Karin" gumam Rafka.


' astaga apa Karin tadi ngeliat ya? aduh bisa gawat ini' batin Rafka.


niat hati ingin mengantar Karin pulang ke rumahnya. Lusi dan Karin malah melihat Rafka bersama Cristin di dalam satu mobil yang sama, dengan Rafka yang menangkup wajah cristin seakan telah terjadi sesuatu diantara mereka.


Lampu hijau sudah menyala menandakan jalanan sudah bisa dilalui oleh pengendara, Lusi menancapkan gasnya melewati mobil Rafka. saat hendak mengejar mobil Lusi tangan Rafka di cekal Cristin dia bilang pada Rafka ada pekerjaan mendadak membuat Rafka mengurungkan niatnya untuk mengejar mobil Lusi.