
Di sebuah negara semua orang sedang berusaha menyelimuti masing-masing tubuhnya dengan pakaian tebal, tak seorang pun berani keluar dari rumah. badai salju turun menutupi jalanan, membuat para manusia disana menggigil kedinginan. tapi tidak berlaku untuk dua orang manusia yang sedang melakukan aktivitas yang
sering mereka lakukan ketika bersama.
Dua manusia itu adalah Cristin dan juga Verrel yang sedang berlibur ke negara Eropa, mereka berdua memesan satu kamar VVIP di salah satu hotel ternama di negara Eropa.
"aakkkhh ..."
Verrel memeluk tubuh Cristin, keduanya terkulai lemah seakan tenaganya habis tak tersisa akibat aktivitas yang mereka lakukan.
"Honey, terimakasih kau selalu membuatku puas." ucap Verrel berguling ke samping Cristin.
"hmm" jawab Cristin yang sudah tidak sanggup berbicara karena lelah.
Cristin dan Verrel terlelap saling memeluk satu sama lain di bawah selimut, keduanya selalu melakukan aktifitas suami istri meskipun keduanya tidak terjalin dalam suatu ikatan pernikahan. Zara sudah mengingatkan Cristin agar tidak terlalu menuruti kemauan Verrel, namun Cristin tidak pernah memperdulikan ucapannya, dia seolah tuli karena yang dia dengarkan hanyalah ucapan manis Verrel sehingga siapapun yang menasehati ataupun memperingati takkan bisa masuk ke dalam kepala Cristin. Zara adalah sahabat Cristin, dia tau niat Verrel mendekati Cristin itu ada maunya, bahkan Zara sering memergoki Verrel jalan bersama wanita berbeda bahkan bercumbu dengan beberapa j*l*Ng.
****
Berbeda dengan Rafka yang sedang membahas tentang persiapan pernikahannya, di meja yang lain Reza sedang menertawakan Zidan yang pernah di dandani seperti wanita oleh Mama Ayu.
"Kak Reza, siapa sebenarnya wanita yang bersama pak Rafka waktu di mall kemarin? aku penasaran kenapa bisa seromantis itu? ya meskipun itu hanya pura-pura." tanya Raisa penasaran.
Reza menahan senyumnya, sedangkan Zidan sudah ketar ketir melihat pergerakan Reza, dia takut Reza akan membongkar aibnya pada semua orang yang hadir di sana.
"kau yakin mau tahu sayang?" jawab Reza.
Raisa menganggukkan kepalanya, Lusi dan yang lainnya pun penasaran dengan apa yang Raisa tanyakan, mereka semua melebarkan telinganya agar bisa menangkap jelas suara Reza. Zidan menutup wajahnya malu, bahkan wajahnya sudah memerah sangat merah.
Reza mengambil ponsel dari saku celananya, dia langsung membuka sebuah rekaman video dan memperlihatkannya pada Raisa.
"ini sayang, lihatlah karena kau yang memintaku memberitahu siapa wanita itu, maka dengan senang hati aku memberitahumu." ucap Reza
satu detik
dua detik
tiga detik
"ppfftt .. Hahahaha .." Raisa terbahak-bahak melihat video Zidan yang sedang di dandani mama Ayu.
Brian penasaran akan apa yang dilihat oleh Raisa, dia bangkit dari duduknya merebut ponsel yang ada di tangan Raisa.
"sini coba aku lihat."
Brian membawa hp Reza ke mejanya, dimana di meja tersebut ada Fajar dan juga Desi. Brian memutar video tersebut, ketiga tersebut langsung tertawa melihat Zidan yang berontak.
" Hahahaha." ketiganya tertawa.
Kiki dan Lusi saling bertatap muka, tatapannya mengisyaratkan bahwa mereka penasaran dengan apa yang Raisa dan yang lainnya tertawakan. Lusi bangkit ke arah meja abangnya dan mengambil ponsel itu, dia juga memutarnya di hadapan Kiki dan juga pak Surya.
"Hahahaha, ini beneran kak Zidan? cantik banget, kalau beneran cewek Kiki pasti naksir nih, Hahaha." ucap Kiki.
semua orang semakin terbahak mendengar celetukan yang Kiki lontarkan.
"Hahahaha."
"DIAM !!! Dasar Reza sialan !!! Aaargghhh." pekik Zidan marah.
"kalau lagi jadi cowok namanya Zidan, kalau udah jadi cewek namanya inem. Hahaha." celetuk Brian.