Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 174



Kabar kehamilan Karin sudah menyebar luas, Kiki dan Surya sudah mengetahuinya mereka sangat bahagia. Rafka memberikan bonus kepada seluruh karyawannya atas kehamilan pertama Karin, tak hentinya Karin bersyukur atas nikmat yang telah tuhan berikan padanya.


Pernikahan Zidan & Lusiana.


Rafka membawa anak dan istrinya masuk ke dalam gedung mewah dimana pernikahan Lusi dan Zidan di laksanakan. Karena Rafka mengalami morning sicknes dia memakai masker dan datang terlambat ke acara pernikahan Zidan, mereka tidak bisa melihat dari awal prosesi sampai ijab qobul Karena Dari pagi Rafka akan muntah-muntah dan juga lemas sampai menjelang siang. Karin tidak mungkin meninggalkan suaminya sendirian di rumah, dia memutuskan untuk pergi di siang hari dimana menjelang siang tubuh Rafka akan kembali bugar sampai malam menjelang tidur sebab tengah malam mualnya akan kembali kambuh lagi.


" selamat menempuh hidup baru bestie. Lusi maafkan aku tidak bisa mengikuti prosesi akad nikah mu dari awal sampai Akhir, kau tau sendiri bukan akhir-akhir ini suamiku mengalami morning sicknes aku tak bisa meninggalkannya sendirian." ucap Karin merasa bersalah.


"tidak apa-apa gue ngerti kok, lagian loe juga lagi hamil muda harus banyak istirahat kasian calon ponakan gue kalo kenapa-napa" ucap Lusi.


"semoga kamu juga bisa cepat menyusul ya." ucap Karin.


Lusi mengaminkan doa Karin, Rafka menghampiri Zidan dia memberikan ucapan selamat padanya. antrian masih panjang Lusi dan Zidan tak henti-hentinya menyambut para tamu yang masih banyak yang berdatangan, Rafka dan Karin saat ini sedang menikmati makanannya dengan si kembar yang tidak boleh jauh dari Rafka sedangkan Bagas bergabung dengan orangtuanya juga kakek dan neneknya.


"mas kamu mau makan apa?" tanya Karin.


"gak mau makan apa-apa, kalo makan harus lepas masker nanti mual lagi." jawab Rafka.


Karin kasihan melihat suaminya namun dia juga tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti semua kemauan Rafka.


"ada manfaatnya juga mual-mual kamu mas." ucap Karin.


"emangnya kenapa?" tanya Rafka.


"manfaatnya si kembar jadi gak bikin ulah orang kamu sekap pergerakannya." jawab Karin tersenyum.


"oh iya bener."


Si kembar mengerucutkan bibirnya, keduanya merasa tidak bebas karena Rafka tidak bisa jauh dari mereka. Ingin naik ke panggung pun tidak bisa sehingga si kembar hanya diam dan melampiaskan kekesalannya dengan makan sepuasnya, sekolah pun mereka di rumah sungguh malang sekali nasibnya.


"demi adik bayi apapun akan aku lakukan." ucap Kenzo menyemangati dirinya sendiri.


"iya, demi adik semangat!!" tambah Kenzi.


3 bulan berlalu ..


Perut Karin semakin membuncit, si kembar selalu mencium perutnya setiap hari begitupun Rafka.


"pagi Bunda." sapa Kenzo mengusap dan mencium perut Karin.


"adikmu mana kenzo?" tanya Karin.


"aku disini." sahut Kenzi melakukan hal yang sama seperti yang Kenzo lakukan.


Karin tersenyum melihatnya. Dia menyusun roti di atas piring dan memberikan selai sesuai yang di sukai oleh anaknya. Rafka datang menenteng tas kerjanya dan juga jas di tangannya, dia mengecup kening Karin lalu mengusap dan mencium perut Karin.


"baru juga tiga bulan tapi kok kayak udah 5 bulan aja?" ucap Rafka.


"ya kan hamilnya kembar mas." sahut Karin.


"sehat-sehat ya anak Daddy di perut Bunda, jangan nakal sampai bertemu nanti." ucap Rafka mengusap-usap Perut Karin.


"iya Daddy, kakak kalian juga jaga kesehatan ya biar bisa main bareng." ucap Karin menirukan suara anak kecil.


Rafka kini sudah bisa kembali masuk kerja si kembar pun kembali sekolah, Bagas kini ikut orangtua dan juga kakek neneknya tinggal bersama atas permintaan Sarah meskipun dia tidak mau namun dengan segala bujukan Zain dan juga Cristin akhirnya Bagas mau ikut.


"kalian hati-hati ya berangkatnya." pesan Karin sebelum suami dan anaknya masuk ke dalam mobil.


"iya sayang, kalau ada apa-apa segera hubungi mas ya, nanti siang minta pak Dani anter ke kantor hari ini kan jadwal kamu periksa kandungan." ucap Rafka.


"Daddy aku juga mau lihat dedek bayi." protes Kenzi.


"iya, kok kami gak di ajak gimana sih." sahut Kenzo.


"nanti Uncle Reza yang akan jemput kalian sepulang sekolah, Daddy tunggu kalian di kantor ya." ucap Rafka.


"yeeyy." sorak si kembar.