
Karin langsung berdiri menghampiri ketiga kurcaci, dia menggelengkan kepalanya sedangkan Rafka memijat pelipisnya yang terasa pusing sebab acara bulan madunya di undur dan sekarang anaknya berbuat ulah.
" masyaalloh nak apa yang sudah terjadi? kenapa kalian jadi kotor seperti ini?" cecar Karin.
" nyonya ketiga anak ini membuat ulah di dapur hotel, dan salah satu karyawan yang di tugaskan menjaganya kewalahan dan satu karyawan lagi terluka." ucap manager hotel.
karin menghela nafasnya panjang, Mama ayu merasa bersalah telah menitipkan cucunya kepada karyawan hotel.
"bisa kalian ceritakan apa yang di lakukan ketiga anak ini?" tanya Rafka.
Kenzo, Kenzi dan Bagas ketiganya diam namun dalam hati mereka tertawa puas.
flashback
Mama Ayu memanggil dua karyawan wanita untuk menjaga ketiga cucunya, dua karyawan tersebut membawa si kembar dan juga Bagas keluar. si kembar meminta kepada salah satu karyawan untuk membawakan kue karena Kenzi kembali lapar begitupun kedua kakaknya, namun kue yang di minta si kembar habis tak tersisa karena acara pesta pernikahan sudah di bereskan oleh pihak WO.
"nona muda kuenya sudah habis, kalau boleh saya bisa meminta kepada chef hotel untuk di buatkan kembali kuenya." ucap Ajeng salah satu karyawan hotel.
"tidak usah mba Ajeng aku bisa membuatnya sendiri, iya kan kak?" ucap Kenzi.
"iya dong." jawab Kenzo mengacungkan jempolnya.
kedua karyawan yaitu Ajeng dan Juga Leni saling tatap satu sama lain, mereka ragu dengan ucapan si kembar tapi jika tak di turuti keduanya takut di pecat dari pekerjaannya.
"kenapa diam? ayo kita let's go ke dapur." ucap Kenzi.
"ma-ri nona." dengan berat hati Ajeng menggiring ketiga anak kecil masuk ke dapur.
Kenzo dan Bagas berjalan dengan percaya dirinya, keduanya memasukkan tangannya ke dalam saku celana sedangkan Kenzi berjalan dengan mengibaskan rambutnya bak model yang sedang berjalan di catwalk.
chef di dapur menatap heran melihat tiga anak kecil masuk ke dapur, tentunya dia tau siapa ketiga anak kecil itu. chef yang bernama Simon menghampiri si kembar, dan memberi isyarat kepada Ajeng dan juga Leni.
"tuan muda, nona muda apa kalian membutuhkan sesuatu?" tanya Simon.
"aku ingin kue." jawab Kenzi.
" baiklah biar saya buatkan nona." ucap Simon.
"tidak perlu, kue ini untuk orang spesial jadi aku sendiri yang akan ." tegas Kenzi.
"tapi itu sudah tugas saya nona, biar saya saja yang mengerjakannya nona muda tinggal menunggu sebentar saja." ucap Simon dengan lembut.
" biarkan saja adikku yang membuatnya, kalau tidak aku akan bilang sama Opa biar kalian semua di pecat." ancam Kenzo.
Ajeng dan Leni membulatkan matanya, bagaimana mereka tidak terkejut ancaman dari Kenzo membuat keduanya menggelengkan kepalanya dengan cepat dan memohon kepada chef Simon agar membiarkan Kenzi yang memasak karena mereka tak mau di pecat, untuk mencari pekerjaan lagi sangatlah susah di era modern ini. chef Simon dengan berat hati mempersilahkan Kenzi untuk memasak, Bagas di tugaskan oleh Kenzi mencari resep kue di internet.
" mari kita membuat kue ala queen kenzi." pekik Kenzi.
"kalau kuenya enak kita kasih ke Daddy sama Bunda, pasti mereka senang." ucap Kenzo.
Kenzi mengambil terigu, telur, dan juga mentega dan bahan-bahan lainnya. Ajeng dan Leni mengawasi si kembar dari jauh, saat si kembar sedang sibuk membuat kue Ajeng dan Leni malah sibuk mengobrol sambil berfoto-foto.
" lihat mereka malah asik sendiri bukannya bantuin." gerutu Kenzi.
" gimana kalau kita kerjain mereka." usul Kenzo.
"tunggu dulu, aku bawa mainan kecoa di celanaku tadi pas di restoran aku membeli nya dari pedagang yang lewat." ucap Bagas mencari mainan di saku celananya.
Bagas mendapatkan apa yang dia cari, Kenzo mengambil salah satu kecoa mainan dari tangan Bagas keduanya berjinjit menghampiri Leni dan Ajeng yang sedang memosting fotonya di media sosial miliknya, Bagas naik ke atas kursi tepat di belakang Ajeng di susul oleh Kenzo.
"hihihi." Bagas dan Kenzo terkikik.
keduanya turun dari kursi dan berjalan memutar menghadap ke arah Ajeng dan Leni.
"mba, mba itu di kepalanya kayak ada sesuatu deh." ucap Kenzo menunjuk ke arah kepala Ajeng.
Ajeng sontak meraba kepalanya, dia memegang kecoa mainan milik Bagas tekstur nya hampir mirip dengan aslinya yang mana membuat Ajeng ketakutan.
"Aaaahhh kecoa." teriak Ajeng.
"mba di kepala mba juga kayaknya ada kecoanya juga." ucap Bagas.
Leni meraba kepalanya, ternyata benar ada kecoa di rambutnya dia melempar kecoa dari rambutnya sehingga kecoa tersebut masuk tepat ke dalam baju Ajeng.
"aahhh Leni kenapa kecoanya di lempari ke baju ku sih." jerit Ajeng.
Kenzi tertawa melihat kedua karyawan yang di kerjai oleh kakaknya, Leni naik ke atas kursi saat melihat banyak kecoa di lantai. sedangkan Ajeng dia panik mengibaskan pakaiannya berusaha mengeluarkan kecoa di dalamnya, karena ketakutan kaki Ajeng terpeleset saat menginjak telur Kenzi yang tumpah.
aaahhh .. brugh .. wushhh..
selain tubuhnya yang jatuh, terigu yang sudah Kenzi siapkan terbang dan tumpah mengenai tubuh Ajeng. Leni berniat ingin membantu Ajeng namun kakinya seakan terbelit sehingga mengakibatkan tubuhnya oleng dan kepalanya pun terpentuk ke meja.
pletuk..
Ajeng membersihkan terigu dari rambutnyaa sampai rambutnya acak-acakan, kening Leni benjol dan sedikit berdarah sedangkan para pelaku tertawa melihat kondisi keduanya.
"awas ya kalian anak kecil." gumam Ajeng pelan.
asyik tertawa Kenzo dan Bagas di lempari terigu oleh Ajeng karena saking kesalnya, dia seakan lupa tengah berhadapan dengan siapa.
"haha rasain kalian." ucap Ajeng tertawa.
tak tinggal diam Kenzo dan Bagas melempari telur dan juga terigu ke arah Ajeng dan Leni, akhirnya terjadilah peperangan antara karyawan dan tiga kurcaci sampai dapur berantakan.
Chef Simon mendengar keributan dari arah luar, dia keluar dari dapur khusus yang di sediakan untuknya dengan tujuan memeriksa ke dapur yang lebih besar memantau masakan Apa saja yang akan di sajikan kepada para pengunjung.
"Astaghfirullah." Simon tercengang melihat kondisi dapur miliknya.