
Dorr..
Floresia kaget sampai dia menjatuhkan senjata tajam ditangannya begitu pula dengan Rajas dia langsung melindungi kepalanya dengan kedua tangannya, Rafka menembakkan pelurunya tepat di sebelah leher kiri Floresia mengenai tembok sehingga hanya terdapat sedikit goresan kecil di leher akibat lintasan peluru. Zain tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung maju mengambil senjata tajam Floresia dan menyingkirkannya.
"hanya segitu nyali kalian berdua?" ucap Rafka menatap remeh Floresia dan Rajas.
"diam kau brengsek!!" pekik Floresia.
Floresia menarik rambut Sarah sampai Sarah memekik kesakitan membuat darah Zain mendidih melihatnya, Zain langsung maju mencekal lengan Floresia dengan kuat si melepaskan tangan Floresia dari rambut ibunya, dengan tatapan menghunus Zain mendorong Floresia dengan kuat sehingga terjatuh ke atas lantai, tidak tinggal diam Floresia bangkit melawan Zain namun Zain sudah bertekad tidak akan mengampuni perbuatan wanita dihadapannya itu, tamparan keras sukses mengenai wajah Floresia sampai mengeluarkan darah dari bibirnya tidak sampai disitu Zain menjambak rambut Floresia dengan kuat membalaskan semua perbuatannya terhadap ibunya.
"ini balasan karena kau telah menganiaya ibuku sampai dia kurus kering dengan banyak luka di tubuhnya, bahkan ini tidak seberapa di bandingkan dengan kejahatan yang kau telah lakukan sepertinya untuk hidup pun kau tidak layak dasar iblis!!!" berang Zain.
Floresia mencoba untuk melarikan diri namun pergerakannya terbaca oleh Rafka, saat hendak menghadang Floresia Rafka di serang oleh Rajas.
bugh..
tubuh Rafka sedikit terhuyung ke depan saat Rajas menendang punggung Rafka membuat Floresia berhasil kabur.
"Zain kau bebaskan ibumu, biar dua sampah ini aku yang akan mengurusnya." titah Rafka.
Rafka menghajar Rajas membabi buta membuat Rajas babak belur, Rafka adalah pemegang sabuk hitam dalam beladiri jadi serangan dari Rajas baginya seperti sebuah pukulan anak kecil yang merengek ke ibunya.
berhasil membuat Rajas babak belur, Rafka mengejar Floresia yang kabur lewat bagian belakang rumah, disana terlihat hanya ada jendela untuknya bisa keluar membuat Floresia kesusahan untuk naik karena memakai rok mini namun saat Rafka mendekat ke arahnya Floresia berhasil naik sehingga Rafka pun ikut keluar lewat jendela kembali mengejar Floresia.
Floresia dengan sisa kekuatannya berlari masuk ke dalam hutan, Rafka menembakkan senjatanya yang berhasil mengenai bagian kaki Floresia membuat darah segar bercucuran dengan rasa sakit yang luar biasa sampai ia tidak bisa lagi berjalan, Rafka menghampiri Floresia dan menyeretnya kembali ke rumah kumuh.
di luar rumah polisi sudah mengamankan Rajas dan semua para penjaga di susul Rafka yang sudah berhasil membawa Floresia, Zain menggendong ibunya masuk ke dalam mobil.
Richard selaku ayah dari Zain datang ke lokasi saat mendapat kabar dari asistennya kalau istrinya masuk ke rumah kumuh dan juga Zain berada di tempat yang sama.
"Zain ada apa ini? kenapa ada polisi disini?" tanya Richard.
"lebih baik kita pergi dulu dari sini, nanti Zain akan menjelaskan semuanya pada Daddy." ucap Zain.
polisi pergi membawa para tersangka, diikuti mobil Zain dan juga yang lainnya pergi dari kawasan rumah tersebut.
Richard penasaran dengan apa yang terjadi membuat perasaannya tiba-tiba tidak enak sampai-sampai jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, asistennya menenangkan pikiran tuannya yang sedang resah karena tidak ada yang bisa di lakukan olehnya selain berkata 'semua baik-baik saja'.