
Karin menggelengkan kepalanya, sungguh dia tak menyangka suaminya bisa melakukan hal yang di luar nalarnya.
Satu minggu kemudian..
Persiapan pernikahan Reza dan Raisa sudah 90% siap, awalnya Surya meminta pertambahan waktu namun Papa William dan Mama Ayu meyakinkan Surya agar tidak perlu memikirkan apapun mereka hanya terima beresNya saja.
saat ini Raisa sedang di dandani oleh MUA ternama di temani Karin dan juga Lusi. Raisa memandang wajahnya di depan cermin, dia tak menyangka wajahnya di sulap sedemikian rupa sampai dia sendiri tak mengenali wajahnya sendiri.
Surya menghampiri anaknya, dia begitu terharu anak satu-satunya kini sudah besae bahkan sebentar lagi dia akan memulai bahtera rumah tangga dengan lelaki pilihannya. Tak terasa Surya meneteskan airmatanya, dia teringat dengan wajah mendiang istrinya saat menatap wajah Raisa yang sangat mirip dengan ibu kandungnya.
" anak bapak cantik sekali." ucap Surya terharu.
Raisa memeluk tubuh Surya, sungguh dia tak menyangka kalau dia akan menikah dengan lelaki pilihannya dimana ia harus ikut kemanapun suaminya pergi.
" nak, jadilah istri dan ibu yang baik kelak seperti ibumu, janganlah kau membantah, membangkang, atau mengekang suamimu. Buatlah ia bahagia saat berada di sampingmu, mengertilah dengan kemauannya selagi kau biaa memenuhinya, jika kamu punya masalah sekecil dan sebesar apapun selesaikanlah dengan kepala dingin, bapak harap pernikahanmu langgeng sampai maut memisahkan." pesan Surya.
" iya pak, Raisa akan selalu ingat pesan Bapak." jawab Raisa yang mulai mengeluarkan airmata haru nya.
" ibumu pasti bangga melihat anaknya yang cantik akan segera menikah." ucap Surya.
" iya pak, andai ibu masih ada mungkin Kebahagiaan Raisa lengkap sudah pak." ucap Raisa.
" Raisa ini hari bahagia kamu, kalau kamu bahagia ibumu pasti bahagia." ucap karin mengusap pundak Raisa dengan lembut.
" iya sa, udah dong jangan nangis nanti make up nya luntur, sayang make up nya mahal." ucap Lusi .
" loe ya dasar, orang lagi sedih juga." hardik Raisa.
" udah. nanti bisa di rapihin lagi kok make upnya, sekarang kita siap-siap aja kasian pengantin cowonya keburu lumutan." celetuk karin.
Di dalam ruangan yang sudah di hiasi dengan megah, seorang pria sedang duduk di tempat berlangsungnya akad nikah dia duduk dengan tangan yang gemetar serta jantungnya yang dag dig dug tak karuan, dia begitu tegang menunggu pengantin wanita datang.
"uluh uluh mukanya udah gak bisa di kondisiin gitu." goda zidan.
" iya, liat udah kayak kanebo kering saking tegangnya." timpal Rafka.
"hahahaha" tawa keduanya pecah.
Reza yang tegang di buat kesal mendengar godaan dari para syaiton yang sedang mengelilingi kepalanya.
" jangan seneng dulu loe Zidan, bentar lagi loe juga ngerasain apa yang gue rasain." ucap Reza tersenyum miring.
" yaelah gampang, bisa diatur itu mah lagian masih lama ini." jawab Zidan santai.
" tenang Zidan, nanti gue beliin pempers dewasa buat loe biar nanti gak malu kalo pipis karena tegang kalau udah ada penampungnya, loe ga tau aja tegangnya saat mau ijab sama liat hantu lebih tegang ijab qobul tau." ucap Reza.
tawa Rafka semakin pecah saat Reza dengan entengnya ingin membelikan pempers buat jaga-jaga, semua anggota keluarga tau kalau zidan takut dengan yang berbaau horor. Mama Ayu dan Papa William hanya menggelengkan kepanya mendengar ocehan ketiga anaknya.
Beda halnya dengan si kembar yang sibuk memilih makanan di ikuti oleh Bagas, ketiganya makan di bawah kolong meja.p