Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 138



tak terasa Rafka sudah sampai di kamar miliknya, dia masuk dan mendudukkan Karin di bibir ranjang kemudian berjongkok melepas sepatu heels yang di kenakan Karin.


Karin merasa kurang nyaman saat Rafka melepas sepatunya, dia merasa tidak sopan seharusnya dia yang melakukan hal itu sebagai istri pada suaminya.


"m-as biar aku saja yang melakukannya." ucap Karin memegang tangan Rafka.


" sudah sayang kamu diam saja, apa sigernya mau di lepas juga?" tanya Rafka.


" iya mas sekalian kerudungnya juga, rasanya badanku semuanya lengket pengen buru-buru ke kamar mandi." ucap Karin.


"ya sudah biar mas yang bantu, kamu pasti ke susahan." ucap Rafka.


Karin mengangguk sebagai jawaban, Rafka mulai mencabut satu persatu accesoris yang ada di kepala Karin. setelah semuanya sudah beres Karin membuka ikatan rambutnya yang mana membuat Rafka semakin terpesona, Rafka membelai rambut Karin lalu duduk di sampingnya.


" istriku cantik sekali." puji Rafka.


Karin tersenyum mendapat pujian dari Rafka apalagi dia memanggilnya dengan sebutan 'istriku' ahh rasanya Karin ingin terbang.


" sayang mau aku bukain bajunya gak?" tanya Rafka dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"gak usah mas, aku bisa sendiri." jawab Karin.


Rafka membalikkan tubuh Karin agar berhadapan dengannya, Karin gugup melihat tatapan Rafka yang menurutnya berbeda dari biasanya, Rafka memegang dagu Karin perlahan dia mendekat menyatukan bi***** dengan bi*** Karin lalu mel******* dengan lembut, Karin memejamkan matanya dia mencoba membalas ci***** Rafka meskipun kaku mendapat balasan dari Karin membuat tubuh Rafka semakin bergairah, dia menggigit b**** bawah Karin agar dia membuka mulutnya.


"ssshhh.." desis Karin.


Rafka langsung menerobos masuk, semakin lama ci***** itu semakin panas keduanya terbakar gairah, AC yang seharusnya membuat ruangan dingin menjadi panas. Perlahan Rafka membuka kebaya yang di kenakan Karin, dia meraba mencari sesuatu yang menyembul dan juga mencari pengait kacamata berkuda milik istrinya itu, setelah menemukannya Rafka me***as kedua gunung kembar yang mana membuat Karin mengeluarkan suara lucknutnya.


"akh."


"emm"


tubuh Karin menggelinjang kegelian, Rafka merebahkan tubuh Karin dan membuka bajunya lalu menindih tubuh Karin dengan mata sayunya dia kembali menyambar b**** Karin mel***** dengan rakus bak harimau yang sedang kelaparan menerkam mangsanya, tangannya Tak tinggal diam dia memainkan Cherrynya. saat dia merasa sudah puas bermain Rafka membuka gesper dan menanggalkan celananya sehingga keluarlah naga dari sarangnya yang sejak tadi minta keluar, karin menutup matanya dia terkejut melihat naga milik suaminya itu.


' ya Allah apa benda sebesar itu bakalan masuk? kenapa aku takut ya, kalau bukan kewajiban ku sebagai istri pastinya aku bakalan kabur' batin Karin.


" besar sekali" ucap Karin polos.


" aku akan melakukannya dengan perlahan, aku sudah tidak sanggup menahan diri lagi sayang." ucap Rafka dengan serak.


Rafka mulai menuntun naganya masuk ke lembah yang permukaannya sudah basah, namun sebelum masuk pintu sudah di ketuk bahkan di gedor dari arah luar, siapa lagi pelakunya kalau bukan anak kembarnya.


brak .. brakk .. brakk..


"Bunda, Daddy." teriak si kembar


"mas itu si kembar." ucap Karin.


"sudah biarkan saja, aku sudah tidak kuat sayang." jawab Rafka.


"Daddy." pekik Kenzo.


brakk .. brakk .. brakk ..


brakk .. brakk .. brakk ...


brakk .. brakk .. brakk..