
Diluar ruangan Bryan menemani Kenzo dan Kenzi menunggu di depan ruang bersalin, keduanya tampak cemas menunggu Bundanya dan juga adiknya lahir.
"kok lama sekali ya Uncle?" tanya Kenzi.
"sabar girl, sebentar lagi adik kalian akan lahir." ucap Bryan.
Papa william dan juga mama Ayu datang dengan nafas yang terengah-engah, mereka berlari saat di beri kabar oleh bu Suti jikalau Karin di bawa ke rumah sakit.
"Bryan dimana Karin?apa dia baik-baik saja?" tnya mama Ayu.
"Karin sedang di dalam, dia sedang berjuang melahirkan cucu baru untuk Kalian." ucap Bryan.
"syukurlah jika memang tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, duhh jadi gak sabar liat cucu baru jadi tambah rame nanti." ucap Mama Ayu antusias.
"hey..hey.. Hey.. Mentang-mentang mau nambah cucu baru, cucu lama dianggurin." protes Kenzo.
"tentu saja tidak dong, kalian kan tetep cucu Oma sama Opa." ucap Mama Ayu.
Tak lama kemudian terdengar tangisan bayi dari dalam ruangan bersalin, Kenzi dan Kenzo bersorak bahagia karena adiknya sudah keluar.
"yes, adik bayi udah lahir .. Huuhuu.. Yeaayy" sorak Kenzi.
"horeee.. Aku jadi kakak." ucap Kenzo senang.
"Alhamdulillah." ucap Mama Ayu dan papa william serentak.
Beberapa menit kemudian suara tangisan bayi kembali terdengar, si kembar semakin bahagia mendengarnnya namun mereka di buat heran setelah mendengar di menit berikutnya Karin berteriak di susul suara tangisan bayi yang ketiga kalinya.
"hah? Kok bayinya ada tiga? Bukannya dua ya?" tanya Papa william pada Mama Ayu.
"iya pa, dokternya bilang juga cuman dua kok jadi tiga ya?" ucap Mama Ayu heran.
"disyukuri aja, mungkin bonus itu." ucap Bryan.
Ceklek.
Rafka keluar dari dalam ruang bersalin, wajahnya sembab dan penampilannya acak-acakan dia langsung memeluk tubuh Mama Ayu dengan meneteskan air mata bahagianya.
"terima kasih mah." ucap Rafka.
"Daddy apa kita sudah boleh melihat adik?" tanya Kenzi.
"tunggu sebentar lagi, adik kalian sedang di bersihkan terlebih dahulu." ucap Rafka.
"Daddy kalau tidak salah dengar adiknha ada tiga?" tanya Kenzo.
"iya boy, adik kalian ada tiga dua laki-laki dan satu lagi perempuan." ucap Rafka.
Si kembar bertepuk tangan sambil berjoget, kini mereka punya teman untuk bermain bersama . Papa William menepuk pundak Rafka, dia tersenyum kepada anak sulungnya itu.
" jaga dan didik mereka dengan baik." ucap Papa William.
"pasti Pa." jawab Rafka.
Rafka di panggil oleh suster untuk masuk ke dalam, si kembar beserta Mama Ayu dan papa William ikut masuk ke dalam, mereka tidak sabar ingin bertemu dengan triplet.
"silahkan di adzani terlebih dahulu tuan." ucap Suster.
"Mana yang pertama?" tanya Rafka.
"ini yang pertama, kedua, dan ketiga." ucap Suter menujukkan urutan bayi pertama sampai ketiga.
Rafka mengadzani satu persatu anaknya dengan merdunya, Mama Ayu menghampiri Karin yang sedang duduk memperhatikan suaminya dari kejauhan.
"sayang, kau berhasil. Terimakasih telah memberikan Mama cucu yang banyak." ucap Mama Ayu memegang tangan Karin.
"ini semua berkat doa dari Mama, papa dan yang lainnya." ucap Karin tersenyum.
"ibumu dan juga ayahmu pasti bangga kepadamu nak, disana mereka pasti tersenyum melihat anaknya berhasil berjuang memberikan cucu juga kepada mereka." ucap Mama Ayu.
"iya ma, Karin berharap mereka tenang di alam sana." ucap Karin.
Selesai mengadzani ketiga anaknya Rafka menggendong bayi pertamanya, dia membisikkan doa di teliga satu persatu anaknya. papa William pun melakukan hal yang sama, setelahnya para suster mebawa satu persatu bayi nya untuk di berikan asi oleh ibunya.