Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 76



"sebenarnya tadi saat berangkat sekolah bahkan sudah beberapa hari ini seperti ada yang mengikuti kita berdua Bunda." ucap Kenzo.


"Apa?? benarkah? mungkin hanya perasaan kamu saja Kenzo." ucap Karin.


"Bunda kalau cuman perasaan kami saja, mana mungkin setiap berangkat sekolah ada mobil yang sama di belakang mobil yang kita tumpangi." sanggah Kenzi.


"apa Daddy kalian tau?" tanya Karin.


"tidak Bunda, aku sengaja tidak memberitahu Daddy soalnya kalau Daddy tau yang ada Daddy akan langsung menangkap orang yang mengikuti kami tanpa tau motifnya terlebih dahulu. Daddy itu cenderung ceroboh dalam melakukan sesuatu, aku akan menyelidikinya terlebih dahulu dan aku juga sudah menulis plat nomor mobil tersebut." ucap Kenzo.


Kenzo mengeluarkan tablet dari dalam tasnya, dia mulai melancarkan aksinya di layar tablet tersebut. Karin dibuat tercengang melihat Kenzo yang dengan lihainya dalam menggunakan tablet di tangannya, gerakannya begitu cepat. Kenzo sudah mendapatkan apa yang dia cari dan menunjukkannya pada Karin.


"Bunda ini adalah nomor plat yang sudah aku tulis, aku sudah mendapatkan apa yang aku cari dia adalah seorang pria yang biasa di bayar oleh orang kaya untuk menguntit seseorang." terang Kenzo.


"maksudmu detektif?" tanya Karin.


"iya semacam itu." jawab Kenzo.


"Bunda, Kakak bagaimana kalau kita menemuinya?" saran Kenzi.


Kenzo dan Kenzi saling pandang satu sama lain, keduanya setuju dengan apa yang Kenzi sarankan tapi Karin takut kalau Rafka tidak mengizinkan dia membawa si kembar pergi tanpa seizinnya.


"Bunda takut Daddy marah, kan kalau pergi harus izin dulu." ucap Karin.


"serahkan padaku Bunda, dia juga sedang berada di kawasan cafe." ucap Kenzo santai.


"maksudmu dia ada di sekitar sini?" tanya Karin memastikan.


"iya Bun, aku kan sudah tau plat nomor nya jadi aku juga bisa melacak keberadaan dia sekarang dimana." ucap Kenzo dengan mengotak-atik tabletnya.


Kenzo memastikan titik keberadaan orang yang dia cari. setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Kenzo membisikkan sesuatu ke telinga Karin dan juga Kenzi.


"kalian mengerti kan?"


Karin dan Kenzi menganggukkan kepalanya.


"ahh, sudah lama aku tidak berolahraga." ucap Kenzi menggeliatkan badannya.


"ya sudah, Bunda mau ganti baju dulu sekalian izin sama aunty Lusi dan juga aunty Raisa, Kalian tunggu Bunda tolong jangan kemana-mana oke." pamit Karin.


Kenzo dan Kenzi mengangguk. Karin langsung bangkit dari duduknya, tujuan pertamanya adalah ke ruangan Lusi setelah mendapat izin Karin langsung mengganti bajunya dan pamit pada Raisa. dirasa sudah selesai Karin menghampiri si kembar, dia menyiapkan strategi untuk menjalankan rencananya dengan si kembar sebelum beraksi.


*****


Rafka meregangkan otot-ototnya, dia melepas kacamata yang bertengger di hidungnya. dia mengambil hp nya, Rafka melihat ada pesan masuk dari Mama Ayu.


'*Mama'


Rafka kamu jemput si kembar di tempat Karin bekerja, Mama lagi ada acara mendadak sama Papa jadi gak bisa jemput si kembar.


jangan lupa ya


. bye *


Rafka menutup kembali hp nya. dia langsung bergegas keluar dari ruangannya, dia bertemu Zidan dan juga Reza yang sama- keluar dari ruangannya. ketiganya berjalan bersama menuju lift lantai bawah, sesekali mereka membahas pekerjaan sampai di lantai bawah Rafka sedikit berlari kearah mobilnya yang sudah ada pak Dani yang berdiri di samping mobil menyambut tuannya.


"pak ke cefe diamond ya jemput anak-anak." ucap Rafka yang sudah duduk di kursi penumpang.


"baik tuan." ucap pak Dani menyalakan mesinnya kemudian melajukan mobilnya ke arah cafe Diamond.


beberapa menit kemudian..


Rafka turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam cafe, semua mata pengunjung cafe menatap tanpa berkedip ke arah Rafka terutama kaum wanita. Rafka tidak memperdulikan tatapan semua orang yang ada disana dia fokus berjalan mencari sosok Karin, tatapan Rafka menyapu seluruh cafe namun dia tak melihat Karin juga anak-anaknya, dia berjalan ke arah ruangan Lusi tetapi langkahnya terhenti saat tak sengaja melihat si kembar dan Karin berdiri di depan pintu dapur, dilihatnya karin sedang menatap tajam ke arahnya


"Kenzo, Kenzi lihat Daddy kalian, so tebar pesona kayak gitu bikin riweuh pengunjung aja." ucap Karin menggerutu.


"memangnya kenapa Bun? Daddy kan emang tampan jadi wajar banyak yang suka." ucap Kenzi polos.


"siapa yang marah? enggak kok, bunda gak marah cuman gak suka aja liatnya." kilah Karin.


'dasar duda genit' gerutu Karin dalam hati.


'kenapa Karin menatapku seperti itu? perasaanku kok jadi gak enak ya' batin Rafka.


dengan ragu Rafka menghampiri Karin, namun Karin melengos dari hadapan Rafka dia juga membawa si kembar pergi keluar dari cafe.


"sayang kok mas ditinggal sih?" teriak Rafka.


Rafka berjalan cepat mengikuti Karin, dilihatnya Karin masuk kedalam kedai minuman yang sedang tren saat ini yaitu minuman yang ada bobanya. Karin memesan 3 minuman untuknya dan si kembar, sambil menunggu pesanan dia membawa si kembar duduk di bangku yang sudah di sediakan oleh pemilik kedai.


"Bunda itu Daddy." tunjuk Kenzi ke arah Rafka yang sedang berjalan ke arahnya.


Karin mengerlingkan matanya, sementara Rafka duduk di samping Karin.


"sayang kamu kenapa main tinggalin aku begitu aja?" tanya Rafka.


"ya enggak papa, aku cuman lagi haus aja makanya bawa anak-anak kesini." jawab Karin jutek.


"kok kamu jadi jutek kayak gitu sama mas? mas ada salah ya sama kamu?" tanya Rafka lagi.


"pikirin aja sendiri."


Rafka bingung dengan sikap Karin, tidak biasanya dia seperti itu padahal baru aja dia ketemu kenapa Karin langsung marah dengannya, saking bingungnya Rafka menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kenzo melihat Daddy dan Bundanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Kenzi dia antusias sambil bertepuk tangan melihat minumannya datang.


"ini pesanannya, selamat menikmati."


Kenzi sangat senang melihat minuman yang sudah tersaji di hadapannya, Rafka hanya melongo melihat Karin dan juga anak-anaknya sibuk menikmati minuman yang sedang viral itu.


"Daddy Bunda itu lagi marah sama Daddy, tadi pas di cafe banyak perempuan yang suka sama Daddy." ucap Kenzo di sela minumnya.


"ohh jadi bunda lagi cemburu." goda Rafka.


Karin melotot ke arah kenzo, tapi Kenzo tidak takut sama sekali dia malah menikmati kembali minumannya.


"enggak kok "sanggah Karin.


"dengarkan aku sayang, meskipun banyak di luaran sana wanita cantik, sexy, bohay aku gak akan terpengaruh. bagiku kau adalah wanita paling spesial yang Tuhan kirimkan untukku dan juga anak-anak, kau tidak perlu berpikir negatif sayang hatiku tetap tertulis namamu seorang." ucap Rafka tulus.


Karin memalingkan mukanya yang sudah merona, dia salah tingkah mendengar ucapan Rafka.


"gombal." ucap Karin.


"ini serius, mana ada aku gombal."


Rafka memeluk Karin dari samping tanpa memperdulikan kedua anaknya yang sedang menatap ke arahnya.


"sudah ya, jangan marah lagi aku sengaja buru-buru dari kantor kesini jemput anak-anak saat mendapat pesan dari Mama, aku juga pengen ketemu kamu tapi kamu ya malah marah sama aku." bujuk Rafka.


"iya lagian kenapa semua cewek pada kecentilan liat kamu mas, sampai mesam-mesem kayak gitu kamu lagi kenapa harus setampan ini kan jadi banyak yang suka sama kamu." gerutu Karin.


"jadi kamu mengakui bahwa mas mu ini tampan?"


"iyalah, mana mau aku terima kamu kalau jelek."


"iya mau gimana lagi sayang, aku juga gak minta di kasih wajah setampan ini sama sang maha pencipta, aku hanya mensyukuri saja nikmat yang sudah Tuhan berikan."


"hellloooww... gak liat nih anaknya daritadi dianggurin." keluh Kenzi.


"kita juga mau di peluk Daddy, kenapa cuman meluk Bunda ? Daddy lupa kalau kita ini anak Daddy?" protes Kenzo.


Rafka dan Karin terkekeh. mereka melepaskan pelukannya, memberi kode pada si kembar agar mendekat dan akhirnya keempat orang itu saling berpelukan, mereka terlihat bahagia dan Karin pun seakan lupa dengan marahnya yang kini berganti menjadi rasa tenang saat bisa memeluk tiga orang yang dia sayang Karin memang tidak bisa lama-lama marah pada Rafka, Entahlah Duda anak dua itu selalu bisa mengembalikan moodnya yang rusak.