
uhuukkk .. uhukkk .. uhukkk..
Mama Ayu memberikan air putih pada Papa William, Kiki dan Raisa meraih minumnya masing - masing ketiganya terbatuk-batuk sampai mengeluarkan air matanya karena terlalu lama batuk.
Reza yang baru datang bersama Tiga kurcaci menatap bingung ke arah meja makan, dia langsung menghampiri calon istrinya yaitu Raisa membantu menepuk punggungnya dengan pelan.
"kalian kenapa sih?" tanya Reza heran.
Mama Ayu tidak menjawab pertanyaan Reza, dia melihat situasi dahulu setelah kondusif ia baru mengangkat suaranya.
"kalian dari mana sih?" tanya Mama Ayu.
"aku tadi nganterin Kenzi keluar katanya dia lapar, aku juga lagi pengen makan makanan siap saji yang ada di resto Deket hotel maaf ya ga izin sama Mama dan juga yang lainnya." jelas Reza.
"sekarang lebih baik kamu hubungin Tante Hani sama om Usman, bilang sama mereka kalau Zidan kepergok sama Mama dia tidur sama Lusi biar kita putusin gimana kedepannya nanti." ucap Mama Ayu.
"baik mah." ucap Reza.
satu
dua
tiga
"APA?!" pekik Reza.
si kembar dan Bagas memegang dadanya karena terkejut begitupun Raisa.
"Uncle kaget tau ihh." ucap Kenzi cemberut.
"iya tau nih, aku baru aja sembuh karena terkejut denger kabar dari Mama di tambah lagi kamu teriak kayak gitu, untung aja jantung aku kuat." gerutu Raisa.
"maaf sayang refleks, namanya juga kaget." ucap Reza merasa bersalah.
" emangnya kalau tidur satu kasur sama satu selimut terus saling pelukan kurang pasti ya ki? Mama liat dengan mata kepala Mama sendiri, gak mungkin Mama bohong sama kalian." jawab Mama ayu.
"lebih baik kita jangan kasih tau Usman dulu, kita pastiin dulu kebenarannya gimana takutnya kalau emang salah paham kan kasian ke mereka nya." ucap papa William.
"biar aku kabarin kakak dulu, Dateng enggak nya terserah mereka yang penting kita udah kasih tau." ucap Reza.
Mama Ayu dan yang lainnya setuju dengan ucapan Reza, si kembar dan Bagas tidak mengerti dengan apa yang terjadi mereka hanya menyimak obrolan orang dewasa yang berada di meja makan.
Kenzo tidak ingin ikut campur dengan urusan yang sedang di bahas oleh neneknya dan juga keluarga yang lainnya, dia malah sibuk mengambil makanan yang ada di hadapannya yaitu kue, jus dan juga beberapa makanan kesukaannya apalagi cumi goreng yang sejak awal kedatangannya seakan melambai-lambai padanya minta di makan.
"dasar vacum cleaner, gak ada kenyang nya." sindir Kenzi.
"berisik." jawab Kenzo di sela makannya.
Rafka mendapat notifikasi pesan dari Reza yang mana membuat dirinya langsung berdiri karena terkejut, Karin merapikan pakaiannya setelah Rafka selesai mengobati donatnya yang membengkak.
"mas ada apa?" tanya Karin.
" ini sayang ada pesan dari Reza." ucap Rafka memperlihatkan hp nya pada Karin.
" ya Allah mas, masa sih Lusi begitu? ya udah kita pergi temuin Mama biar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi, kalau kak Fajar tahu dia pasti sangat marah mas Lusi adik satu-satunya yang paling berharga setelah ibunya pergi." ucap Karin cemas.
"kalau kamu emang bener mau ikut meeting dadakan ini mas minta kamu keluarnya pakai kerudung ya, mas gak mau kau yang lain liat banyak tanda di tubuh kamu nanti bukannya bahas Zidan malah bahas kita lagi." ucap Rafka.
saat selesai sarapan Rafka menjelaskan pada Karin tentang tanda kepemilikan sambil mengobati donatnya, sekarang Karin sudah mengerti setelah Rafka dengan sabar memberi penjelasan padanya.
" iya mas aku ngerti, lagian aku juga emang punya niat dengan siapapun aku menikah dan setelah aku sah menjadi seorang istri aku akan menutup aurat ku yang hanya bisa di lihat oleh suamiku seorang." ucap Karin dengan lembut.
Rafka tersentuh dengan ucapan Karin, sedari dulu dia sangat ingin memiliki seorang istri yang berhijab baginya dengan istrinya memakai pakaian tertutup dia tak perlu khawatir tubuh Karin terekspos, untuk lelaki yang pencemburu sepertinya berhijab adalah jalan terbaiknya.
Rafka memeluk karin dengan penuh kasih sayang, dia membenamkan wajah Karin ke dadanya begitu beruntungnya dia memiliki wanita sempurna seperti Karin dulu saja saat masih bersama dengan Cristin dia pernah meminta Cristin memakai hijab, namun apa yang dia terima Cristin malah menolak permintaannya dengan kata-kata kasar, tak hanya itu Cristin malah dengan sengaja memakai pakaian ketat saat hamil si kembar.