Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 78



Rafka mendengar cerita Karin dengan seksama, pada akhirnya Rafka menghela nafasnya panjang. entah bagaimana dia menggambarkan perasaannya saat ini, mungkin karena dia menyimpan kekecewaan yang sangat amat dalam membuat dirinya tidak suka pada Cristin yang harus membayar orang untuk mengawasi aktivitas si kembar, selama bertahun-tahun dia tidak pernah menemui anaknya sekalinya dia ingat bukannya mendatangi langsung Kenzo dan Kenzi dia malah sembunyi-sembunyi seperti ini.


"Mas kamu kenapa?" tanya Karin, dia melihat raut wajah Rafka berubah saat dia menceritakan Cristin.


"enggak papa sayang, aku hanya bingung saja di sisi lain aku senang setidaknya dia ingat pada anaknya, tapi di sisi lain aku tidak suka dia menggunakan cara sembunyi-sembunyi seperti maling kayak gitu." ucap Rafka kesal.


"iya aku juga setuju denganmu mas, tidakkah mas mencoba mempertemukan mereka dengan ibunya?"


"sayang sebenarnya dari dulu juga aku selalu berusaha mempertemukan mereka dengan ibunya, tapi apa yang aku dapat dari segala usahaku? bukan aku yang menjauhkan anak-anak dari dia, tapi dia yang seolah menjauh dan tidak peduli dengan mereka. waktu itu aku mencoba beberapa kali menghubungi asistennya yang bernama Zara, tapi Cristin selalu sibuk aku mencoba menghampiri ke tempat dia bekerja namun dia menolak bertemu denganku walaupun aku membawa anak-anak tak sedikitpun hatinya tergerak walau hanya menghampiri saja, beberapa kali aku berusaha namun tidak ada hasilnya akhirnya aku memutuskan untuk tidak menemuinya lagi sampai saat ini." jelas Rafka.


Karin langsung diam mendengar jawaban Rafka, sebegitu pentingkah pekerjaan Cristin sampai dia tega meninggalkan anaknya bahkan hanya menoleh pun dia tak mau. hati Karin merasa sakit atas apa yang Rafka dan si kembar alami, nafas Karin tercekat bahkan air matanya sudah mengembun di pelupuk matanya.


"itulah sebabnya aku tidak Sudi menemuinya lagi, kekecewaan ku sudah sangat dalam padanya jika dia tidak ingin melihatku tidak apa, aku hanya ingin dia bertemu anakku itu saja mereka berhak mengetahui siapa ibunya, mereka juga berhak mendapatkan belaian kasih sayang darinya meskipun tak setiap saat." ucap Rafka dengan tubuh yang bergetar menahan tangisnya agar tak mengganggu anaknya yang sedang tertidur.


"Mas tidak boleh bersedih seperti itu ,aku janji padamu aku akan menumpahkan seluruh kasih sayangku pada Kenzo dan Kenzi layaknya ibu bagi mereka, mereka tidak boleh menderita lagi aku akan membahagiakan mereka dengan caraku sendiri, kau tidak sendiri mas aku akan selalu berada di samping kalian." ucap Karin terisak.


"terimakasih sayang, terimakasih karena telah hadir diantara kami bertiga." ucap Rafka.


"iya sayang, mas udah gak nangis lagi kok." ucap Rafka dengan mengusap sisa air matanya.


Rafka melihat Karin dari atas kaca mobilnya, dia bersyukur masih ada wanita yang tulus padanya dan juga anak-anak nya, sumpah demi apapun dia takkan menyia-nyiakan Karin wanita sempurna yang sangat susah untuk di dapatkan di zaman sekarang.


tanpa mereka sadari Kenzo mendengar percakapan kedua orang dewasa itu, dia berusaha agar tidak menangis.


'Daddy ternyata dugaan ku salah padamu Dad, aku kira kau tidak pernah berusaha mempertemukan kami berdua dengan Mommy, ternyata Mommy lah yang tidak pernah mau bertemu dengan kami, maafkan aku Daddy😢' batin Kenzo merasa perih dihatinya.


Awalnya Kenzo berfikir karena Rafka membenci Cristin akhirnya mereka dilarang bertemu dengan ibunya, namun siapa sangka Rafka yang selalu diam menyimpan banyak rasa sakit di dalam hatinya, diam-diam dia berusaha sebaik mungkin demi kebahagiaan anaknya bahkan dia tidak peduli meskipun rasa sakit itu menumpuk di dadanya jika itu membuat anaknya bahagia dia akan melakukan apapun walau nyawa taruhannya


.


'benar kata orang bahwa ayah adalah super Hero di dunia nyata' batin Kenzo.