
sudah beberapa hari Floresia keluar dari rumah secara diam-diam membuat Richard penasaran kemana dia pergi, Richard berpura-pura seakan dia tidak mencurigai Floresia, tapi di sisi lain Richard menugaskan orang kepercayaannya yaitu asisten pribadi yang sudah menemaninya selama puluhan tahun untuk mengikuti kemana Floresia pergi.
Floresia mengemudikan mobilnya menuju tempat dimana ia menyembunyikan Sarah selama beberapa hari terakhir ini. tanpa dia sadari seseorang mengikuti kemana dia pergi, sampai di hutan yang sunyi Floresia masuk ke salah satu rumah yang kumuh dimana ia menyekap Sarah.
"Juno apa kau sudah melaksanakan perintahku?" tanya Floresia.
"sudah nyonya, saya sudah membawa beberapa anak buah saya untuk berjaga di rumah ini, sekitar 8 anak buah berjaga di setiap sudut rumah jadi total penjaga di rumah ini adalah 10 orang dan satu orang wanita yang mengurus tawanan kita." jelas Juno.
"bagus, kau awasi wanita jelek itu jangan sampai dia kabur. aku percayakan semuanya padamu, aku akan membayarmu dengan mahal jika kau melakukan tugasmu dengan baik, aku ingin sedikit bermain-main dengannya sebelum semua harta itu jatuh ke tanganku." tekan Floresia.
"siap nyonya." jawab Juno.
Floresia masuk ke dalam rumah kumuh itu dengan menutup hidungnya, rumah yang sudah lama tak terurus pastinya mengeluarkan bau yang tak sedap. saat melihat Sarah yang semakin pucat membuat Floresia tersenyum lebar, disana terlihat seorang wanita yang sedang memberi makan dan minum pada Sarah yang sedang menatap kosong ke depan.
"hallo kakak ku tersayang." sapa Floresia dengan gaya centilnya.
Sarah menatap tajam ke arah Floresia, dia begitu muak melihat wajah Floresia yang selalu hadir untuk menyiksanya setiap Floresia datang dia selalu memperlakukan Sarah layaknya barang yang bisa dia hancurkan.
"jangan menatapku sepeti itu kakak, kau membuatku semakin ingin bermain denganmu." ucap Floresia menyeringai.
"nyonya tugas saya sudah selesai, saya pamit undur diri." ucap wanita yang mengurus Sarah.
"mau apa lagi kau hah?" tanya Sarah.
"aku hanya ingin bermain denganmu, apa kau tidak rindu bermain denganku kakak ku tersayang?"
"bunuh saja aku, percuma aku hidup kalau kau hanya ingin menyiksaku." teriak Sarah.
Floresia maju dia menampar Sarah dengan keras sampai meninggalkan bekas yang memerah di pipi Sarah.
PLAK ..
"dari dulu kau selalu mendapat kebahagiaan, apapun yang kau inginkan pasti kau akan mendapatkannya, sedangkan aku? aku harus menderita sampai aku kehilangan pria yang paling aku sayangi pergi bersama wanita lain, aku hidup hanya dengan menjual diriku sendiri apa kau juga melakukan hal yang sama?! tidak bukan? jadi untuk membalas semua rasa sakit ku maka akan ku buat kau menderita sama seperti apa yang pernah aku alami dulu." ucap Floresia dengan menjambak rambut Sarah ke belakang.
"apa maksudmu? aku rasa kau telah salah paham padaku." pekik Sarah dengan kesakitan.
"salah paham? heh, akan aku jelaskan salah paham yang kau maksud itu. sejak kecil ayah tidak pernah menganggap ku ada, setiap ulang tahun kau selalu merayakannya dengan meriah sedangkan aku? bahkan hanya sepotong kue saja tidak, kau selalu mendapatkan prestasi yang bagus di sekolah aku pun mendapatkannya bahkan lebih tinggi darimu tapi apa ayah peduli? tidak sama sekali, hanya ibu yang selalu peduli kepadaku. saat aku sudah putus asa dengan semua jalan hidupku saat itu juga aku pergi dari rumah dengan uang yang aku simpan untuk bertahan hidup, aku menjual diriku pada pria hidung belang agar aku bisa menggapai impianku menjadi seorang model, jadi? apa kau Mengerti apa yang di maksud dengan salah paham yang kau ucapkan kakak?!" jelas Floresia.
"tidak, itu tidak benar.." Sanggah Sarah.
"kau yang membuatku menderita, kau lah penyebab nya!!!" pekik Floresia