Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 56 - mana adiknya?



"emm.. maaf,"


Rafka yang mendengar jawaban Karin langsung menunduk lesu. Karin sedikit membungkukkan badannya, dia menangkup wajah Rafka agar menghadap ke arahnya.


"maaf, aku juga harus menjawab pertanyaan mu dengan sebuah lagu juga, boleh kah aku bernyanyi sebuah lagu untukmu mas?. tanya Karin tersenyum ke arah Rafka.


Rafka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. dia takut Karin akan menolaknya, jadi Rafka hanya mengangguk saja, dia sedang mempersiapkan hatinya jika dia di tolak oleh Karin.


Karin mengambil mic yang ada di tangan Rafka, dia berbisik ke arah pemain musik untuk memberi tahu lagu apa yang akan dia nyanyikan.


Kau boleh acuhkan diriku


Dan anggap ku tak ada


Tapi takkan merubah perasaanku


Kepadamu


Kuyakin pasti suatu saat


Semua kan terjadi


Kau kan mencintaiku


Dan tak akan pernah melepasku


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Selalu bersedia bahagiakanmu


Apapun terjadi


Kujanjikan aku ada


Kau boleh jauhi diriku


Namun kupercaya


Kau kan mencintaiku


Dan tak akan pernah melepasku


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Selalu bersedia bahagiakanmu


Apapun terjadi


Kujanjikan aku ada


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Untukmu selalu


(Once : Aku mau)


Rafka langsung menghamburkan tubuhnya memeluk Karin dengan erat, Karin membalas pelukan Rafka. meskipun banyak pertanyaan di dalam benaknya, namun Karin menahannya dia bahagia saat ini Rafka tengah melamarnya.


"Maafkan aku ya sayang, aku sudah marah sama kamu dan aku juga gak pernah hubungi kamu, maupun menemui kamu, aku sengaja ingin membuat kejutan ini untukmu." ucap Rafka.


"jadi kamu sengaja melakukan semua ini? lalu siapa wanita yang pernah aku lihat saat berada di mall waktu itu?" tanya Karin beruntun.


"hahaha.. nanti aku jelaskan semuanya padamu sayang."


dahi Karin mengkerut mendapati Rafka yang malah tertawa saat Karin bertanya padanya.


"aku mencintaimu sayang." bisik Rafka.


"aku juga mencintaimu mas." jawab Karin Malu-malu


keduanya kembali saling memeluk erat, seakan Tak mau di pisahkan.


"uhh, so sweet nya" ucap Raisa bertepuk senang.


"kemarin aja nangis-nangis, ehh sekarang malah nempel kayak lem? jadi gue yang sebel sendiri ngelihat mereka malah romantis kayak gini." gerutu Lusi.


"ya gapapa kali, namanya juga dua sejoli yang sesak di mabuk cinta wajar kalo mereka romantis, lah Lo? sampai sekarang belum ada kemajuan." cibir Raisa.


"ya kan belum ketangkep sinyal jodohnya sa, lagi Otw mungkin." ucap Lusi asal.


"dasar Duda karatan, nempel amat udah kayak nasi sama kertas aja, Rapet." gerutu Zidan.


"makanya jangan betah jadi jomblo, iri sendiri bukan?" ledek Reza pada Zidan.


"apaan si Lo." ucap Zidan mendelik.


"sudah-sudah, kenapa kalian pada berisik sih? ini kan momen spesial Rafka sama Karin, jangan kalian recokin dong? kasian mereka udah nabung rindu, biarin mereka sayang-sayang dulu." ucap Mama Ayu.


Reza berbisik pada Kenzo, sudah mengerti apa yang di bisikkan Reza akhirnya Kenzo mengambil mic yang di pegang oleh Karin.


"cek.. cek.. mohon perhatiannya !! di mohon untuk Daddy dan juga Bunda tolong hargai ada banyak jomblo yang menatap iri pada keromantisan kalian, jadi segeralah akhiri acara pelukan kalian ya? nanti di lanjut lagi kalau para jomblo itu sudah kembali ke asalnya." ucap Kenzo


Zidan, Fajar, Desi , Brian, dan juga Lusi yang merasa jomblo menatap Kenzo dengan tatapan tak percaya, mereka semua mencebik kesal ke arah Kenzo sedangkan Kenzo yang di tatap seperti itu hanya mengendikkan bahunya acuh. Mama Ayu, papa William, Surya, Kiki, Raisa dan juga Reza mereka terkekeh mendengar ucapan Kenzo.


"yey Bunda sama Daddy udah baikan, Oma kan Daddy sama Bunda udah baikan? jadi mana adik yang Oma katakan waktu itu? kenapa aku tidak melihatnya?" cecar kenzi menagih janji pada omanya.


Mama Ayu menepuk dahinya. Karin melongo mendengar ucapan Kenzi, dia melirik ke arah Rafka seakan meminta penjelasan. namun Rafka malah cengengesan dan juga menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.


"kan aku udah bilang tadi, aku bakal jelasin semuanya tanpa terkecuali." ucap Rafka.


"bener ya?" tanya Karin memastikan perkataan Rafka.


"iya sayang." jawab Rafka yakin.


Rafka berjongkok dan meraih tangan Karin. Rafka memasukkan cincin berlian nya ke jari manis Karin yang sangat pas dengan ukurannya, setelah cincin itu tersemat Rafka me*nc**m tangan Karin dengan lembut. dia kembali berdiri dan memeluk Karin, saking bahagianya Rafka m*nc**m bibir Karin sekilas, Karin memukul dada Rafka dengan keras namun bukannya merasa sakit Rafka malah terkekeh.