Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 127



"ayo kak jangan dengarkan mereka." ucap Kiki menarik tangan Karin keluar dari rumah.


Karin hanya bisa diam saat Kiki menariknya keluar, keduanya hendak menghentikan angkutan umum namun tak disangka sebelum Karin masuk ke dalam mobil seorang anak kecil berlari ke arahnya dan memeluknya.


"kakak." ucap anak kecil itu.


"Bagas, sedang apa kamu disini?" tanya Karin.


Karin meminta Kiki membatalkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dengan meminta maaf pada supir angkutan umum yang di balas gerutuan oleh sang supir, Karin berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Bagas mengajaknya berbicara dia khawatir karena melihat Bagas hanya sendiri tidak ada orang dewasa yang menemaninya.


"teh jangan lama-lama nanti kita gak dapet tiket buat narik keretanya." ucap Kiki.


"iya Ki sebentar teteh khawatir Bagas kan masih kecil dia sendirian tidak ada orang dewasa yang menemaninya." ucap Karin.


"kakak aku kesini sama orangtuaku mereka sudah datang menemui ku dan mengajakku pergi katanya mereka harus menemui seseorang." jelas Bagas.


Tiba-tiba Cristin dan Zain muncul dihadapan Karin diikuti Rafka, si kembar dan yang lainnya.


"itu Mommy sama Daddy aku kakak." tunjuk Bagas ke arah Zain dan Cristin.


'jadi orangtuanya Bagas adalah tuan Zain dan Cristin? Bagas dna si kembar satu ibu?' batin Karin bertanya-tanya


Karin dibuat bingung oleh kehadiran Cristin dan Zain, sedangkan Rafka tersenyum dia menghampiri Karin dan juga Kiki.


Kiki menoleh pada Karin dia meminta persetujuan kakaknya, Karin menganggukkan kepalanya.


"jangan lama." ucap Kiki dingin.


"Terima kasih Ki, aku tau kau melakukan ini semua karena kau sayang pada kakakmu tapi aku sama sekali tidak pernah berniat menyakiti perasaan kakakmu aku menyayanginya melebihi diriku sendiri." ucap Rafka.


"lebih baik kita membahasnya di rumah, tidak enak kalau kita mengobrol di jalanan seperti ini malu di liatin orang banyak." ucap Surya.


Rafka dan yang lainnya menuruti ucapan Surya, mereka masuk ke dalam rumah Karin dan berkumpul disana.


" Karin maaf jika kehadiranku membuat kesalahpahaman diantara kamu dengan mas Rafka, aku sama sekali tidak berniat untuk kembali padanya apalagi sekarang aku sudah bertemu dengan anakku yang pertama yaitu Bagas." ucap Cristin memulai percakapannya.


"kalau tidak salah dengar bukankah anakmu tidak bisa di selamatkan?" tanya Karin dengan hati-hati.


cristin memberi kode pada Zain untuk menceritakan semuanya, Zain memejamkan matanya sejenak.


"Bagas adalah putra kami, saat Cristin di larikan ke rumah sakit dulu dia harus segera ditangani dan bayi yang ada di dalam kandungannya harus segera di keluarkan namun selama operasi berlangsung Cristin tidak menyadari apapun setelah bayi berhasil di keluarkan dia koma selama beberapa bulan, Zara selaku temannya berniat memberitahu Daddy karena dia butuh biaya untuk rumah sakit cristin dan juga Bagas namun hanya ada asisten Daddy yang bisa dia temui sehingga dia menyampaikan berita Cristin pada paman Mario dan akhirnya paman Mario mengurus semua administrasi dan menyembunyikan identitas Bagas dari semua orang dia juga memberikan Bagas pada istirnya untuk di urus karena paman Mario tengah mencurigai sikap Mommy ku yang berbeda, demi keamanan Bagas Zara pun di tugaskan untuk merahasiakan semuanya dari Cristin." jelas Zain.


"saat aku sadar dari koma, temanku bilang aku hanya beberapa hari koma tapi pada kenyataannya aku koma selama berbulan-bulan, jika ditanya kenapa Bagas bisa di selamatkan padahal usia kehamilanku baru menginjak 5 bulan? jawabannya adalah aku tidak pernah memeriksakan kehamilan ku pada dokter atau bidan, jadi aku hanya menghitung bulan menurut hitunganku sendiri, Bagas lahir prematur karena usia kandunganku saat itu sudah menginjak usia 8 bulan." tambah Cristin.